Peluang Besar, Tantangan Kian Kompleks 2026, Pelaku Usaha di Pelabuhan Priok Sepakat Perkuat Kolaborasi

- Pewarta

Tuesday, 9 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Menutup penghujung 2025, para pelaku usaha di ekosistem Pelabuhan Tanjung Priok mulai memetakan tantangan yang bakal dihadapi tahun depan. Dalam diskusi bertajuk “Peluang dan Tantangan Bisnis di Pelabuhan Tanjung Priok 2026” yang digelar Indonesia Port Editor Club (IPEC) pada Selasa (9/12/2025), berbagai stakeholder menegaskan pentingnya kolaborasi dan kesiapan regulasi untuk menjaga stabilitas aktivitas logistik.

Kepala KSOP Tanjung Priok, Capt Heru Susanto, membuka pertemuan ini dengan menegaskan bahwa bisnis pelabuhan bergerak semakin cepat. Menurutnya, tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi Priok yang tengah menjalani transformasi besar sebagai pelabuhan berkelas internasional.

Ia memaparkan tiga agenda prioritas yang sedang disiapkan: penerapan Business Continuity Management System (BCMS), kerja sama dengan Imigrasi untuk percepatan penerbitan Buku Pelaut, serta penguatan satu komando untuk penanganan tumpahan minyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“BCMS ini bukan hanya soal kelangsungan bisnis, tapi juga menyentuh aspek keamanan siber yang semakin krusial di pelabuhan,” ujarnya.

Dinamika Priok juga terlihat dari tingginya ketergantungan arus barang nasional terhadap pelabuhan ini. Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputera, mengungkapkan bahwa sekitar 65% arus kargo ekspor-impor maupun domestik ditangani melalui Priok.

“Kalau operasional terganggu sedikit saja, dampaknya bisa langsung mengubah peta bisnis logistik nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua INSA Jaya, Andi Pattonangi, menekankan perlunya modernisasi dan strategi yang lebih terintegrasi agar Priok tetap menjadi lokomotif pertumbuhan logistik nasional. Ia melihat peluang yang makin terbuka apabila pelaku usaha mampu bergerak serempak dengan arah transformasi pelabuhan.

Dari sisi rantai pasok, Ketua ALFI DKI Jakarta, Adil Karim, menilai prospek logistik tahun depan masih positif. Pertumbuhan e-commerce, transportasi, dan pergudangan dinilai akan menjadi pendorong utama.

“Isu lingkungan kini makin relevan. Jasa logistik berbasis kendaraan listrik dan optimasi rute untuk menekan emisi perlahan akan jadi standar baru,” katanya.

Namun Adil mengingatkan bahwa tantangan 2026 juga tidak kecil. Sejumlah isu seperti pembatasan angkutan barang saat Hari Raya dan Nataru, regulasi ODOL, hingga kesiapan infrastruktur digital dinilai masih menjadi pekerjaan rumah.

“Adaptasi teknologi yang belum merata dan kompetensi SDM juga harus diperhatikan,” tambahnya.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga Oktober 2025 mencapai 5,05%, sementara sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 12,53%.

Digitalisasi, pembangunan infrastruktur, dan melonjaknya aktivitas perdagangan daring disebut sebagai pendorong utama.

Diskusi ini dihadiri para pimpinan asosiasi seperti APBMI, ALFI, ISAA, INSA, Aptrindo, serta manajemen terminal dan anak usaha Pelindo Group.

Para pelaku usaha sepakat bahwa 2026 akan menjadi tahun penuh tantangan, namun tetap menyimpan peluang besar jika transformasi dan kolaborasi berjalan searah. (ire djafar)

Berita Terkait

Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar
Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur
Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional
Pascagempa NTT, Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan
EPI Perkuat Keandalan Layanan OPS melalui SLA-SLG, Dukung Transformasi Green Port Tanjung Priok
Tekankan Profesionalisme dan Integritas Perwira Hidrografi, Danpushidrosal Bekali Pasis Dikspespa Hidros, Mahasiswa S1 dan S2 STTAL Hidros
Perkuat Budaya K3, IPCC Bekali TKBM dengan Sertifikasi Basic K3
KM Tidar Kirimkan Barang Bantuan TJSL PELNI Group

Berita Terkait

Wednesday, 26 August 2026 - 20:28 WIB

Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar

Saturday, 22 August 2026 - 21:58 WIB

Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

Saturday, 22 August 2026 - 14:17 WIB

Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional

Friday, 21 August 2026 - 21:54 WIB

Pascagempa NTT, Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan

Thursday, 20 August 2026 - 12:02 WIB

EPI Perkuat Keandalan Layanan OPS melalui SLA-SLG, Dukung Transformasi Green Port Tanjung Priok

Berita Terbaru