JICT Perkuat Ketahanan Siber Terminal, Uji Pemulihan Operasi Maksimal 21 Jam

- Pewarta

Friday, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – PT Jakarta International Container Terminal (JICT) memperkuat kesiapan menghadapi risiko gangguan siber melalui pelaksanaan Cyber Incident Response & CBDR Drill 2026.

Melalui tema “21 Hours to Recover – From Incident to Recovery”, JICT menguji ketahanan end-to-end, dari pemulihan sistem hingga keberlanjutan operasi dan komunikasi krisis.

Direktur Utama JICT Ade Hartono mengatakan, ketahanan siber bukan lagi semata tanggung jawab fungsi teknologi informasi, tetapi bagian dari ketahanan operasional terminal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang diuji bukan hanya seberapa cepat sistem dipulihkan, tetapi seberapa cepat organisasi mengambil keputusan, menjaga operasi tetap terkendali, mengelola komunikasi, dan memastikan layanan kembali berfungsi secara end-to-end,” ujar Ade di Jakarta, Jumat (18/9).

Ade menambahkan, pemulihan harus melewati tahap validasi sebelum operasi kembali dinyatakan normal. Validasi dilakukan hingga ke level users dan proses bisnis untuk memastikan aplikasi, database, konektivitas, integrasi serta transaksi operasional dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya.

“Sistem yang sudah aktif belum otomatis berarti layanan telah pulih. Seluruh elemen di JICT harus memvalidasi layanan dan memastikan seluruh kriteria ‘return to normal’ terpenuhi,” katanya.

Latihan juga melibatkan koordinasi JICT dan TPK Koja untuk menguji konektivitas dan integrasi layanan antar sistem. Sepanjang drill, waktu pemulihan dipantau menggunakan parameter Recovery Time Objective (RTO) dengan target maksimum 21 jam.

“Cyber resilience bukan sesuatu yang dibangun ketika insiden sudah terjadi. Ia harus dipersiapkan, diuji dan terus diperbaiki. Tujuan kami sederhana: ketika gangguan terjadi, setiap orang memahami perannya, keputusan dapat diambil dengan cepat, operasi tetap terkendali, dan JICT mampu pulih sebagai satu organisasi,” pungkas Ade. (ire djafar)

Berita Terkait

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda
KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026
Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026
PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket
Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar
Arus Petikemas TTL Tumbuh 12,54 Persen, Tembus 2,29 Juta TEUs hingga September 2026
IPCC dukung Honda Racing Indonesia di Mandalika Festival of Speed 2026
Transformasi green dan smart terminal, TTL raih dua penghargaan internasional

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 23:31 WIB

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda

Tuesday, 20 October 2026 - 12:54 WIB

KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026

Tuesday, 20 October 2026 - 12:19 WIB

Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026

Monday, 19 October 2026 - 18:10 WIB

PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket

Monday, 19 October 2026 - 14:12 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Berita Terbaru