BMKG dan Stakeholder Nasional Uji Kesiapsiagaan Tsunami Lewat IOWAVE25

- Pewarta

Thursday, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Indonesia melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama berbagai stakeholder mengikuti latihan mitigasi tsunami tingkat internasional Indian Ocean Wave Exercise 2025 (IOWAVE25). Kegiatan ini berlangsung serentak di 28 negara kawasan Samudra Hindia pada Kamis (25/9) dengan skenario gempa dahsyat magnitudo 9,0 di zona Megathrust Selat Sunda.

IOWAVE merupakan latihan tsunami internasional yang digelar secara berkala di kawasan Samudra Hindia. Tujuannya untuk menguji sistem peringatan dini, meningkatkan kesiapsiagaan, mengevaluasi prosedur komunikasi antar pusat peringatan tsunami, dan mengidentifikasi kelemahan sistem agar dapat diperbaiki.

Uji Rantai Peringatan Dini dari Hulu ke Hilir

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam skenario kali ini, peringatan dini tsunami diuji secara end-to-end mulai dari BMKG selaku National Tsunami Warning Center (NTWC), diteruskan ke BPBD, hingga sampai ke masyarakat pesisir. Dengan demikian, peringatan bukan hanya dikeluarkan, tetapi juga dipastikan diterima, dipahami, dan ditindaklanjuti.
Latihan IOWAVE25 menguji empat skenario tsunami, yakni:

• Gempa magnitudo M9,0 di zona Megathrust Selatan Selat Sunda (25 September 2025).
• Gempa M9,0 di zona Subduksi Makran Pakistan (15 Oktober 2025).
• Tsunami non-seismik akibat aktivitas gunung api Fani Maore, Mozambik (25 Oktober 2025).
• Gempa M9,2 di zona Megathrust Utara Sumatera (5 November 2025, bertepatan dengan World Tsunami Awareness Day).

Partisipasi Nasional

Di Indonesia, latihan IOWAVE25 hari ini diikuti oleh 82 BPBD provinsi/kabupaten di wilayah selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT, 13 desa/kelurahan, 4 SAR (Basarnas dan SAR daerah), 15 UPT BMKG, 3 infrastruktur kritis (PT Krakatau Sarana Properti, PT Putera Pacitan Indonesia Sejahtera, dan Bandara Nusawiru), serta media nasional seperti Metro TV, SCTV, dan RRI Mataram.

Metode latihan mencakup Table Top Exercise untuk menguji SOP, gladi komunikasi untuk menguji alur komunikasi peringatan dini, serta simulasi evakuasi agar masyarakat terlatih melakukan evakuasi mandiri secara cepat, tertib, dan terkendali.

Uji Kehandalan Back-Up System

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, latihan IOWAVE25 kali ini melibatkan Back Up System atau redundansi peringatan dini tsunami dari BMKG Wilayah III Bali. Pusat ini berfungsi sebagai pendukung kehandalan sistem peringatan dini yang biasanya berpusat di Jakarta, sehingga memastikan kesamaan standar dan kesiapan operasional bila terjadi gangguan di pusat.

Kontribusi untuk Inisiatif Global

Partisipasi Indonesia dalam IOWAVE25 merupakan bentuk nyata kontribusi terhadap inisiatif global Early Warning for All. Melalui latihan ini, Indonesia menegaskan bahwa peringatan dini tsunami harus terhubung dari hulu ke hilir, bukan hanya sebagai early warning tetapi juga early action.

Latihan ini penting, karena meski tsunami merupakan bencana berfrekuensi rendah (low frequency), dampaknya sangat tinggi (high impact), dengan potensi korban jiwa mencapai ribuan orang serta kerugian sosial dan ekonomi yang sangat besar.

IOWAVE25 juga mendorong masyarakat di daerah rawan untuk terbiasa melaksanakan evakuasi mandiri. Tujuannya adalah mewujudkan Tsunami Ready Community, di mana masyarakat benar-benar memahami dan terlatih merespons peringatan tsunami yang bersumber dari InaTEWS.

Kegiatan ini selaras dengan cita-cita besar InaTEWS, yakni “zero victims” apabila terjadi gempa dan tsunami. Tentu tujuan ini hanya dapat tercapai apabila seluruh komponen, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga terkait, akademisi, media, hingga masyarakat bersatu padu membangun budaya siaga bencana.

Melalui latihan ini, Indonesia semakin memantapkan kesiapan menghadapi ancaman tsunami. Semangatnya satu: melindungi rakyat, kekayaan, serta nilai-nilai bangsa dari bahaya tsunami. (ire djafar)

Berita Terkait

Lonjakan Logistik Ketapang Diurai, Layanan Penyeberangan Tetap Terkendali
TTL Perkuat SDM Melalui Pelatihan CTO untuk Dukung Transformasi Operasional
27 Tahun JICT, Dorong Transformasi Hijau dan Perkuat Peran di Jalur Perdagangan Global
Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026
Pengaturan Gate Pass Dilakukan Terkoordinasi dan Terukur, Jaga Arus Barang di Tanjung Priok Tetap Lancar
Gempa Guncang Bitung dan Ternate, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Tetap Aman Terkendali
Lonjakan Truk Logistik Padati Pelabuhan Ketapang, Kolaborasi ASDP dan Stakeholder menjadi Kunci
Pelindo Regional 4 Layani 758.000 Penumpang Selama Lebaran 2026, Naik 10,41% YoY

Berita Terkait

Friday, 3 April 2026 - 12:07 WIB

Lonjakan Logistik Ketapang Diurai, Layanan Penyeberangan Tetap Terkendali

Friday, 3 April 2026 - 09:17 WIB

TTL Perkuat SDM Melalui Pelatihan CTO untuk Dukung Transformasi Operasional

Friday, 3 April 2026 - 02:42 WIB

27 Tahun JICT, Dorong Transformasi Hijau dan Perkuat Peran di Jalur Perdagangan Global

Thursday, 2 April 2026 - 15:41 WIB

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

Thursday, 2 April 2026 - 13:59 WIB

Pengaturan Gate Pass Dilakukan Terkoordinasi dan Terukur, Jaga Arus Barang di Tanjung Priok Tetap Lancar

Berita Terbaru