Maritim Indonesia — Jakarta International Container Terminal (JICT) menandai tonggak penting dalam sejarah operasionalnya dengan berhasil melampaui akumulasi 50 juta TEUs sejak pertama beroperasi pada 1999. Pencapaian bersejarah ini dirayakan dalam JICT Customer Appreciation Night 2025, yang mengangkat tema “50+ Million TEUs, JICT’s Contribution to Indonesia”.
Direktur Utama JICT Ade Hartono menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak hanya menggambarkan pertumbuhan volume, tetapi juga konsistensi JICT dalam menjaga keandalan layanan dan membangun kepercayaan pelanggan selama lebih dari dua dekade.
“Capaian ini adalah buah dari perjalanan panjang yang dibangun bersama pelanggan dan mitra pelayaran internasional. Di balik angka 50 juta TEUs, ada inovasi, investasi, dan komitmen kami untuk terus memperbaiki layanan,” ujar Ade.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa tahun terakhir, JICT mempercepat transformasi digital dan pembaruan infrastruktur untuk mendorong efisiensi layanan. Modernisasi mencakup pengadaan peralatan bongkar muat baru, optimalisasi teknologi terminal, hingga peningkatan aspek keamanan dan transparansi layanan.
“Kami ingin memastikan JICT tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga siap menghadapi dinamika industri pelabuhan di masa mendatang,” tambah Ade.
Dalam acara apresiasi, JICT memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan pelayaran yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan kinerja terminal. Penghargaan mencakup kategori seperti longest established service, pertumbuhan volume tertinggi, hingga kontribusi terbesar.
Acara turut menampilkan video perjalanan 26 tahun JICT serta testimoni dari berbagai mitra pelayaran internasional, di antaranya CMA CGM, COSCO, ONE, WHL, dan KMTC.
Melangkah “Beyond 50 Million TEUs”
Perayaan ditutup dengan seremoni bertajuk Beyond 50 Million TEUs sebagai simbol komitmen JICT untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan industri logistik yang semakin kompleks.
Ade menegaskan bahwa dukungan para pemangku kepentingan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan JICT.
“Dengan dukungan seluruh mitra dan pemegang saham, kami optimistis dapat memperkuat posisi JICT sebagai terminal peti kemas utama di Indonesia dan terus memberikan layanan terbaik bagi dunia logistik,” tutup Ade Hartono. (ire djafar)







