Sinergi Lintas Instansi, SPJM Dorong Peningkatan Keselamatan Pemanduan di Perairan Wajib Pandu

- Pewarta

Monday, 2 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero), yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging dan Shipyard (MEPS) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Peningkatan Keselamatan Pemanduan melewati jembatan di Perairan Wajib Pandu (PWP).

FGD yang dilaksanakan di Kota Surabaya ini bertujuan untuk membahas upaya sinergi antar entitas yang akan dilakukan untuk meningkatkan keselamatan di area PWP yang meliputi 9 (sembilan) perairan khususnya di wilayah jembatan dengan kegiatan pelayanan pemanduan yaitu Pekanbaru, Tembilahan, Palembang, Pontianak, Pangkal Balam, Jambi, Banjarmasin, Tanjung Redeb dan Samarinda.

Diskusi yang berlangsung belum lama ini, Jumat tanggal 23 Mei 2025, digelar secara hybrid, dengan dihadiri berbagai pihak yang terlibat untuk pelaksanaan pelayanan pemanduan, antara lain wakil dari Kementerian Perhubungan (Direktur Jendral perhubungan Laut, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, serta Kepala KSOP wilayah PWP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara dari Pelindo Grup turut hadir Direktur Pengelola PT Pelindo (Persero), Grup Head Pelayanan Kapal PT Pelindo (Persero), Para General Manager Regional yang membawahi wilayah PWP, Direktur Operasi dan Teknik SPJM, SVP Operasi Kapal SPJM, dan para pandu yang bertugas di wilayah PWP.

“Pelaksanaan diskusi ini menghasilkan beberapa poin kesimpulan sebagai upaya yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan keselamatan pemanduan diantaranya penyesuaian Prosedur Tetap di wilayah kegiatan pemanduan pengolongan jembatan, termasuk diantaranya draft air, ketinggian muatan, arus/pasang surut,” ujar Tubagus Patrick Tribudi Iskandar, SVP Sekretaris Perusahaan SPJM dalam keterangannya, Senin (2/6).

Selain itu juga, lanjut Patrick, akan dilakukan pemetaan potensi daerah rawan pada alur pelayaran sehingga dapat dilakukan upaya mitigasi risiko yang lebih komprehensif.

“Dengan adanya kolaborasi antar instansi melalui FGD ini diharapkan masing-masing pihak dapat mengevaluasi pelayanan sesuai peranan masing-masing serta membuka ruang untuk mendiskusikan secara terbuka dan kolaboratif upaya-upaya perbaikan dan optimalisasi yang dapat ditindaklanjuti guna peningkatan keselamatan dan ketepatan pelayanan kapal yang beraktivitas khususnya pada wilayah PWP yang memiliki kegiatan di kolong jembatan”, pungkas Tubagus Patrick. (ire djafar)

Berita Terkait

Hadapi Gejolak Global, IPCC Andalkan Strategi Integrated Auto Solutions
Terminal Teluk Lamong Gelar Safety Forum 2026, Perkuat Budaya K3 Menuju Zero Accident
Cek Arus Mudik, PELNI Ajak Pejabat BP BUMN dan Kemenhub ke Tanjung Priok
Trafik Mudik Naik 9 Persen, ASDP Optimalkan 15 Lintasan Pantauan Nasional
ASDP Salurkan 2.000 Paket Sekolah pada Peringatan Satu Tahun Danantara Indonesia
Perbaikan Dermaga Bajoe, ASDP Alihkan Operasional Lintasan Siwa–Kolaka
PT Pelindo Solusi Maritim Berbagi Berkah Ramadan: Bagikan Takjil, Santuni Anak Yatim hingga Sembako untuk Pekerja
Anugerah BUMN Award, TTL Raih Penghargaan Transformasi Digital Terbaik dan The Best Ceo

Berita Terkait

Saturday, 14 March 2026 - 09:11 WIB

Hadapi Gejolak Global, IPCC Andalkan Strategi Integrated Auto Solutions

Friday, 13 March 2026 - 16:59 WIB

Terminal Teluk Lamong Gelar Safety Forum 2026, Perkuat Budaya K3 Menuju Zero Accident

Friday, 13 March 2026 - 16:53 WIB

Cek Arus Mudik, PELNI Ajak Pejabat BP BUMN dan Kemenhub ke Tanjung Priok

Friday, 13 March 2026 - 07:58 WIB

Trafik Mudik Naik 9 Persen, ASDP Optimalkan 15 Lintasan Pantauan Nasional

Friday, 13 March 2026 - 04:02 WIB

ASDP Salurkan 2.000 Paket Sekolah pada Peringatan Satu Tahun Danantara Indonesia

Berita Terbaru