Bali, 11 Juni 2026* – Di tengah derasnya arus modernisasi, desa adat tetap menjadi jantung kehidupan masyarakat Bali. Dari ruang-ruang komunal inilah tradisi diwariskan, nilai gotong royong dipelihara, dan identitas budaya Bali terus hidup lintas generasi.
Menyadari peran strategis desa adat sebagai penjaga warisan budaya sekaligus penguat kohesi sosial masyarakat, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyalurkan bantuan sarana dan prasarana senilai lebih dari Rp1 miliar pada Rabu (10/6).
Bantuan tersebut menjadi bentuk komitmen ASDP dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat fasilitas yang menunjang aktivitas keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan di berbagai desa adat di Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dijaga melalui nilai dan tradisi, tetapi juga perlu didukung oleh infrastruktur yang memadai agar dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Desa adat bukan hanya institusi sosial yang menjaga tradisi dan kearifan lokal, tetapi juga menjadi pusat kehidupan masyarakat yang memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong. Karena itu, kami berkomitmen untuk turut mendukung keberlanjutan desa adat melalui penyediaan sarana dan prasarana yang dapat menunjang aktivitas keagamaan, sosial, dan budaya masyarakat,” ujar Heru.
Sebagai wujud komitmen tersebut, ASDP menyalurkan bantuan yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pembangunan dan perbaikan fasilitas desa adat, mulai dari renovasi dan penguatan sarana pura hingga betonisasi jalan di lingkungan desa adat.
Program ini menjangkau sejumlah wilayah di Bali dan diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, mendukung kelancaran kegiatan keagamaan, serta memperkuat fungsi fasilitas umum yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat adat.
Momentum penyaluran bantuan ini juga bertepatan dengan rangkaian perayaan Hari Raya Galungan, salah satu momentum sakral bagi umat Hindu di Bali. Dengan sarana dan prasarana yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menjalankan berbagai aktivitas adat dan keagamaan dengan lebih nyaman, aman, dan khidmat. Lebih dari itu, dukungan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keberlangsungan tradisi serta nilai-nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
*Warisan Budaya*
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa program bantuan sarana dan prasarana desa adat ini juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pelestarian warisan budaya dan penguatan komunitas lokal.
“Kami meyakini bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga mencakup upaya menjaga warisan budaya serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Melalui dukungan kepada desa adat dan pura, kami ingin berkontribusi dalam menciptakan komunitas yang inklusif, tangguh, dan tetap mampu melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas bangsa,” jelas Windy.
Sebagai perusahaan yang menghubungkan pulau-pulau di Indonesia, ASDP terus berkomitmen menghadirkan manfaat yang melampaui layanan transportasi penyeberangan. Melalui berbagai program tanggung jawab sosial yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat, ASDP berupaya memastikan kehadirannya turut memberikan dampak positif bagi pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi di berbagai daerah, sejalan dengan perannya sebagai penghubung Nusantara.
*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*







