Sejak 2017, IPC TPK Lestarikan Ekosistem Laut Lewat 280 Media Tanam Terumbu Karang

- Pewarta

Monday, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program pelestarian ekosistem laut. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah kegiatan penanaman dan transplantasi terumbu karang di perairan Lampung, yang telah dijalankan secara konsisten sejak tahun 2017. Kegiatan penanaman ini di dukung dengan aktivitas monitoring dan perawatan untuk memastikan keberhasilan program pelestarian ekosistem laut.

Hingga tahun 2025, IPC TPK mencatat telah menanam 280 media tanam terumbu karang dengan total luas area restorasi mencapai ±280 meter persegi, yang tersebar di beberapa lokasi perairan Lampung seperti Pulau Pahawang, Pulau Mahitam, dan Pulau Tegal. Program konservasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mendukung keberlangsungan biota laut, serta memperkuat mitigasi terhadap dampak perubahan iklim.

Perairan Lampung dipilih sebagai lokasi program karena wilayah ini berdekatan dengan salah satu area kerja strategis IPC TPK, yaitu Terminal Petikemas Pelabuhan Panjang, yang mencatat arus petikemas hingga September 2025 mencapai 90.655 TEUs. Kedekatan lokasi ini memungkinkan kolaborasi yang lebih intens antara perusahaan, masyarakat pesisir, dan pemangku kepentingan lokal dalam menjaga kelestarian ekosistem laut di sekitar wilayah operasional perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyampaikan bahwa kegiatan konservasi laut merupakan wujud nyata penerapan prinsip ESG di bidang lingkungan (environmental pillar) yang dijalankan secara berkelanjutan.

“Sebagai operator terminal petikemas, kami menyadari bahwa keberlanjutan laut memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan ekonomi dan sosial masyarakat pesisir. Karena itu, sejak 2017 kami berkomitmen menjaga ekosistem bawah laut melalui kegiatan konservasi terumbu karang,” ujar Pramestie.

Terumbu karang berperan penting sebagai rumah bagi ribuan spesies laut dan menjadi benteng alami bagi wilayah pesisir dari abrasi serta perubahan suhu laut. Melalui kegiatan ini, IPC TPK berkontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-14 Life Below Water, yang menekankan perlindungan dan pemulihan ekosistem laut.

“Menanam terumbu karang bukan hanya soal pelestarian, tetapi juga investasi untuk masa depan ekosistem laut dan masyarakat pesisir. Kami ingin memastikan bahwa kegiatan operasional perusahaan selaras dengan keseimbangan alam,” tambahnya.

Program konservasi ini juga memberikan dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat sekitar, di antaranya melalui kolaborasi dengan komunitas lokal dan pelanggan yang turut serta dalam kegiatan penanaman. Sinergi ini tidak hanya memperluas dampak lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan bersama.

Melalui langkah ini, IPC TPK menegaskan posisinya sebagai bagian dari ekosistem pelabuhan hijau (green port ecosystem) yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi operasional, tetapi juga berkomitmen menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. (ire djafar)

Berita Terkait

Kereta Api Petani dan Pedagang Siap Dioperasikan, Tarif Hanya Rp3 Ribu, Ini Syarat dan Ketentuan Penggunanya
Tingkatkan Kelancaran Penyeberangan Jelang Nataru, ASDP Operasikan Layanan Kapal Express Melalui Dua Dermaga di Merak-Bakauheni
Komitmen Implementasi Prinsip Keberlanjutan, IPCM Raih Tiga Penghargaan pada ESG Initiative Awards 2025
ASDP Jaga Denyut Mobilitas dan Bantu Pemulihan Bencana di Sumatera di Situasi Cuaca Ekstrem
IFBEX 2025 Resmi Dibuka: Sinergi Franchise dan Teknologi Digital Dorong Lahirnya Wirausaha Masa Depan
Pelindo Regional 4 Terima Penyerahan Izin Operasi dari Kemenhub
Danpushidrosal Tinjau Pembangunan KRI Canopus-936 di Galangan Abeking dan  Rasmussen, Jerman
Indonesia Resmi Terpilih Sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2026–2027

Berita Terkait

Sunday, 30 November 2025 - 13:47 WIB

Kereta Api Petani dan Pedagang Siap Dioperasikan, Tarif Hanya Rp3 Ribu, Ini Syarat dan Ketentuan Penggunanya

Sunday, 30 November 2025 - 13:37 WIB

Tingkatkan Kelancaran Penyeberangan Jelang Nataru, ASDP Operasikan Layanan Kapal Express Melalui Dua Dermaga di Merak-Bakauheni

Sunday, 30 November 2025 - 08:05 WIB

Komitmen Implementasi Prinsip Keberlanjutan, IPCM Raih Tiga Penghargaan pada ESG Initiative Awards 2025

Saturday, 29 November 2025 - 15:36 WIB

ASDP Jaga Denyut Mobilitas dan Bantu Pemulihan Bencana di Sumatera di Situasi Cuaca Ekstrem

Saturday, 29 November 2025 - 15:22 WIB

IFBEX 2025 Resmi Dibuka: Sinergi Franchise dan Teknologi Digital Dorong Lahirnya Wirausaha Masa Depan

Berita Terbaru