Ukir Sejarah Baru, PMT Layani Pelayaran Internasional Perdana MSC Group dari Kuala Tanjung ke Singapura

- Pewarta

Saturday, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen Bersejarah di Kuala Tanjung,
PT Prima Multi Terminal (PMT) resmi melayani maiden voyage kapal MSC Zaina III, milik MSC Group, salah satu perusahaan pelayaran terbesar dunia.

Momen Bersejarah di Kuala Tanjung, PT Prima Multi Terminal (PMT) resmi melayani maiden voyage kapal MSC Zaina III, milik MSC Group, salah satu perusahaan pelayaran terbesar dunia.

Maritim Indonesia – Memasuki triwulan IV tahun 2025, PT Prima Multi Terminal (PT PMT) mencatat sejarah baru dalam pelayanan kapal internasional. Untuk pertama kalinya, PT PMT berhasil melayani pengapalan perdana kapal Mediterranean Shipping Company (MSC) Group, salah satu perusahaan pelayaran terbesar dunia.

Kapal bernama MSC Zaina III sandar di dermaga PMT pada Rabu (6/11/2025), memberikan dorongan penting bagi pengembangan pelabuhan strategis di pesisir timur Sumatera Utara tersebut. Kapal berbendera Jenewa, Swiss itu memiliki panjang 213 meter dengan kapasitas mencapai 2.646 TEUs. Dalam pelayaran perdananya, kapal mengangkut sekitar 500 boks peti kemas.

Rute pelayaran MSC Zaina III mencakup Singapura–Belawan–Kuala Tanjung–Singapura, yang sekaligus membuka jalur tetap di Selat Malaka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan MSC Zaina III di Pelabuhan Kuala Tanjung. Dengan kerja sama erat bersama KSOP Kuala Tanjung, Bea Cukai Kuala Tanjung, serta para pemangku kepentingan lainnya, kapal dapat bersandar dengan lancar dan aman,” ujar Rudi Susanto, Direktur Utama PT PMT.

Rudi menambahkan, pencapaian ini menjadi langkah strategis PMT dalam memperkuat posisi Kuala Tanjung sebagai pelabuhan internasional yang kompetitif.

“Kami menargetkan lebih banyak kapal besar akan melakukan kegiatan di sini. Langkah ini mencerminkan komitmen kami untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan di Kuala Tanjung,” lanjutnya.

“Ke depan, berbagai komoditas seperti minyak nabati, produk kimia, serta barang konsumsi hasil industri di hinterland Kuala Tanjung akan diangkut melalui kapal peti kemas internasional,” ujar Rudi.

Managing Director MSC Group, Renaud Durteste, menjelaskan bahwa pengapalan internasional dari Kuala Tanjung ke Singapura akan dilakukan rutin empat kali sebulan atau setiap satu minggu sekali (weekly call).

“Kami berkomitmen untuk terus melayani rute ini secara reguler. Dengan kapasitas kapal lebih dari 2.000 TEUs, kami membuka peluang bagi pelaku industri lain di Sumatera Utara untuk memanfaatkan ruang muatan yang tersedia,” ujarnya.

Durteste juga menilai Kuala Tanjung memiliki potensi besar karena lokasinya yang dekat dengan pusat industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei serta Kawasan Industri Kuala Tanjung.

Menurutnya, kerja sama dengan PT PMT merupakan bagian dari upaya MSC memperluas jangkauan pelayaran di Indonesia, terutama karena Kuala Tanjung berada dekat dengan pusat produksi seperti KEK Sei Mangkei dan Kawasan Industri Kuala Tanjung, sehingga membuka peluang pengiriman reguler untuk komoditas bernilai tambah.

Acara penyambutan kapal perdana ini berlangsung di dermaga PMT Kuala Tanjung dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kuala Tanjung, Kantor Bea Cukai Kuala Tanjung, asosiasi terkait, serta sejumlah perusahaan pemilik barang (cargo owner) yang berada di hinterland Kuala Tanjung sekitarnya dan KEK Sei Mangkei.

“Dengan konektivitas langsung ke Singapura, pelaku industri kini memiliki jalur ekspor yang lebih efisien. Ini bukan sekadar pencapaian bagi PMT, tapi awal dari transformasi logistik kawasan,” tutup Rudi.

Dengan hadirnya layanan kapal internasional MSC secara reguler, PMT menegaskan kesiapan Kuala Tanjung untuk memasuki fase pertumbuhan baru dalam rantai logistik global. Kolaborasi berkelanjutan antara pelaku industri, otoritas maritim, dan mitra pelayaran diharapkan mampu mendorong efisiensi ekspor, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing kawasan.

Momentum pengapalan perdana ini menjadi penguat optimisme bahwa Kuala Tanjung akan terus berkembang sebagai simpul penting pergerakan komoditas dari Sumatera Utara ke berbagai negara tujuan. (ire djafar)

Berita Terkait

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Kongres Pandu Dunia, Wamenhub: Momentum Perkuat Posisi Maritim Global
KRI Canopus-936 Resmi Masuk Menjadi Alutsista Terbaru TNI Angkatan Laut
ABUPI and MACN Sign MoU to Strengthen Integrity and Transparency in Indonesia’s Port Industry
ABUPI–MACN, Bersinergi Dorong Industrin Pelabuhan yang Bersih dan Berdaya Saing Global
Upacara Bulan K3 Nasional, Pelindo Regional 4 Konsisten Keselamatan sebagai Prioritas Utama
Kinerja Operasional Pelindo Regional 4 Tumbuh Positif Sepanjang 2025, Arus Kapal Meningkat 21,84%
Keselamatan Jadi Strategi Daya Saing Terminal Peti Kemas, JICT Raih Penghargaan Zero Fatality 2025
PTP Nonpetikemas Perkuat Tata Kelola Komunikasi di Era Digital

Berita Terkait

Friday, 13 February 2026 - 04:50 WIB

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Kongres Pandu Dunia, Wamenhub: Momentum Perkuat Posisi Maritim Global

Thursday, 12 February 2026 - 19:40 WIB

KRI Canopus-936 Resmi Masuk Menjadi Alutsista Terbaru TNI Angkatan Laut

Thursday, 12 February 2026 - 19:30 WIB

ABUPI and MACN Sign MoU to Strengthen Integrity and Transparency in Indonesia’s Port Industry

Thursday, 12 February 2026 - 19:03 WIB

ABUPI–MACN, Bersinergi Dorong Industrin Pelabuhan yang Bersih dan Berdaya Saing Global

Thursday, 12 February 2026 - 18:19 WIB

Upacara Bulan K3 Nasional, Pelindo Regional 4 Konsisten Keselamatan sebagai Prioritas Utama

Berita Terbaru