
Maritim Indonesia — Menyambut pergantian tahun, Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), Liana Trisnawati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha dan pemangku kepentingan atas kolaborasi dan sinergi yang terjaga sepanjang tahun 2025.
ABUPI menegaskan bahwa kepastian regulasi dan kepastian hukum, serta konsistensi kebijakan di tingkat pusat dan daerah, merupakan faktor kunci dalam menjaga kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan investasi di sektor kepelabuhanan. Regulator diharapkan semakin proaktif merangkul dunia usaha melalui kebijakan yang jelas, implementatif, dan berorientasi jangka panjang.
Selain itu, ABUPI berharap ke depan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam pengelolaan pelabuhan, baik melalui skema konsesi maupun bentuk kerja sama lainnya yang transparan, berkeadilan, dan saling menguntungkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pergantian tahun adalah momentum untuk menjadi lebih baik. Tanpa kepastian usaha dan iklim investasi yang kondusif, pelabuhan nasional akan sulit tumbuh kompetitif. Kolaborasi dan konektivitas harus ditopang oleh regulasi yang kuat dan berkeadilan,” ujar Okke Permadhi, Sekretaris Jenderal ABUPI.
Memasuki tahun 2026, ABUPI berkomitmen mendukung program pemerintah melalui peningkatan layanan pelabuhan, percepatan perizinan, digitalisasi, menyediakan SDM kepekabuhanan serta pengembangan pelabuhan yang efisien dan berkelanjutan guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai logistik global.
Ketua Umum ABUPI Liana Trisnawati menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh pemangku kepentingan kepelabuhanan nasional. Ia menegaskan, dengan kepastian regulasi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha, pelabuhan Indonesia siap melaju lebih kompetitif dan berdaya saing di kancah global.
“Selamat Tahun Baru 2026, dengan regulasi yang pasti dan kolaborasi yang kuat, pelabuhan Indonesia siap melaju lebih kompetitif dan berdaya saing global,” ucap Liana Trisnawati. (ire djafar)







