JICT Dukung Percepatan Penyelesaian Kontainer Longstay, Perkuat Efisiensi Logistik Nasional

- Pewarta

Tuesday, 7 July 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan transformasi logistik nasional melalui sinergi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada kegiatan penyelesaian barang impor longstay yang telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Momentum ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan kapasitas kawasan pelabuhan sekaligus memperkuat kelancaran arus logistik nasional.

Seremoni penyelesaian barang impor longstay dilaksanakan di Waiting Bay JICT sebelum proses pemusnahan dilakukan di fasilitas PT Sinergi Prima Sejahtera, Kabupaten Tangerang. Barang yang diselesaikan terdiri atas Barang yang Dikuasai Negara (BDN) berupa tanaman bunga potong dan pussy willow, serta Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai (BTD) berupa ribuan karung bawang putih segar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seluruh komoditas tersebut telah dinyatakan tidak layak dimanfaatkan berdasarkan hasil pemeriksaan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DKI Jakarta sehingga diselesaikan melalui mekanisme pemusnahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai terminal peti kemas internasional terbesar di Indonesia, JICT memandang penyelesaian kontainer longstay bukan sekadar pelaksanaan ketentuan kepabeanan, tetapi bagian penting dari upaya bersama meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional. Semakin cepat ruang penumpukan kembali produktif, semakin besar kapasitas terminal dalam melayani arus perdagangan internasional secara optimal.

Direktur Utama JICT, Ade Hartono, mengatakan bahwa keberhasilan sebuah pelabuhan modern tidak hanya diukur dari kecepatan bongkar muat, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kelancaran siklus logistik secara menyeluruh melalui kolaborasi yang erat antara regulator, operator terminal, perusahaan pelayaran, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Penyelesaian kontainer longstay merupakan bagian dari upaya bersama menciptakan ekosistem logistik yang semakin efisien, tertib, dan berdaya saing. Ketika ruang penumpukan dapat dimanfaatkan kembali secara optimal, kapasitas pelayanan terminal meningkat, perputaran peti kemas menjadi lebih baik, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi seluruh pengguna jasa serta mendukung kelancaran perdagangan nasional,” ujar Ade Hartono di Jakarta Utara pada Selasa (7/7)..

Ade menambahkan bahwa JICT terus memperkuat kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Pelindo, perusahaan pelayaran, instansi karantina, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan setiap proses operasional berjalan secara cepat, aman, transparan, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, transformasi logistik tidak dapat diwujudkan hanya melalui investasi infrastruktur, tetapi juga melalui penyederhanaan proses bisnis, penguatan tata kelola, serta sinergi lintas institusi dalam menyelesaikan berbagai hambatan operasional di kawasan pelabuhan.

“Kami meyakini daya saing logistik Indonesia dibangun melalui kolaborasi. Ketika regulator dan operator bergerak dalam satu arah, maka efisiensi akan meningkat, utilisasi aset menjadi lebih optimal, biaya logistik dapat ditekan, dan kepercayaan pelaku usaha terhadap pelabuhan nasional akan semakin kuat,” ujar Ade.

Penyelesaian barang impor longstay ini juga memberikan manfaat operasional yang signifikan melalui pengurangan kepadatan di Tempat Penimbunan Sementara (TPS), optimalisasi penggunaan peti kemas milik perusahaan pelayaran, percepatan perputaran ruang penumpukan, serta peningkatan kualitas pelayanan terhadap pengguna jasa pelabuhan.

Sejalan dengan agenda transformasi nasional di sektor logistik, JICT terus mendukung berbagai inisiatif modernisasi kepelabuhanan melalui digitalisasi layanan, penguatan tata kelola operasional, peningkatan keselamatan kerja, serta kolaborasi yang semakin erat dengan regulator guna menghadirkan terminal peti kemas berstandar internasional yang efisien, andal, dan berdaya saing tinggi. Pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang JICT dalam memperkuat keandalan layanan terminal dan mendukung daya saing logistik Indonesia. (ire djafar)

Berita Terkait

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda
KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026
Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026
PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket
Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar
Arus Petikemas TTL Tumbuh 12,54 Persen, Tembus 2,29 Juta TEUs hingga September 2026
IPCC dukung Honda Racing Indonesia di Mandalika Festival of Speed 2026
Transformasi green dan smart terminal, TTL raih dua penghargaan internasional

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 23:31 WIB

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda

Tuesday, 20 October 2026 - 12:54 WIB

KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026

Tuesday, 20 October 2026 - 12:19 WIB

Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026

Monday, 19 October 2026 - 18:10 WIB

PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket

Monday, 19 October 2026 - 14:12 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Berita Terbaru