Kunjungan Kapal Pesiar Tembus 215 Call pada 2025, Pelindo Optimistis Sambut Pertumbuhan 2026

- Pewarta

Friday, 6 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat pertumbuhan signifikan aktivitas kapal pesiar sepanjang 2025. Perseroan melayani 215 kunjungan kapal pesiar dengan total 424.507 penumpang melalui terminal penumpang yang dikelola perusahaan.

Capaian ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 149 kunjungan, meningkat menjadi 190 kunjungan pada 2024, dan kembali tumbuh pada 2025 menjadi 215 kunjungan. Pertumbuhan tersebut semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi penting dalam jaringan pelayaran kapal pesiar global.

Kedatangan ratusan ribu wisatawan mancanegara melalui kapal pesiar turut mendorong aktivitas pariwisata di berbagai destinasi unggulan, mulai dari Bali hingga kawasan Nusa Tenggara dan Sulawesi, sekaligus memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menyampaikan bahwa tren positif ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku industri kapal pesiar internasional terhadap kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan pelabuhan yang dikelola Perseroan.

“Pertumbuhan kunjungan kapal pesiar dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan semakin kuatnya daya tarik Indonesia sebagai destinasi kapal pesiar, sekaligus menunjukkan kepercayaan global terhadap kualitas layanan dan infrastruktur pelabuhan yang dikelola Pelindo,” ujar Ali.

Lebih lanjut, Pelindo terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, operator kapal pesiar, agen wisata, serta pemangku kepentingan lainnya guna memastikan setiap kunjungan kapal pesiar memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan serta manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat setempat.

Salah satu kontributor utama trafik kapal pesiar adalah Pelabuhan Benoa, yang tercatat sebagai hub utama dengan 65 kunjungan dan 146.105 penumpang sepanjang 2025. Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan operator kapal pesiar internasional terhadap kapasitas dan kualitas layanan Benoa sebagai gerbang utama wisata bahari Indonesia.

Untuk memperkuat posisi tersebut, Pelindo terus mengakselerasi pengembangan pelabuhan melalui proyek Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas sandar kapal pesiar berukuran besar serta membuka peluang hadirnya lebih banyak rute pelayaran internasional ke Bali.

Sementara itu, Ketut Yasa, Direktur Pelaksana Destination Asia, menyatakan bahwa pengembangan infrastruktur yang dilakukan Pelindo, termasuk pendalaman alur dan perpanjangan dermaga di Pelabuhan Benoa serta pengoperasian Terminal Gilimas, telah memungkinkan kapal pesiar berukuran besar hingga panjang 347 meter bersandar di Indonesia.

“Program pengembangan pelabuhan yang dilakukan Pelindo, khususnya untuk pelabuhan kapal pesiar, telah memberikan kemudahan dalam pelayanan jasa kepelabuhanan. Pendalaman alur, perpanjangan dermaga di Pelabuhan Benoa, serta pengoperasian Terminal Gilimas memungkinkan kapal pesiar berukuran besar hingga 347 meter untuk bersandar di Indonesia, sehingga dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan kapal pesiar semakin meningkat,” ujar Ketut Yasa.

Memasuki 2026, prospek industri kapal pesiar tetap menunjukkan tren positif. Hingga awal tahun, ratusan kunjungan kapal pesiar telah terjadwal dan memperoleh persetujuan untuk bersandar di pelabuhan yang dikelola Pelindo. Hal ini mencerminkan kepercayaan berkelanjutan dari pelaku industri terhadap kesiapan infrastruktur, standar layanan, dan aspek keamanan pelabuhan.

“Melalui pengelolaan pelabuhan yang terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor, Pelindo berkomitmen untuk terus memperkuat konektivitas maritim serta mendukung pertumbuhan industri kapal pesiar yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” pungkas Ali. (ire djafar)

Berita Terkait

KSOP Kelas II Cirebon Gandeng Tiga Lembaga Pendidikan, Perkuat Kompetensi SDM Maritim
Kemenhub dan Finnet Indonesia Teken Kerja Sama Payment Gateway untuk Platform Digital MaritimHub
Jaga Kelancaran Arus Barang. Bea Cukai, KSOP dan Pelindo Berkomitmen untuk Mempercepat Pemeriksaan Petikemas
Sampaikan Pesan Presiden Prabowo, Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO
EAZI Percepat Pergantian Kapal hingga 70 Persen, TPK Nilam Raih Rekor Bongkar Muat Tertinggi
Dua Tahun Berturut-turut Tak Masuk Daftar Kasus ILC, Menaker: Bukti Dialog Sosial di Indonesia Terwujud
Tingkatkan Tata Kelola Regulasi Maritim, Kemenhub Gelar Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Pemanduan Kapal
Wujudkan Prajurit Profesional, Pushidrosal Gelar Bulan Profesi Tahun 2026

Berita Terkait

Thursday, 11 June 2026 - 16:49 WIB

KSOP Kelas II Cirebon Gandeng Tiga Lembaga Pendidikan, Perkuat Kompetensi SDM Maritim

Thursday, 11 June 2026 - 16:42 WIB

Kemenhub dan Finnet Indonesia Teken Kerja Sama Payment Gateway untuk Platform Digital MaritimHub

Thursday, 11 June 2026 - 16:36 WIB

Jaga Kelancaran Arus Barang. Bea Cukai, KSOP dan Pelindo Berkomitmen untuk Mempercepat Pemeriksaan Petikemas

Thursday, 11 June 2026 - 16:16 WIB

Sampaikan Pesan Presiden Prabowo, Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO

Wednesday, 10 June 2026 - 15:26 WIB

EAZI Percepat Pergantian Kapal hingga 70 Persen, TPK Nilam Raih Rekor Bongkar Muat Tertinggi

Berita Terbaru