Berperan Aktif dalam IMO, Menhub Dudy: Indonesia Berkomitmen Jaga Ketahanan Maritim dan Perlindungan Laut

- Pewarta

Friday, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam mewujudkan sektor maritim global yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Salah satunya dengan menjaga ketahanan maritim dan mendukung perlindungan laut. Hal ini disampaikan dalam Resepsi Diplomatik Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C Periode 2026–2027, yang digelar di Jakarta, Jumat (7/11).

Menhub Dudy menyampaikan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keselamatan pelayaran dan kelestarian lingkungan laut. Menhub juga menekankan bahwa di bawah visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berupaya memperkuat tata kelola kelautan yang baik (good ocean governance) serta memperluas kerja sama internasional dalam bidang keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan laut, kesejahteraan pelaut, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia maritim.

“Sejak bergabung dengan Organisasi Maritim Internasional (IMO) pada 1961, dan terus menjabat di Dewan IMO sejak 1973, Indonesia tetap teguh dalam menegakkan standar global untuk keselamatan dan keamanan di laut, perlindungan lingkungan laut, kesejahteraan pelaut, dan pengembangan kapasitas melalui kolaborasi erat dengan negara-negara maritim lainnya,” ujar Menhub Dudy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menhub menambahkan, Indonesia terus memastikan standar keselamatan tertinggi di laut dengan meningkatkan sistem komunikasi maritim dan mengintegrasikan instrumen IMO ke dalam kebijakan dan peraturan nasional.

Sejumlah capaian penting berhasil diraih Indonesia selama masa keanggotaan Indonesia di Dewan IMO periode 2024-2025. Di antaranya implementasi penuh Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok sejak tahun 2020 yang meningkatkan keselamatan pelayaran, serta penetapan Nusa Penida dan Gili Matra sebagai Particularly Sensitive Sea Area (PSSA) oleh IMO pada Oktober 2024.

Selain itu, Indonesia juga aktif mendukung upaya dekarbonisasi maritim melalui penerapan program B40 biodiesel, penggunaan kapal berbahan bakar LNG, serta pengembangan teknologi hibrida LNG-listrik dan proyek energi terbarukan seperti hidrogen hijau dan bioetanol.

Dalam bidang pelabuhan, Indonesia telah menerapkan sistem digital Inaportnet di 264 pelabuhan sesuai Konvensi FAL serta membangun fasilitas Onshore Power Supply (OPS) di pelabuhan besar guna menekan emisi gas rumah kaca. Indonesia juga memberikan pelatihan Training of Trainers (ToT) dan Training of Examiners (ToE) IMO Model Course bagi negara-negara Afrika Barat dan Tengah, sebagai wujud dukungan bagi negara berkembang dan kepulauan kecil.

Untuk itu, Menhub Dudy berharap agar negara-negara anggota IMO terus memberikan dukungan terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan IMO untuk periode 2026-2027.

“Kami siap memperkuat peran IMO dan memajukan sektor maritim global yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh melalui komitmen, kolaborasi, dan tindakan nyata. Mari kita bersama-sama bernavigasi menuju masa depan maritim yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan,” tutur Menhub.

Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Jenderal Kemenhub Antoni Arif Priadi, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Kepala BPSDMP Djarot Tri Wardhono, serta duta besar dan perwakilan negara anggota IMO. (fa)

 

— idj / idj — 

 

 

Berita Terkait

Sambut HUT ke-13, IPC TPK Bukukan Peningkatan Kinerja Arus Peti Kemas 7 Persen
Pelindo Sambut Menteri Transportasi Arab Saudi, Bahas Potensi Kerja Sama Kepelabuhanan dan Logistik
Konsisten Terapkan ASRI, IPCC Raih Penghargaan Green and Smart Port 2026
Dari Hari Jadi untuk Sesama, IPC TPK Himpun 128 Kantong Darah
Pelindo Terminal Petikemas Raih 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026
Modernisasi Alat, IPC TPK Panjang Resmi Operasikan QCC 004
Cetak Pelaut Tangguh Masa Depan, Pelindo Marine Bekaali Ratusan Kadet Lewat Program
Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 08:13 WIB

Sambut HUT ke-13, IPC TPK Bukukan Peningkatan Kinerja Arus Peti Kemas 7 Persen

Friday, 17 July 2026 - 07:57 WIB

Pelindo Sambut Menteri Transportasi Arab Saudi, Bahas Potensi Kerja Sama Kepelabuhanan dan Logistik

Thursday, 16 July 2026 - 11:33 WIB

Konsisten Terapkan ASRI, IPCC Raih Penghargaan Green and Smart Port 2026

Wednesday, 15 July 2026 - 18:37 WIB

Dari Hari Jadi untuk Sesama, IPC TPK Himpun 128 Kantong Darah

Wednesday, 15 July 2026 - 16:27 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Raih 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026

Berita Terbaru

Animo tinggi pekerja Pelindo Group yang berpartisipasi dalam Donor Darah HUT IPC TPK ke-13

Berita

Dari Hari Jadi untuk Sesama, IPC TPK Himpun 128 Kantong Darah

Wednesday, 15 Jul 2026 - 18:37 WIB