Iperindo Dorong Penerapan SMK3 yang Lebih Kuat di Industri Galangan Kapal

- Pewarta

Tuesday, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia — Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Mahardi Tunggul Wicaksono, membuka kegiatan Awareness Safety Leadership dan Bimbingan Teknis SMK3 yang diselenggarakan di Graha Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Jakarta Utara, Selasa (25/11).

Acara yang terselenggara berkat sinergi antara Ikatan Perusahaan Industri Kapal Indonesia (Iperindo), Kemenperin, Kementerian Ketenagakerjaan, dan PT BKI tersebut dihadiri sekitar 100 perwakilan industri galangan kapal dan perusahaan penunjang.

Tunggul menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian pendampingan dalam upaya memperkuat penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di industri galangan kapal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Industri perkapalan merupakan industri strategis yang mempunyai peran vital bagi perekonomian nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai sektor padat karya, padat modal, dan padat teknologi, industri perkapalan memerlukan perhatian serius agar dapat berkembang serta memiliki daya saing global.

“Bagi Indonesia, sektor maritim bukan hanya untuk aktivitas ekonomi, tetapi juga simbol kekuatan dan kedaulatan negara,” ujarnya.

Dia memaparkan hasil survei Iperindo terhadap 98 perusahaan yang terdiri dari 76 galangan dan 22 industri penunjang.

“Mayoritas perusahaan sudah menerapkan SMK3, baik sebagian maupun penuh. Namun masih terdapat sekitar 27 persen yang belum optimal,” jelasnya.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat 342 industri galangan kapal di 29 provinsi, dengan kemampuan pembangunan kapal hingga 300.000 DWT dan serapan tenaga kerja mencapai 46.000 orang. Industri ini turut diperkuat oleh 127 perusahaan komponen kapal bersertifikasi marine class.

“Pemerintah terus mendorong peningkatan daya saing industri galangan, antara lain melalui penerbitan 560 sertifikat TKDN  dengan tingkat kandungan lokal antara 10,24% hingga 81,35%,” ungkap Tunggul.

Komitmen Penguatan K3

Iperindo terus menghimbau agar SMK3 bukan sekedar slogan tetapi mendorong pentingnya arti keselamatan. Ketua Umum DPP Iperindo, Anita Puji Utami, kembali menegaskan bahwa penerapan SMK3 adalah fondasi penting bagi keberlanjutan industri galangan kapal.

“Industri galangan kapal memiliki karakteristik pekerjaan berisiko tinggi, mulai dari ruang terbatas, pekerjaan di ketinggian, hingga penggunaan bahan kimia. Dengan kompleksitas tersebut, SMK3 wajib ditempatkan sebagai prioritas utama,” ujar Anita.

Menurutnya, keselamatan kerja membutuhkan komitmen berkelanjutan dan kesadaran kolektif.

“K3 bukan hanya soal alat atau fasilitas, tetapi soal kesadaran menjaga keselamatan setiap pekerja. Karena itu, SMK3 harus dimulai dari top management,” tegasnya.

Anita juga mengingatkan bahwa sebagian besar galangan telah memiliki captive market di dalam negeri. Namun, daya saing tetap harus diperkuat melalui konsistensi K3 dan kemampuan mengadopsi teknologi terbaru, baik berbahan bakar konvensional maupun energi alternatif.

“Kita sudah punya market domestik sendiri. Namun mari sama-sama kita bersimergi agar galangan kapal nasional juga bisa lebih berdaya saing. Selain itu, kita harus mengikuti kemajuan tehnologi baik yang menggunakan fuel maupun alternatif tehnologi,” ucap Anita.

Koordinator Bidang Akreditasi K3 Kemenaker, Sudi Astono, menegaskan bahwa pemerintah menjadikan penguatan K3 sebagai salah satu fokus nasional. Ia menilai penerapan K3 di sektor maritim harus dikawal bersama agar standar keselamatan semakin meningkat.

“Peningkatan standar K3 Hlharus menjadi prioritas nasiona,” ungkapnya.

Sementara itu, Dewan Pembina Iperindo sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengingatkan pentingnya edukasi SMK3 yang lebih kuat untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

Menurutnya, kecelakaan di galangan tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga merusak reputasi perusahaan dan berpotensi mengurangi kepercayaan pengguna jasa.

“Sumber daya manusia (SDM) adalah aset terbesar, karena untuk operasional galangan kapal, bagaimana kita mengoperasikan peralatan atau teknologi ini sangat bergantung pada SDM itu sendiri,” tegas Bambang Haryo.

“Sehingga disini sudah tepat kita menyelenggarakan Bimtek untuk SMK3 atau sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang ada di industri maritim,” tambahnya.

Dia menyampaikan harapan, dengan adanya SMK3 ini konsumen dari industri pelayaran bisa lebih percaya pada industri galangan yang ada di dalam negeri, baik dari sektor atau bidang reparasi maupun bidang industri bangunan baru.

Menutup kegiatan, Anita Puji Utami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnyaoo tuan rumah.

“Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat safety culture di seluruh galangan kapal nasional. Industri kita sudah memiliki kekuatan pasar, tinggal memastikan operasionalnya aman, efisien, dan berkelanjutan,” tutup Anita.

Kegiatan dilanjutkan dengan talk show yang  menghadirkan pakar kemaritiman,  Rudianto; Direktur Utama PT BKI, R. Benny Susanto, serta perwakilan dari Kemenaker. (ire djafar)

Berita Terkait

Indonesia Mulai Persiapan Ratifikasi Konvensi Hong Kong 2009, Perkuat Keselamatan Pelayaran dan Industri Maritim Nasional
Sinergi Pelindo dengan Kemenko Perekonomian Salurkan Bantuan Pasca Bencana di Aceh
Perkuat Akses dan Nadi Perekonomian Banggai Laut, ASDP Buka Lintasan Perintis Banggai–Paisulamo–Dungkean
Awal 2026, Pelindo Terminal Petikemas Ambon Salurkan TJSL: Sembako, Santunan, Pendidikan hingga Bantuan Rumah Ibadah
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Bantuan Banjir untuk Warga Tanjung Priok
Terminal Peti Kemas Bitung Tumbuh Solid di 2025, Kinerja Lampaui Target dan Optimistis Hadapi 2026
Persekutuan Oikumene Pelindo Group Area Makassar Rayakan Natal 2025
Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen

Berita Terkait

Friday, 16 January 2026 - 03:50 WIB

Indonesia Mulai Persiapan Ratifikasi Konvensi Hong Kong 2009, Perkuat Keselamatan Pelayaran dan Industri Maritim Nasional

Thursday, 15 January 2026 - 13:57 WIB

Sinergi Pelindo dengan Kemenko Perekonomian Salurkan Bantuan Pasca Bencana di Aceh

Thursday, 15 January 2026 - 11:43 WIB

Perkuat Akses dan Nadi Perekonomian Banggai Laut, ASDP Buka Lintasan Perintis Banggai–Paisulamo–Dungkean

Thursday, 15 January 2026 - 10:20 WIB

Awal 2026, Pelindo Terminal Petikemas Ambon Salurkan TJSL: Sembako, Santunan, Pendidikan hingga Bantuan Rumah Ibadah

Thursday, 15 January 2026 - 04:36 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Bantuan Banjir untuk Warga Tanjung Priok

Berita Terbaru