Pelindo, INSA dan Perusahaan Pelayaran Sepakati Tarif Handling Peti Kemas Pelabuhan Manokwari

- Pewarta

Monday, 16 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 bersama Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (DPP INSA) dan perusahaan pelayaran yakni PT Tanto Intim Line, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), dan PT Temas melakukan rapat finalisasi terkait struktur dan besaran tarif jasa handling peti kemas di Pelabuhan Manokwari, Papua Barat. Kesepakatan ini dirumuskan melalui diskusi intensif yang digelar di Kantor DPP INSA, Jakarta pada minggu lalu.

Pertemuan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan kepastian biaya logistik yang adil, transparan, dan mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi di Kawasan Timur Indonesia (KTI), khususnya wilayah Papua Barat. Proses finalisasi dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengguna jasa, operator terminal, dan pemilik muatan.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menyampaikan bahwa kesepakatan yang dicapai merupakan hasil dari dialog yang konstruktif dan berorientasi pada solusi jangka panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyambut baik tercapainya kesepahaman antara Pelindo Regional 4, DPP INSA, dan para perusahaan pelayaran atas struktur dan besaran tarif handling peti kemas di Pelabuhan Manokwari. Ini merupakan wujud komitmen Pelindo untuk senantiasa membuka ruang dialog dan menyusun kebijakan berbasis kebutuhan riil lapangan. Tarif yang disepakati telah mempertimbangkan efisiensi operasional, daya saing logistik nasional, serta keberlanjutan pelayanan,” ujar Abdul Azis.

Sekretaris Umum DPP INSA, Capt. Otto K.M Caloh menyampaikan apresiasinya atas pendekatan terbuka yang dilakukan Pelindo dalam proses pembahasan tarif tersebut. Menurut dia, pembenahan struktur tarif handling peti kemas berdasarkan Keputusan Menteri (KM) Nomor 11 Tahun 2007 serta pelayanan no service no pay sehingga para pengguna jasa menyambut baik walaupun pembahasan ini telah berlangsung sejak 2023 lalu namun telah mencapai akhir “sepaham untuk sepakat”.

“Kami mengapresiasi langkah Pelindo Regional 4 yang mengedepankan komunikasi terbuka dengan asosiasi pelayaran. Kesepakatan ini mencerminkan semangat kolaboratif dalam membangun iklim logistik nasional yang sehat dan berdaya saing, khususnya di wilayah timur yang memiliki tantangan tersendiri,” ungkap Capt. Otto.

Sementara itu para pihak dari perusahaan pelayaran juga menyambut baik hasil finalisasi ini. Mereka menegaskan pentingnya kolaborasi yang kuat antara operator pelabuhan dan pelaku pelayaran dalam membangun rantai pasok yang efisien.

“Dengan adanya kepastian tarif yang disepakati secara bersama, kami sebagai pelaku usaha memiliki dasar yang kuat dalam perencanaan operasional dan biaya logistik. Kami mengapresiasi Pelindo yang telah mendengar masukan industri pelayaran.” tambahnya.

Para pihak dari perusahaan pelayaran juga mengatakan bahwa tarif yang disepakati akan memberikan dampak positif terhadap efisiensi layanan logistik di wilayah timur Indonesia.

Kesepakatan ini juga menurut mereka, merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan distribusi logistik di kawasan timur. Mereka percaya bahwa kesepakatan ini akan berdampak langsung pada penurunan biaya logistik secara nasional.

Keberhasilan finalisasi tarif ini juga membuktikan pentingnya dialog antara pelaku usaha dan pengelola pelabuhan. Dengan adanya ruang diskusi seperti ini, setiap pihak bisa menyampaikan pandangannya secara jujur dan transparan. Ini adalah model kolaborasi yang perlu terus dikembangkan.

Finalisasi tarif ini diharapkan menjadi contoh bagi pelabuhan-pelabuhan lainnya dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam penetapan tarif layanan pelabuhan. Ke depan, Pelindo Regional 4 berkomitmen terus menjaga kualitas pelayanan dan menjalin sinergi dengan seluruh pihak untuk menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang kompetitif dan berkelanjutan.

Adapun pembenahan pelayanan jasa peti kemas di Pelabuhan Manokwari telah dirasakan peningkatan kinerjanya yang menjadi apreasi pengguna jasa kepada manajemen Pelindo Regional 4 Manokwari dengan target 30 BSH (Box per Ship per Hour).

Diharapkan pula dengan adanya peningkatan pelayanan dan perbaikan struktur tarif ini, menjadi salah satu aspek dari peningkatan kepuasan pelanggan khususnya untuk Pelabuhan Manokwari. (aljinan)

– idj / idj —

Berita Terkait

TTL dan OOCL Perkuat Kolaborasi Dukung Konektivitas Logistik Indonesia Timur
Pushidrosal Launching S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di Teluk Jakarta
Hari Perhubungan Nasional 2026, Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik Banten
ABUPI dan BKI Perkuat Sinergi untuk Mendorong Kualitas dan Keselamatan Sektor Kepelabuhanan
ABUPI dan Bank Mandiri, Perkuat Layanan Perbankan untuk Peningkatan Pengembangan Usaha Pelabuhan
Forum Konsolidasi Pengurus dan Anggota ABUPI, Perkuat Sinergi Organisasi
ABUPI Memperkuat Jajaran Pengurus Periode 2026–2030, Dorong Konsolidasi Organisasi
ABUPI Gandeng IIEA Dorong Penerapan Standar di Sektor Kepelabuhanan

Berita Terkait

Saturday, 19 September 2026 - 09:04 WIB

TTL dan OOCL Perkuat Kolaborasi Dukung Konektivitas Logistik Indonesia Timur

Friday, 18 September 2026 - 12:43 WIB

Pushidrosal Launching S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di Teluk Jakarta

Friday, 18 September 2026 - 06:15 WIB

Hari Perhubungan Nasional 2026, Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik Banten

Thursday, 17 September 2026 - 19:36 WIB

ABUPI dan BKI Perkuat Sinergi untuk Mendorong Kualitas dan Keselamatan Sektor Kepelabuhanan

Thursday, 17 September 2026 - 19:13 WIB

ABUPI dan Bank Mandiri, Perkuat Layanan Perbankan untuk Peningkatan Pengembangan Usaha Pelabuhan

Berita Terbaru