Wujudkan Pandu Indonesia Mendunia: Ditjen Hubla Luncurkan Logo, Pakaian dan Pose Follow My Lead

- Pewarta

Friday, 21 March 2025 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Sebagai apresiasi terhadap dedikasi para Pandu dalam mendukung terwujudnya keselamatan pelayaran, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut meluncurkan Pembaruan Logo Korps Pandu dan Pakaian Seragam Pandu Indonesia, serta Pose “Follow My Lead!” yang diselenggarakan pada Kamis (21/3) di Ruang Sriwijaya, Kantor Kemenhub.

Mengusung tema “Rebranding, Reborn! Pandu Indonesia Menuju Mendunia” memiliki makna filosofis pada Logo, Pakaian Seragam, dan Pose yang baru saja di-launching. Hal tersebut mencerminkan representasi kesatuan identitas, profesionalisme dan kewibawaan, serta peningkatan pelayanan dan semangat baru guna mendukung keselamatan pelayaran, serta kelancaran operasional kapal di pelabuhan.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt. Antoni Arif Priadi berharap melalui momentum acara ini dapat membakar semangat para Pandu untuk terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme, seiring dengan makin berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi dan regulasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya yakin, dengan komitmen tinggi akan tercipta Pandu Indonesia yang berstandar internasional dan siap mendunia,” ujarnya.

Pelayanan Pemanduan Kapal yang dilakukan oleh Pandu memiliki peran penting untuk menjamin kegiatan kapal dalam bernavigasi pelayaran agar dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib, lancar, efektif dan efisien. Namun, perlu digarisbawahi bahwa pentingnya komitmen kita semua dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran. Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Setiap pelanggaran terhadap standar keselamatan harus ditindak tegas, karena dapat berdampak fatal pada keselamatan jiwa manusia, aset dan kelangsungan ekosistem laut kita,” tutur Antoni.

Upaya Mitigasi dan Perbaikan Dari Hulu ke Hilir

Kolaborasi yang sinergis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan guna menciptakan ekosistem maritim yang agile, responsif dan aman.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai strategi perbaikan di hulu, antara lain melibatkan lembaga diklat di lingkungan BPSDMP dan lembaga diklat non Kementerian Perhubungan untuk ikut mengemban tanggung jawab guna terwujudnya keselamatan pelayaran melalui peningkatan kualitas lulusan Diklat Pandu yang dihasilkan. Selain itu, perbaikan terhadap sispro/protap oleh Syahbandar agar menjamin kegiatan bernavigasi dan berolah gerak kapal di wilayah kerja masing-masing berjalan aman dan selamat.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan persiapan pembentukan beberapa UPT Ditjen Perhubungan Laut untuk menjadi penyelenggara pemanduan dan penundaan kapal, serta membentuk pelaut-pelaut di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut untuk menjadi Pandu ASN,” ungkap Antoni.

Lebih lanjut, Antoni menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan langkah mitigatif untuk membantu memenuhi gap layanan yang selama ini terjadi.

“Kepada rekan-rekan Subdit Pemanduan dan Penundaan Kapal Direktorat Kepelabuhanan, Kabag SDM, Kabag Organisasi, agar berkoordinasi dengan Para Syahbandar, dan segera berkolaborasi dengan BPSDMP, Biro SDMO dan Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Transportasi, dalam rangka merealisasikan langkah mitigatif tersebut,” imbaunya.

Selanjutnya, Antoni menegaskan untuk langkah pembinaan, pengawasan dan penegakan hukum yang tegas oleh Direktorat terkait, dan Inspektorat Jenderal dapat menjadi strategi perbaikan di hilir yang dapat dilakukan guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi dalam pelayanan pemanduan dan penundaan kapal.

“Saya ucapkan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada tim Direktorat Kepelabuhanan dan seluruh pihak yang terlibat dalam setiap tahapan proses desain dan penyusunan regulasi hingga suksesnya acara ini. Tidak lupa, apresiasi dan ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh hadirin atas partisipasi dan kehadirannya,” tuturnya.

Sebagai penutup, Antoni juga mengimbau kepada seluruh pihak yang terkait agar mengimplementasikan ketentuan tersebut pada kesempatan pertama. (fa)

idj / idj

 

Berita Terkait

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda
KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026
Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026
PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket
Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar
Arus Petikemas TTL Tumbuh 12,54 Persen, Tembus 2,29 Juta TEUs hingga September 2026
IPCC dukung Honda Racing Indonesia di Mandalika Festival of Speed 2026
Transformasi green dan smart terminal, TTL raih dua penghargaan internasional

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 23:31 WIB

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda

Tuesday, 20 October 2026 - 12:54 WIB

KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026

Tuesday, 20 October 2026 - 12:19 WIB

Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026

Monday, 19 October 2026 - 18:10 WIB

PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket

Monday, 19 October 2026 - 14:12 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Berita Terbaru