Danantara Dorong Transformasi Krakatau Steel, Perkuat Infrastruktur Maritim dan Industri Baja Nasional

- Pewarta

Thursday, 5 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Nasional – Upaya memperkuat industri maritim nasional tidak lepas dari ketersediaan baja yang sehat dan berdaya saing. Dalam konteks tersebut, PT Danantara Indonesia terus memperkuat transformasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk guna memastikan pasokan baja domestik yang mampu menopang pembangunan pelabuhan, galangan kapal, dan infrastruktur maritim nasional.

Sebagai perusahaan baja nasional yang berdiri sejak 1970, Krakatau Steel telah lama menjadi bagian penting dari perjalanan industrialisasi Indonesia. Dalam perjalanannya, perusahaan juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan industri baja global hingga persoalan struktural yang mendorong dilakukannya restrukturisasi dan pembenahan secara menyeluruh.

Melalui proses restrukturisasi dan perbaikan yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir, Krakatau Steel kini berada pada fase pemulihan dengan fondasi yang semakin kuat, baik dari sisi keuangan, operasional, maupun tata kelola perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pembenahan Krakatau Steel merupakan bagian dari roadmap pertumbuhan industri nasional yang tengah disiapkan oleh Danantara Indonesia.

“Kami ingin industri nasional ke depan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Karena itu, sejumlah proyek strategis sedang kami jalankan, dan salah satunya adalah perbaikan terhadap Krakatau Steel,” ujar Dony.

Menurutnya, kondisi Krakatau Steel saat ini menunjukkan perbaikan yang nyata.

“Krakatau Steel hari ini sudah memasuki fase menuju sehat secara finansial. Danantara telah melakukan intervensi dan perbaikan terhadap kesehatan perusahaan, sehingga Krakatau Steel memiliki dasar yang lebih kuat untuk melangkah ke tahap pengembangan berikutnya,” lanjutnya.

Memasuki tahun 2026, fokus transformasi diarahkan pada penguatan industri baja nasional melalui pengembangan sektor hulu (upstream) sebagai bagian dari agenda hilirisasi. Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah penambahan kapasitas produksi baja.

“Salah satu proyek yang kami dorong adalah pengembangan upstream industri baja, yang akan segera memasuki tahap groundbreaking, dengan penambahan kapasitas sekitar 3 juta ton,” jelas Dony.

Selain itu, Danantara juga mendorong tumbuhnya industrialisasi di berbagai sektor yang memiliki keterkaitan langsung dengan baja. Dengan meningkatnya aktivitas industri, kebutuhan terhadap pasokan baja domestik pun diperkirakan akan terus meningkat.

“Dengan munculnya industrialisasi di berbagai sektor, kita tentu membutuhkan suplai baja yang kuat. Krakatau Steel diharapkan dapat mengambil peran penting dalam menjawab kebutuhan tersebut,” tutup Dony.

Melalui transformasi yang berkelanjutan ini, Danantara optimistis Krakatau Steel dapat kembali memperkuat perannya sebagai penggerak utama industri baja nasional yang lebih sehat, kompetitif, dan siap mendukung agenda pembangunan Indonesia ke depan.

Penguatan sektor hulu baja juga diharapkan dapat mendukung pembangunan infrastruktur strategis, termasuk pelabuhan, galangan kapal, serta kawasan industri maritim yang membutuhkan pasokan baja dalam jumlah besar dan berkelanjutan. (novia)

— idj / idj —

 

 

Berita Terkait

Kinerja Bongkar Muat Positif, IPC TPK Perkuat Budaya K3 lewat Defensive Driving
Pelindo Siap Layani Arus Mudik Lebaran Di 63 Terminal Penumpang
Torehan Awal Tahun 2026, Arus Petikemas PT Terminal Teluk Lamong Tumbuh 9%
PELNI Gagalkan Penyelundupan Satwa Langka Asli Papua
Penerapan Diskon dan Single Tarif Mudik Lebaran 2026: Layanan Penyeberangan Kian Terjangkau dan Nyaman
Capaian Safety SPJM: 19 Juta Jam Pelayanan dengan Zero Fatality
Danantara Tinjau Proyek Strategis di Sumatera Barat, Dorong Efisiensi Logistik dan Penguatan Ekonomi Daerah
PTP Nonpetikemas Raih Penghargaan The Best Terminal HSSE Risk Control and Strengthening & Recognition 2025

Berita Terkait

Sunday, 22 February 2026 - 13:32 WIB

Kinerja Bongkar Muat Positif, IPC TPK Perkuat Budaya K3 lewat Defensive Driving

Sunday, 22 February 2026 - 13:14 WIB

Pelindo Siap Layani Arus Mudik Lebaran Di 63 Terminal Penumpang

Sunday, 22 February 2026 - 13:08 WIB

Torehan Awal Tahun 2026, Arus Petikemas PT Terminal Teluk Lamong Tumbuh 9%

Sunday, 22 February 2026 - 08:54 WIB

PELNI Gagalkan Penyelundupan Satwa Langka Asli Papua

Sunday, 22 February 2026 - 07:54 WIB

Penerapan Diskon dan Single Tarif Mudik Lebaran 2026: Layanan Penyeberangan Kian Terjangkau dan Nyaman

Berita Terbaru

Berita

PELNI Gagalkan Penyelundupan Satwa Langka Asli Papua

Sunday, 22 Feb 2026 - 08:54 WIB