SIMOLI V2 dan Otomatisasi VTS Percepat Layanan Navigasi di Tanjung Priok

- Pewarta

Wednesday, 7 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Integrasi Inaportnet, SIMOLI dan SSm Pengangkut dorong proses billing lebih cepat, akurat dan terukur

Integrasi Inaportnet, SIMOLI dan SSm Pengangkut dorong proses billing lebih cepat, akurat dan terukur

Maritim Indonesia – Digitalisasi pelayanan kapal di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok memasuki tahap baru. Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok menerapkan SIMOLI V2 (Sistem Informasi BLU) yang dilengkapi sejumlah pembaruan untuk mengurangi proses manual sekaligus mempercepat pengelolaan layanan jasa navigasi. Penerapan sistem ini tidak hanya menyentuh sisi aplikasi, tetapi juga mengubah alur pengelolaan data dan billing agar lebih terintegrasi dengan ekosistem digital kepelabuhanan.

Hal tersebut mengemuka pada acara Launching SIMOLI dan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema Standar Operasional Prosedur (SOP) Otomasi Layanan Jasa Vessel Traffic Services (VTS), di Hotel Novotel Jakarta, Rabu (7/10).

Dalam keterangan tertulis dijelaskan, salah satu pembaruan yang ditawarkan SIMOLI V2 adalah otomatisasi pengelolaan kurs dan klasifikasi data kapal. Sistem dapat mengenali informasi yang masuk berdasarkan karakteristik pelayanan, termasuk klasifikasi pelayaran domestik maupun asing serta jenis pelayaran liner.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sistem juga dilengkapi pengendalian penomoran tagihan untuk mencegah terjadinya nomor invoice ganda. Dengan demikian, proses validasi pada Inaportnet dapat berjalan lebih lancar tanpa harus berulang kali melakukan koreksi administratif. Dari sisi kinerja, optimalisasi basis data pada SIMOLI V2 turut membuat respons sistem lebih cepat dan stabil dibandingkan mekanisme sebelumnya.

Dalam penerapannya, SIMOLI V2 terhubung dengan Inaportnet dan SSm Pengangkut dalam satu alur billing. Inaportnet menjadi sumber data operasional, antara lain Pemberitahuan Kedatangan Kapal (PKK) dan Surat Persetujuan Olah Gerak (SPOG), sekaligus menjadi tempat konsolidasi komponen tagihan pelayanan.

Data tersebut kemudian diproses SIMOLI untuk menghitung tagihan layanan Vessel Traffic Services (VTS) serta Rambu/Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP).

Selanjutnya, data billing yang telah terkonsolidasi diteruskan melalui SSm Pengangkut untuk menghasilkan satu kode pembayaran. Skema ini memungkinkan pengguna jasa menyelesaikan kewajiban pembayaran melalui satu proses.

Ketika pembayaran telah terkonfirmasi, status pelunasan dapat diterima secara real time oleh sistem. Proses administrasi pada Inaportnet kemudian dapat dilanjutkan secara otomatis hingga penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), tanpa menunggu rekonsiliasi manual.

Otomatisasi VTS

Selain pembaruan SIMOLI, Disnav Tanjung Priok juga menerapkan otomatisasi dalam proses verifikasi layanan VTS. Mekanisme ini menggunakan batas waktu atau Service Level Agreement (SLA) selama 30 menit setelah agen atau nakhoda menyampaikan realisasi SPOG.

Dalam rentang waktu tersebut, petugas VTS tetap memiliki kesempatan untuk melakukan verifikasi secara manual.

Apabila verifikasi tidak dilakukan hingga batas waktu 30 menit, sistem otomatis akan menjalankan proses berdasarkan data pergerakan kapal.

Sistem akan membandingkan lokasi awal dan lokasi akhir kapal. Apabila terdapat perbedaan lokasi, sistem akan membaca adanya pergerakan kapal dan melanjutkan proses perhitungan tagihan VTS.

Sebaliknya, jika lokasi awal dan lokasi akhir sama, sistem akan membaca bahwa kapal tidak mengalami perpindahan sehingga perhitungan tagihan tidak dijalankan.

Penerapan mekanisme tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran proses pelayanan kapal, terutama agar proses administrasi dan billing tidak menjadi hambatan terhadap keberangkatan kapal.

