Maritim Indonesia – Indonesia Women in Transportation and Logistics (IWTL) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan berpartisipasi dalam kegiatan reboisasi CSR di lereng Gunung Merbabu, yang telah memasuki tahun ketiga secara berturut-turut. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Gerakan 1.001 Pendaki Tanam Pohon (1.001 PTP) ke-11 yang telah dilaksanakan pada 17–18 Januari di Bukit Delok, Dusun Sokowolu, Kelurahan Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Gerakan lingkungan ini digagas oleh Komunitas Gugur Gunung Salatiga Peduli, dengan fokus pemulihan kawasan lereng Gunung Merbabu yang sebelumnya mengalami kerusakan vegetasi cukup parah akibat kebakaran hutan. Bukit Delok diketahui menjadi salah satu area yang paling terdampak, sehingga ditetapkan sebagai lokasi utama reboisasi.
Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 1.000 bibit pohon ditanam, terdiri dari pohon puspa sebagai tanaman endemik Merbabu, serta bibit kakao dan afrika yang juga dibagikan kepada warga sekitar. Seluruh bibit tanaman tersebut merupakan dukungan dari Yayasan Kayuwangi, yang aktif mendukung kegiatan konservasi di Salatiga dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
IWTL turut ambil bagian dalam aksi penanaman pohon ini, yang diwakili langsung oleh Ketua Umum IWTL, Susana Riana Sari; Sekretaris Jenderal IWTL, Dewi Waisin, serta anggota IWTL lainnya, bersama relawan lintas komunitas terjun langsung menanam bibit pohon di area reboisasi.
Mengusung semangat “Menanam Menyulam Warisan”, Ketua Umum IWTL Susana Riana Sari menegaskan bahwa keterlibatan IWTL dalam kegiatan ini merupakan wujud empati dan tanggung jawab bersama untuk menjaga alam agar tetap lestari.
“Menanam menyulam warisan adalah tentang empati dan keberanian mengambil tanggung jawab. Ketika kita menanam pohon hari ini, kita sedang menjaga bumi agar tetap hidup esok hari. Lereng Gunung Merbabu bukan hanya soal gunung, tetapi soal masa depan, tentang mencegah erosi, banjir besar, dan kerusakan lingkungan yang dampaknya dirasakan banyak orang,” ujar Susana di sela kegiatan penanaman.
Ia juga mengingatkan agar kerusakan alam tidak terus berulang akibat egoisme pribadi atau golongan tertentu. Menurutnya, berbagai bencana lingkungan yang pernah terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di Sumatra, harus menjadi pengingat bersama bahwa alam yang rusak akan selalu menimbulkan dampak sosial yang luas.
“Jangan sampai tanah kita gundul hanya karena kepentingan sesaat. Alam rusak bukan karena kita tidak tahu cara menjaganya, tetapi karena kita memilih untuk abai. IWTL memilih untuk hadir, menanam, dan menjaga,” tegasnya.
Sementara itu, rangkaian kegiatan 1.001 PTP ke-11 diawali dengan apel relawan dan dilanjutkan dengan penanaman massal bibit pohon. Selain aksi tanam, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi lintas komunitas dalam menjaga kelestarian alam.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan reboisasi ini, IWTL mengajak seluruh pemangku kepentingan, komunitas, dan masyarakat luas untuk tidak lelah menjaga alam.
“Reboisasi bukan hanya soal menanam pohon, melainkan tentang merawat bumi agar tetap layak diwariskan kepada generasi mendatang,” tambah Susana.
“Merawat alam bukan pilihan, melainkan kewajiban. Mari kita jaga bersama, mulai dari menanam hari ini, untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya. (ire djafar)







