Dirjen Hubla Tinjau Operasional Pelabuhan Yos Sudarso Merauke

- Pewarta

Sunday, 17 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Anto Julianto, meninjau langsung kondisi operasional Pelabuhan Yos Sudarso Merauke, Papua Selatan, Selasa (21/4), baru-baru ini. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan infrastruktur pelabuhan di tengah meningkatnya arus logistik.

Dalam kunjungan tersebut, Anto menyoroti tingginya potensi komoditas di Merauke, seperti gula, beras, dan jagung, yang perlu diimbangi dengan sistem distribusi dan infrastruktur yang memadai.

“Saya pikir banyak masukan dan informasi yang diberikan. Potensi komoditas di Merauke menjadi perhatian, terutama bagaimana mobilitas dan distribusi barang bisa difasilitasi dengan lebih optimal,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, penguatan infrastruktur dan sistem logistik di wilayah Papua Selatan menjadi bagian penting dalam mendorong efisiensi logistik nasional serta memperkuat konektivitas maritim.

Berdasarkan peninjauan di lapangan, aktivitas bongkar muat di pelabuhan menunjukkan tren peningkatan signifikan. Yard Occupancy Ratio (YOR) tercatat mencapai sekitar 90 persen, yang mengindikasikan kondisi lapangan penumpukan petikemas berada dalam kategori padat. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan kapasitas serta meningkatnya waktu tunggu kapal.

Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah pengembangan untuk mengatasi kepadatan tersebut.

“Seluruh rencana pengembangan yang kami lakukan mengacu pada Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang saat ini masih dalam proses, sehingga tetap berada dalam koridor perencanaan jangka panjang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kepadatan juga dipengaruhi oleh aktivitas stuffing dan stripping yang masih dilakukan di dalam terminal serta belum optimalnya arus keluar kontainer dari pelabuhan.

Sebagai solusi, Pelindo merencanakan pembangunan depo petikemas di luar area pelabuhan yang akan difungsikan sebagai buffer yard untuk mengurangi kepadatan di dalam terminal. Lokasi depo direncanakan berada sekitar 500 meter dari pelabuhan, namun masih memerlukan dukungan pemerintah daerah, khususnya terkait akses jalan.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, operator pelabuhan, dan pemerintah daerah dalam mempercepat pengembangan infrastruktur pendukung logistik di Merauke. (ire djafar)

Berita Terkait

Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi
Danpushidrosal Terima Alexander Dalrymple Award 2026, Pengakuan atas Kontribusi Hidrografi Indonesia
Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman
Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional
PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT untuk Dukung Konektivitas Nasional
Inovasi Baru Terminal Teluk Lamong : Luncurkan Lamong Cukur, Terobosan Baru Program TJSL
PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Keselamatan Masyarakat Pesisir
IPCM Perluas Pasar, Perkuat Operasional di Balikpapan dan Tarakan

Berita Terkait

Wednesday, 14 October 2026 - 11:45 WIB

Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi

Tuesday, 13 October 2026 - 17:29 WIB

Danpushidrosal Terima Alexander Dalrymple Award 2026, Pengakuan atas Kontribusi Hidrografi Indonesia

Monday, 12 October 2026 - 17:05 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

Sunday, 11 October 2026 - 18:20 WIB

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional

Friday, 9 October 2026 - 10:43 WIB

PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT untuk Dukung Konektivitas Nasional

Berita Terbaru

Berita

Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi

Wednesday, 14 Oct 2026 - 11:45 WIB