SCI: Konflik Geopolitik AS–Venezuela Berpotensi Ganggu Efisiensi Logistik Global

- Pewarta

Tuesday, 6 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia -Eskalasi ketegangan geopolitik global kembali meningkat menyusul serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi dan kelancaran rantai pasok global. Situasi ini terjadi di tengah upaya Indonesia memperluas diversifikasi pasar ekspor, khususnya ke kawasan Amerika Selatan melalui berbagai inisiatif kerja sama perdagangan.

Supply Chain Indonesia (SCI) menilai bahwa meskipun konflik tersebut tidak berdampak langsung terhadap jalur perdagangan Indonesia–Amerika Selatan, potensi dampak lanjutan (secondary impact) tetap perlu diwaspadai. Gangguan geopolitik di negara produsen energi berisiko memicu volatilitas harga minyak global yang pada akhirnya berdampak pada biaya bahan bakar dan ongkos logistik internasional.

Kenaikan biaya bunker dan penyesuaian surcharge pelayaran berpotensi meningkatkan biaya freight pada rute lintas Pasifik maupun rute dengan transit di hub utama global. Kondisi ini dapat menekan daya saing harga produk ekspor Indonesia, terutama untuk komoditas manufaktur dan produk bernilai tambah menengah yang sensitif terhadap biaya logistik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Founder dan CEO SCI Setijadi menjelaskan, selain faktor biaya, eskalasi ketegangan global juga berpotensi memengaruhi reliabilitas jadwal pengiriman. Penyesuaian rute pelayaran, konsolidasi muatan, hingga perubahan port of call oleh perusahaan pelayaran dapat memperpanjang lead time dan meningkatkan ketidakpastian pasokan ke pasar Amerika Selatan, termasuk ke negara tujuan utama seperti Peru dan Brasil.

Dari sisi permintaan, SCI mencermati kecenderungan buyer di kawasan tersebut untuk bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan impor. Importir cenderung memperketat klausul kontrak, meminta fleksibilitas jadwal pengiriman, serta menuntut jaminan kontinuitas pasokan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Rekomendasi SCI

Menghadapi kondisi tersebut, SCI menekankan kepentingan penguatan supply chain resilience bagi eksportir Indonesia. Diversifikasi rute pengiriman dan mitra logistik menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur atau satu penyedia jasa pelayaran.

SCI juga merekomendasikan agar eksportir secara proaktif meninjau dan menyesuaikan klausul kontrak ekspor, khususnya yang berkaitan dengan jadwal pengiriman, mekanisme penyesuaian biaya logistik, serta pengaturan force majeure. Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan hubungan bisnis dengan buyer di tengah dinamika global yang cepat berubah.

Selain itu, eksportir Indonesia perlu meningkatkan perencanaan persediaan dan manajemen lead time, termasuk mempertimbangkan buffer stock atau safety time untuk kontrak berulang. Strategi ini bertujuan menjaga service level dan kepercayaan pasar, meskipun terjadi gangguan pada sistem transportasi internasional.

SCI menegaskan bahwa eskalasi geopolitik global tidak seharusnya menghambat agenda diversifikasi pasar ekspor Indonesia ke Amerika Selatan. Dengan strategi logistik yang adaptif, komunikasi yang transparan dengan mitra dagang, serta penguatan manajemen risiko rantai pasok, Indonesia justru berpeluang memperkuat posisi sebagai mitra dagang yang handal dan kompetitif di kawasan tersebut. (ire djafar)

Berita Terkait

Gelombang Kedua, Kapal PELNI Angkut Ratusan Ton Barang Bantuan ke NTT
Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis
Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%
Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer
Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar
Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur
Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional
Pascagempa NTT, Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan

Berita Terkait

Saturday, 29 August 2026 - 18:10 WIB

Gelombang Kedua, Kapal PELNI Angkut Ratusan Ton Barang Bantuan ke NTT

Friday, 28 August 2026 - 21:26 WIB

Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis

Friday, 28 August 2026 - 11:17 WIB

Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%

Friday, 28 August 2026 - 10:06 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer

Wednesday, 26 August 2026 - 20:28 WIB

Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar

Berita Terbaru