Berthing Window dan Berthing Priority, Strategi Layanan TTL Hadapi Peningkatan Trafik Kapal di TPK Berlian

- Pewarta

Tuesday, 30 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mulai 1 Juli 2026, penerapan Berthing Window dan Berthing Priority di TPK Berlian ditargetkan memangkas waktu tunggu kapal, meningkatkan kepastian jadwal sandar, serta memperkuat efisiensi layanan logistik

Mulai 1 Juli 2026, penerapan Berthing Window dan Berthing Priority di TPK Berlian ditargetkan memangkas waktu tunggu kapal, meningkatkan kepastian jadwal sandar, serta memperkuat efisiensi layanan logistik

Maritim Indonesia – Seiring dengan meningkatnya aktivitas logistik dan arus petikemas di wilayah Jawa Timur, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatat adanya peningkatan trafik kapal di sejumlah terminal yang dikelolanya. Tren positif ini menjadi salah satu indikator menguatnya aktivitas perdagangan dan logistik nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Peningkatan kebutuhan pengguna jasa terhadap kepastian jadwal sandar kapal, khususnya dalam menjaga konektivitas rute pelayaran berikutnya, menuntut adanya optimalisasi sistem pelayanan di sisi operasional.

Menjawab tantangan tersebut, TTL menerapkan sistem Berthing Window guna menciptakan pola pelayanan kapal yang lebih terencana, tepat waktu, dan andal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berthing Window merupakan sistem penjadwalan sandar kapal melalui alokasi waktu tertentu yang telah ditetapkan. Melalui sistem ini, kapal memperoleh slot waktu kedatangan yang lebih pasti sehingga dapat mengurangi waktu tunggu kapal atau waiting time, sekaligus menekan waktu singgah kapal atau port stay selama proses bongkar muat berlangsung.

Saat ini, implementasi Berthing Window telah berjalan di TPK Teluk Lamong dan TPK Nilam. Selanjutnya, sistem ini dijadwalkan mulai diterapkan di TPK Berlian pada 1 Juli 2026.

Di TPK Berlian, skema Berthing Window dirancang dengan pola 7 hari, 5 hari, dan 3,5 hari. Untuk kapal di luar pola tersebut, pelayanan akan diatur melalui program Berthing Priority, yaitu mekanisme prioritas sandar di dermaga berdasarkan booking yang telah dilakukan oleh pihak pelayaran.

Agar sistem ini berjalan optimal, pihak pelayaran diwajibkan menyampaikan pembaruan jadwal kedatangan kapal atau estimated time of arrival secara berkala.

Terminal Head TPK Berlian, Burhanudin, menjelaskan bahwa penerapan sistem ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kepastian layanan bagi pengguna jasa.

“Guna mendukung implementasi ini, kami akan mengoptimalkan empat tambatan sebagai dedicated berthing window. Langkah ini diambil untuk memastikan alokasi sandar kapal berjalan lebih terjadwal, tertata, dan efektif,” ujar Burhanudin.

Sistem Berthing Window dan Berthing Priority yang akan diimplementasikan di TPK Berlian telah disosialisasikan kepada seluruh stakeholder dan pengguna jasa pada Senin, 22 Juni 2026, di Shangri-La Hotel Surabaya. Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan sharing session bersama para pelanggan, di antaranya PT Salam Pacific Indonesia Lines, PT Meratus Line, PT Tanto Intim Line, PT Temas Shipping, PT Indo Container Lines, PT PPN Panurjwan, PT Caraka Tirta Perkasa, dan PT Mentari Mas Multimoda.

“Sosialisasi ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan kepastian jadwal dan kecepatan layanan kepada seluruh pengguna jasa. Melalui Berthing Window dan Berthing Priority, kami ingin menciptakan ekosistem operasional pelabuhan yang lebih transparan, tertata, dan efisien, yang pada akhirnya dapat mendukung penurunan biaya logistik,” tambah Burhanudin.

Penerapan sistem ini juga didukung oleh infrastruktur teknologi informasi, sehingga pelanggan dapat memantau jadwal operasional secara digital. Langkah ini sejalan dengan visi transformasi PT Pelindo Terminal Petikemas dalam menstandardisasi layanan serta meningkatkan produktivitas di seluruh terminal petikemas.

TTL optimistis, melalui penerapan Berthing Window dan Berthing Priority di TPK Berlian, perencanaan tambatan serta jadwal kedatangan kapal dapat berjalan lebih efektif. Sistem ini ditargetkan mampu menurunkan waktu tunggu kapal, meningkatkan produktivitas bongkar muat, memperlancar arus logistik nasional, serta memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa, khususnya shipping line. (ire djafar)

Berita Terkait

Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi
Danpushidrosal Terima Alexander Dalrymple Award 2026, Pengakuan atas Kontribusi Hidrografi Indonesia
Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman
Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional
PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT untuk Dukung Konektivitas Nasional
Inovasi Baru Terminal Teluk Lamong : Luncurkan Lamong Cukur, Terobosan Baru Program TJSL
PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Keselamatan Masyarakat Pesisir
IPCM Perluas Pasar, Perkuat Operasional di Balikpapan dan Tarakan

Berita Terkait

Wednesday, 14 October 2026 - 11:45 WIB

Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi

Tuesday, 13 October 2026 - 17:29 WIB

Danpushidrosal Terima Alexander Dalrymple Award 2026, Pengakuan atas Kontribusi Hidrografi Indonesia

Monday, 12 October 2026 - 17:05 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

Sunday, 11 October 2026 - 18:20 WIB

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional

Friday, 9 October 2026 - 10:43 WIB

PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT untuk Dukung Konektivitas Nasional

Berita Terbaru

Berita

Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi

Wednesday, 14 Oct 2026 - 11:45 WIB