FSPPSN dan K-Sarbumusi Tandatangani MoU, Fokus Penguatan Kapasitas Buruh

- Pewarta

Saturday, 9 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Federasi Serikat Pekerja Pelabuhan dan Strategis Nasional (FSPPSN) secara resmi mendeklarasikan afiliasinya ke Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) dalam acara yang digelar di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (9/8).

Kegiatan yang berlangsung sejak siang ini diawali dengan talk show bertema “Progresifitas Serikat Melawan Sekat”, orasi budaya “Suara Buruh, Suara Kemerdekaan”, serta serangkaian sambutan dari berbagai tokoh, termasuk Ketua Umum FSPPSN, Farudi; Ketua Dewan Pembina FSPPSN, Syukur Achmad; Ketua Pimpinan Besar Nahdlatul Ulama, H. Mohamad Syafi Alielha, dan Direktur Kelembagaan & Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan RI, C. Heru Widyanto.

Dalam sambutannya, Presiden K-Sarbumusi, H. Irham Ali Saifuddin, menegaskan bahwa sektor pelabuhan merupakan bidang strategis yang akan terus berkembang di masa depan. Oleh karena itu, ia mengajak para buruh di sektor ini untuk mempersiapkan diri menghadapi modernisasi dan perubahan zaman, terutama dengan meningkatkan kompetensi dan adaptasi terhadap teknologi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya kira ini bisa menjadi basis positioning bagi federasi baru ini untuk bernegosiasi, tidak hanya dengan perusahaan, tapi juga di tingkat pemerintah. Kami akan bantu mengamplifikasi agar ada perhatian khusus, terutama dalam peningkatan kompetensi, sehingga ketika modernisasi atau adopsi AI meluas, para buruh tidak sampai kehilangan pekerjaan,” ujar Irham.

Irham menilai ada dua konteks penting untuk mendukung sektor pelabuhan. Pertama, dari sisi geografis, Indonesia sebagai negara kepulauan dan maritim membutuhkan konektivitas antarpulau yang menjadikan pelabuhan sebagai infrastruktur vital.

Kedua, dari sisi ekonomi, sektor logistik dan pergudangan pasca-pandemi mengalami lonjakan signifikan yang menjadi momentum penting bagi para buruh.

“Selama empat tahun terakhir, terutama pasca recovery Covid-19, pertumbuhan arus barang sangat drastis. Kawan-kawan bisa lihat data BPS, kalau kita bandingkan tahun ke tahun pasti signifikan,” imbuhnya.

Irham juga menegaskan bahwa Sarbumusi bukanlah serikat buruh biasa, melainkan lahir dari ikhtiar batin para ulama Nahdlatul Ulama (NU).

“Jangan dilihat Sarbumusinya saja. Sarbumusi ini anaknya NU, dan NU ini pemegang saham terbesar di republik ini. Tidak ada hal yang bisa gagal apabila dinegosiasikan oleh NU, dan Sarbumusi adalah bagian dari NU,” tegasnya.

Ketua Umum FSPPSN, Farudi mengungkap, bergabungnya FSPPSN ke dalam K-Sarbumusi merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi buruh pelabuhan di tingkat nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa para anggota tidak hanya terlindungi hak-haknya, tetapi juga dibekali kompetensi yang mumpuni untuk menghadapi perubahan industri, termasuk digitalisasi dan modernisasi pelabuhan,” ungkapnya.

“Bersama K-Sarbumusi dan dukungan Nahdlatul Ulama, kami optimistis perjuangan ini akan berdampak nyata bagi kesejahteraan buruh pelabuhan di seluruh Indonesia.” tambahnya.

Menurutnya, sektor pelabuhan adalah urat nadi perdagangan dan logistik nasional. Peran buruh di sektor ini tidak tergantikan, tapi tetap harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar global.

“FSPPSN akan menjadi garda terdepan dalam memastikan anggota memiliki sertifikasi, keterampilan, dan posisi tawar yang kuat, sehingga kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam transformasi sektor pelabuhan Indonesia,” pungkas Farudi.

Acara deklarasi ini turut disertai Launching Program Sekolah Serikat Pekerja, Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum “Justicia”, Induk Koperasi Pekerja Indonesia, dan Pasukan Serbu. Selain itu, dilakukan penandatanganan MoU antara FSPPSN dengan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta serta Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI).

Rangkaian acara ditutup dengan sesi dokumentasi dan ramah tamah antar peserta. (ire djafar)

Berita Terkait

Lewat Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Konsisten Dorong Kemandirian Generasi Muda Pesisir
Antisipasi Lonjakan 5,8 Juta Pemudik, ASDP Perkuat Layanan Nasional
IPCM Perkuat Fondasi Kinerja: Rakernas 2026 Fokus Pada Integrasi, Efisiensi dan Keunggulan Layanan
Perkuat Layanan Maritim Global, SPJM Teken Kerja Sama Kemitraan Strategis dengan NORDEN A/S
SPSL Group Annual Meeting 2026: Perkuat Transformasi, PT Multi Terminal Indonesia Borong 3 Penghargaan
Tingkatkan Konektivitas Pelayaran, PELNI Rampungkan Implementasi SisKomKap di 25 Kapal Penumpang
PT Multi Terminal Indonesia Pastikan, Kegiatan Pelayanan Operasional Tetap Berjalan Normal Selama Ramadhan
Satukan Tekad, PT Multi Terminal Indonesia Gelar Rapat Kerja Tahun 2026

Berita Terkait

Tuesday, 3 March 2026 - 13:31 WIB

Lewat Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Konsisten Dorong Kemandirian Generasi Muda Pesisir

Tuesday, 3 March 2026 - 13:03 WIB

Antisipasi Lonjakan 5,8 Juta Pemudik, ASDP Perkuat Layanan Nasional

Tuesday, 3 March 2026 - 09:21 WIB

IPCM Perkuat Fondasi Kinerja: Rakernas 2026 Fokus Pada Integrasi, Efisiensi dan Keunggulan Layanan

Tuesday, 3 March 2026 - 08:31 WIB

Perkuat Layanan Maritim Global, SPJM Teken Kerja Sama Kemitraan Strategis dengan NORDEN A/S

Tuesday, 3 March 2026 - 08:13 WIB

SPSL Group Annual Meeting 2026: Perkuat Transformasi, PT Multi Terminal Indonesia Borong 3 Penghargaan

Berita Terbaru