Meski sebagian proses telah diotomatisasi, fungsi pengawasan tetap berada pada petugas Disnav. Data hasil proses otomatis akan dievaluasi untuk memastikan kesesuaian antara pelayanan yang diberikan dan tagihan yang dibayarkan.

Evaluasi tersebut juga menjadi dasar untuk menangani kondisi apabila terjadi selisih pembayaran. Dalam hal terdapat kekurangan pembayaran, pengguna jasa dapat melakukan pelunasan tambahan. Sementara apabila ditemukan kelebihan pembayaran, proses restitusi dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Kepala Kantor Disnav Tipe B Tanjung Priok Dr.Capt Mugen S Sartoto menyampaikan, dengan penerapan SIMOLI V2 dan otomatisasi VTS, Disnav Tipe B Tanjung Priok mendorong proses pelayanan navigasi yang semakin terintegrasi. Digitalisasi tersebut sekaligus memperkuat pencatatan transaksi, mengurangi ketergantungan pada proses manual dan memberikan kepastian yang lebih baik bagi pengguna jasa.

“SIMOLI V2 ini mengubah peta permainan, yang mana pada versi terdahulu yaitu SIMOLI V1, petugas operasional kerap dihadapkan pada kerumitan administratif. Penginputan nilai kurs secara manual, risiko duplikasi penomoran tagihan yang memicu gagal validasi, keterbatasan sistem dalam mengenali tipe pelayaran (domestik/asing maupun liner), hingga respons sistem yang lambat serijg menjadi batu sandungan,” kata Capt Mugen.

Capt Mugen menegaskan, kehadiran SIMOLI V2 secara radikal memangkas potensi humanerror dan hambatan tersebut melalui, Pertama : Otomatisasi Kurs & Klasifikasi Cerdas, yang mana, Kurs mata uang terintegrasi secara langsung. Sistem secara cerdas mampu mengenali klasifikasi kapal dan konteks data yang masuk secara otomatis. Kedua : Penomoran Terkontrol dan Valid , jadi sistem ini mampu mencegah terjadinya nomor tagihan ganda sehingga alur validasi di Inaportnet menjadi aman tanpa perlu revisi bolak-balik. Ketiga : Kinerja Tinggi, yang mana optimasi basis data menghasilkan waktu respon yang sangat cepat dan stabil.

“Termasuk juga Arsitektur Integrasi Single Billing karena Aliran Data Terpadu. Jadi keunggulan utama dari SIMOLI V2 terletak pada kemampuannya berintegrasi secara mulus dalam ekosistem digital pelabuhan nasional,” tambahnya.

“Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan layanan kepelabuhanan yang semakin mengandalkan pertukaran data antar-sistem, sehingga pelayanan kapal dapat berlangsung lebih cepat tanpa mengurangi aspek pengawasan dan akuntabilitas,” pungkas Capt Mugen. (ire djafar)

Berita Terkait

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo
Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan
IPCC Raih Trusted & Popular Brand 2026 untuk Kategori Pengelola Infrastruktur Logistik & Transportasi
107 Prajurit Pushidrosal Naik Pangkat, Danpushidrosal Tekankan Amanah dan Tanggung Jawab
Sistem Buatan Sqiva Indonesia Dukung Operasional Singapore Cruise Centre
PSM Percepat Transisi Energi Lewat Pelatihan Pemeliharaan Alat Bongkar Muat Elektrik
IPCC Catat Kinerja Positif hingga Agustus 2026, Terminal Satelit Terus Diperkuat
TTL dan OOCL Perkuat Kolaborasi Dukung Konektivitas Logistik Indonesia Timur

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 20:54 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

Wednesday, 7 October 2026 - 16:16 WIB

SIMOLI V2 dan Otomatisasi VTS Percepat Layanan Navigasi di Tanjung Priok

Saturday, 3 October 2026 - 10:03 WIB

Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan

Friday, 2 October 2026 - 16:48 WIB

IPCC Raih Trusted & Popular Brand 2026 untuk Kategori Pengelola Infrastruktur Logistik & Transportasi

Thursday, 1 October 2026 - 15:38 WIB

107 Prajurit Pushidrosal Naik Pangkat, Danpushidrosal Tekankan Amanah dan Tanggung Jawab

Berita Terbaru