Ekspor Perdana dari Terminal Kijing Resmi Dimulai, Pelindo Dorong Efisiensi Logistik dan Daya Saing Ekspor Kalimantan Barat

- Pewarta

Tuesday, 30 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelepasan ekspor perdana menggunakan petikemas melalui Terminal Kijing Mempawah diresmikan Gubernur Kalimantan Barat, Keterangan Foto (dari kiri ke kanan): Kepala Kantor KSOP Kelas I Pontianak Dian Wahdiana, Executive Director Regional 2 Pelindo Budi Prasetyo, Direktur Komersial Pelindo Farid Padang, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Bupati Mempawah Erlina, CEO PT Pulau Laut Line Welter Ong, dan General Manager Pelindo Regional 2 Kalbar Yanto

Pelepasan ekspor perdana menggunakan petikemas melalui Terminal Kijing Mempawah diresmikan Gubernur Kalimantan Barat, Keterangan Foto (dari kiri ke kanan): Kepala Kantor KSOP Kelas I Pontianak Dian Wahdiana, Executive Director Regional 2 Pelindo Budi Prasetyo, Direktur Komersial Pelindo Farid Padang, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Bupati Mempawah Erlina, CEO PT Pulau Laut Line Welter Ong, dan General Manager Pelindo Regional 2 Kalbar Yanto

Maritim Indonesia – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melepas ekspor perdana menggunakan peti kemas melalui Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, Senin (29/6). Pelepasan ini menjadi tonggak penting dalam optimalisasi Terminal Kijing sebagai pintu gerbang ekspor komoditas unggulan Kalimantan Barat sekaligus memperkuat konektivitas logistik nasional.

Pelepasan ekspor perdana tersebut ditandai dengan pengiriman peti kemas yang membawa berbagai komoditas unggulan Kalimantan Barat ke sejumlah negara tujuan. Dari Terminal Kijing, PT Borneo Alumina Indonesia mengekspor 12 peti kemas berisi Alumina Hydroxide dan PT Unicoco Industries Indonesia mengirimkan 2 peti kemas produk olahan kelapa menuju Pasir Gudang, Malaysia.

Selain itu, PT Ferrindo mengekspor 10 peti kemas komoditas kelapa bulat menuju Yangpu, Tiongkok. Sementara dari kawasan Tayan, PT Indonesia Chemical Alumina mengirimkan 150 peti kemas menuju Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Momentum ini sekaligus menjadi tonggak dimulainya layanan ekspor peti kemas internasional melalui Terminal Kijing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ekspor perdana tersebut dilayani melalui fasilitas peti kemas yang disiapkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 sebagai operator Terminal Kijing. Sebelumnya, pada 10 Juni 2026, terminal ini telah menerima kunjungan perdana kapal peti kemas sebagai bagian dari dimulainya layanan peti kemas di Kijing.

Kegiatan ekspor dilayani menggunakan MV WGM 256 T yang sandar di Dermaga PK 02 pada 28 Juni 2026, serta TK MMSS 2711/TB Megah 1611 yang melayani kegiatan operasional lanjutan pada 29 Juni 2026.

Gubernur mengapresiasi langkah Pelindo dalam mempercepat optimalisasi Terminal Kijing melalui penyediaan layanan peti kemas. Ia berharap Terminal Kijing berkembang menjadi sentra ekspor-impor baru yang mampu mendorong pertumbuhan investasi dan perekonomian Kalimantan Barat.

“Mari kita bersama-sama mendukung pengembangan Terminal Kijing. Pemerintah Provinsi juga terus mendorong percepatan pembangunan akses jalan menuju Kijing agar konektivitas logistik semakin baik dan investasi semakin cepat masuk ke Kalimantan Barat,” kata Ria Norsan.

Di tempat yang sama, Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Farid Padang mengatakan, ekspor perdana melalui Terminal Kijing menjadi bukti bahwa pelabuhan tersebut mulai mendapat kepercayaan dari para pelaku usaha sebagai gerbang ekspor Kalimantan Barat.

Pada pengiriman perdana ini, sebanyak 180 peti kemas diberangkatkan melalui Malaysia. Ke depan, Pelindo akan menyiapkan kapal-kapal berkapasitas lebih besar agar ekspor dapat dilakukan secara langsung ke negara-negara tujuan tanpa melalui pelabuhan transit.

“Ini menjadi langkah awal bagi kita semua. Ke depan, optimalisasi Terminal Kijing harus terus didukung melalui sinergi seluruh pihak, termasuk para pengguna jasa, dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko operasional dan tata kelola pelabuhan agar pelayanan dapat berjalan semakin baik,” katanya.

