BMKG Peringatkan Cuaca Laut Ekstrem, Gelombang Tinggi Lebih Sering Terjadi pada Desember–Februari

- Pewarta

Thursday, 4 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat mengenai potensi cuaca laut ekstrem di berbagai perairan Indonesia pada periode Desember, Januari, hingga Februari (DJF). Pada periode ini, gelombang tinggi diperkirakan lebih sering muncul seiring meningkatnya aktivitas atmosfer.

BMKG menjelaskan bahwa secara klimatologis, gelombang laut pada bulan Desember – Februari memang cenderung lebih tinggi dibandingkan periode lainnya. Faktor pemicunya beragam, mulai dari perubahan pola angin monsun hingga interaksi fenomena atmosfer skala regional maupun global.

Awal Musim Monsun: Gelombang Mulai Meningkat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memasuki Desember, monsun Asia mulai ‘menghangat’. Pola angin dari Laut China Selatan hingga sekitar Kepulauan Natuna menunjukkan tanda-tanda penguatan, dengan kecepatan lebih dari 18 km/jam (>10 knot).

Namun BMKG mencatat, angin di sejumlah perairan dalam seperti Selat Karimata, Laut Jawa, dan Laut Banda masih relatif lemah (11–18 km/jam atau 6–10 knot), sehingga gelombang di area tersebut umumnya masih di bawah 1 meter.

Januari Jadi Puncak Gelombang Tinggi

Memasuki Januari, angin monsun mencapai fase terkuatnya. Embusan angin tidak hanya meningkat, tetapi juga merata di berbagai perairan dalam, mulai dari Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Maluku, Laut Halmahera, hingga Laut Banda.

Kecepatan angin pada fase ini umumnya melebihi 18,5 km/jam (>10 knot), sehingga memicu:

– Gelombang yang dapat mencapai lebih dari 1 meter
– Laut menjadi lebih bergejolak
– Risiko keselamatan pelayaran meningkat.

BMKG meminta pelaku kegiatan laut mulai dari nelayan, operator transportasi, hingga wisata bahari untuk meningkatkan kewaspadaan sepanjang periode ini.

Februari Mulai Mereda, Tapi Tak Semua Wilayah Aman

Pada Februari, monsun Asia mulai melemah dan angin di perairan dalam kembali turun ke kisaran 7–18 km/jam (4–10 knot). Kondisi ini membuat gelombang di banyak wilayah menurun.

Meski begitu, beberapa perairan yang berhubungan langsung dengan samudra terbuka seperti Laut Sulawesi, Laut Halmahera, Laut Sawu, dan kawasan Kepulauan Tanimbar masih berpotensi mengalami gelombang di atas 0,75 meter. Ini menandakan kondisi belum sepenuhnya stabil.

Fenomena Atmosfer yang Berperan

BMKG menyebut dinamika atmosfer dan laut Indonesia dipengaruhi berbagai fenomena skala besar hingga lokal, seperti:

– ENSO (El Niño–Southern Oscillation)
– Indian Ocean Dipole (IOD)
– Madden Julian Oscillation (MJO)
– Gelombang Kelvin dan Rossby
– Siklus angin darat–laut harian
– Cold surge, Borneo vortex, hingga potensi siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.

Selain itu, kontur geografis Indonesia yang kompleks membuat angin sering berbelok akibat adanya gunung, lembah, dan pulau-pulau kecil. Pola angin lokal inilah yang turut memengaruhi tinggi dan arah gelombang.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

BMKG mengimbau masyarakat yang bekerja maupun beraktivitas di laut terutama nelayan dan operator kapal untuk rutin memperbarui informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini.

Kondisi cuaca laut yang lebih aktif pada Desember – Februari perlu diantisipasi untuk meminimalkan potensi kecelakaan maupun kerugian. (novia)

– idj / idj —

Berita Terkait

Pushidrosal Perkuat Sinergi dengan Kemendiktisaintek, Dorong Riset Kelautan Nasional
PT Termimal Teluk Lamong Group Catat Pertumbuhan 13,3 % pada Semester l 2026, Perkuat Konektivitas Maritim dan Transformasi Digital
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Sunda Kelapa Gelar Doa Bersama serta Santunan Anak Yatim
Pelindo Regional 2 Salurkan Santunan kepada 300 Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial di Lingkungan Pelabuhan
Mahasiswa Poltrada Bali Dalami Industri Logistik Otomotif Lewat Kunjungan ke IPCC
Program Diskon Transportasi PELNI Disambut Antusias, Kuota Terserap 96 Persen
Kejati Bangka Belitung dan Pelindo Regional 2 Perkuat Sinergi Penanganan Hukum
PELNI Perluas Jangkauan Layanan Keagenan Kapal hingga Malaysia

Berita Terkait

Thursday, 23 July 2026 - 09:13 WIB

Pushidrosal Perkuat Sinergi dengan Kemendiktisaintek, Dorong Riset Kelautan Nasional

Wednesday, 22 July 2026 - 12:47 WIB

PT Termimal Teluk Lamong Group Catat Pertumbuhan 13,3 % pada Semester l 2026, Perkuat Konektivitas Maritim dan Transformasi Digital

Wednesday, 22 July 2026 - 12:02 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Sunda Kelapa Gelar Doa Bersama serta Santunan Anak Yatim

Wednesday, 22 July 2026 - 11:39 WIB

Pelindo Regional 2 Salurkan Santunan kepada 300 Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial di Lingkungan Pelabuhan

Tuesday, 21 July 2026 - 12:38 WIB

Mahasiswa Poltrada Bali Dalami Industri Logistik Otomotif Lewat Kunjungan ke IPCC

Berita Terbaru