Sementara itu, Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, mengatakan ekspor perdana ini merupakan hasil sinergi antara Pelindo, pemerintah, regulator, perusahaan pelayaran, eksportir, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong optimalisasi Terminal Kijing.

“Ekspor perdana ini menjadi bukti bahwa Terminal Kijing mulai mendapatkan kepercayaan dari pelaku usaha. Kami telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk peralatan bongkar muat peti kemas, sehingga terminal ini siap memberikan layanan yang lebih efektif, efisien, dan berdaya saing,” ujar Budi di Mempawah, Senin (29/6).

Menurutnya, keberadaan layanan peti kemas di Terminal Kijing diharapkan dapat memberikan alternatif bagi eksportir di Kalimantan Barat untuk mengirimkan produknya langsung melalui pelabuhan di daerah sehingga rantai distribusi menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan.

“Semakin banyak komoditas yang diekspor melalui Terminal Kijing, semakin besar nilai tambah yang akan dinikmati daerah. Pelabuhan tidak hanya menjadi tempat keluar masuk barang, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan daya saing wilayah. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, regulator, perusahaan pelayaran, dan para pengguna jasa agar utilisasi Terminal Kijing terus meningkat,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pontianak, Capt. Dwi Wahdiana, mengatakan dengan dimulainya layanan peti kemas, Terminal Kijing kini telah melayani berbagai jenis kegiatan kepelabuhanan, mulai dari curah kering, curah cair, multipurpose hingga peti kemas.

“Ini menjadi langkah awal yang baik. Ke depan seluruh pihak, termasuk pengguna jasa, perlu terus bersinergi untuk mengoptimalkan pelayanan dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko operasional serta tata kelola pelabuhan yang semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina Ria Norsan, dalam beberapa kesempatan selalu mendukung optimalisasi Terminal Kijing. Karena, dengan optimalnya kinerja terminal ini, masyarakat Mempawah juga turut menuai hasil positif.

“Perekonomian di Mempawah juga akan berkembang, terlebih lagi soal peningkatan angkatan kerja dan kemudahan akses ekspor hasil bumi. Untuk itu, semua stakeholder perlu berkolaborasi, baik dari sisi operasional hingga infrastruktur penunjang,” katanya.

Dengan dimulainya layanan ekspor peti kemas ini, Terminal Kijing diharapkan semakin berperan sebagai gerbang perdagangan internasional bagi komoditas unggulan Kalimantan Barat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan logistik maritim nasional.

Untuk mendukung kelancaran arus barang, Terminal Kijing menerapkan dua skema rute pelayaran yakni Direct Call yakni Layanan pengiriman langsung khusus untuk rute menuju Pasir Gudang, Malaysia.

Lalu ada Transshipment yaitu layanan transit melalui Pasir Gudang untuk mempercepat waktu pengiriman bagi komoditas yang menuju Tiongkok.

Hal ini kemudian menjadi babak baru dalam efisiensi logistik daerah dengan mencatatkan total nilai ekspor sebesar USD 1.206.388,36 atau setara dengan Rp21.485.153.084,45. (ire djafar)

Berita Terkait

PSM Percepat Transisi Energi Lewat Pelatihan Pemeliharaan Alat Bongkar Muat Elektrik
TTL dan OOCL Perkuat Kolaborasi Dukung Konektivitas Logistik Indonesia Timur
Pushidrosal Launching S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di Teluk Jakarta
Hari Perhubungan Nasional 2026, Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik Banten
ABUPI dan BKI Perkuat Sinergi untuk Mendorong Kualitas dan Keselamatan Sektor Kepelabuhanan
ABUPI dan Bank Mandiri, Perkuat Layanan Perbankan untuk Peningkatan Pengembangan Usaha Pelabuhan
Forum Konsolidasi Pengurus dan Anggota ABUPI, Perkuat Sinergi Organisasi
ABUPI Memperkuat Jajaran Pengurus Periode 2026–2030, Dorong Konsolidasi Organisasi

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 18:04 WIB

PSM Percepat Transisi Energi Lewat Pelatihan Pemeliharaan Alat Bongkar Muat Elektrik

Saturday, 19 September 2026 - 09:04 WIB

TTL dan OOCL Perkuat Kolaborasi Dukung Konektivitas Logistik Indonesia Timur

Friday, 18 September 2026 - 12:43 WIB

Pushidrosal Launching S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di Teluk Jakarta

Friday, 18 September 2026 - 06:15 WIB

Hari Perhubungan Nasional 2026, Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik Banten

Thursday, 17 September 2026 - 19:36 WIB

ABUPI dan BKI Perkuat Sinergi untuk Mendorong Kualitas dan Keselamatan Sektor Kepelabuhanan

Berita Terbaru