Dari Mangrove hingga Kopi Liberika, IWTL Perkuat Pemberdayaan dan Menumbuhkan Harapan Masyarakat Pesisir Cilacap

- Pewarta

Friday, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IWTL : "Menanam bukan sekadar menaruh bibit di tanah. Ada harapan yang ikut ditanam, ada kepedulian yang terus dirawat, dan ada masa depan yang ingin kita jaga bersama. Dari pesisir Segara Anakan, kami belajar bahwa menjaga alam adalah tentang berjalan bersama—dengan masyarakat, komunitas, dan semua yang masih peduli pada bumi".
IWTL : “Menanam bukan sekadar menaruh bibit di tanah. Ada harapan yang ikut ditanam, ada kepedulian yang terus dirawat, dan ada masa depan yang ingin kita jaga bersama. Dari pesisir Segara Anakan, kami belajar bahwa menjaga alam adalah tentang berjalan bersama—dengan masyarakat, komunitas, dan semua yang masih peduli pada bumi”.

Maritim Indonesia — Hamparan hutan mangrove dan bentang laut Segara Anakan menjadi saksi sebuah perjalanan yang tidak hanya berbicara tentang konservasi, tetapi juga tentang kepedulian dan harapan. Di kawasan pesisir Cilacap, Jawa Tengah, sejumlah komunitas, organisasi, lembaga pendidikan, dan masyarakat kembali menyatukan langkah untuk menjaga alam sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung baru-baru ini, tepatnya pada Sabtu (29/8),

Menyusuri kawasan mangrove hingga menuju Kampung Laut, para pegiat lingkungan yang tergabung dalam kegiatan Nature Conservation Based Community Empowerment itu membawa semangat yang sama: merawat alam dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penanaman bibit kopi Liberika bersama masyarakat Kampung Laut. Tanaman tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari upaya penghijauan dan pemanfaatan potensi lokal, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Indonesia Women in Transportation and Logistics (IWTL), Kayuwangi Foundation, dan Patrapala Pertamina, dengan dukungan berbagai komunitas, organisasi, lembaga pendidikan, serta unsur masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua IWTL, Susana Riana Sari, mengatakan konservasi alam tidak dapat dipisahkan dari keberadaan masyarakat yang selama ini hidup dan bergantung pada lingkungan sekitarnya.

“Konservasi bukan hanya tentang menanam dan menjaga alam, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat tumbuh bersama lingkungannya dan memperoleh manfaat dari upaya yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Susana.

Menurutnya, kegiatan di Cilacap memiliki arti khusus bagi IWTL karena menjadi bagian dari perjalanan panjang organisasi tersebut dalam mengajak berbagai pihak untuk peduli terhadap lingkungan.

Sejak 2022, IWTL telah secara konsisten terlibat dalam kegiatan konservasi alam, mulai dari kawasan Gunung Merbabu hingga wilayah pesisir Segara Anakan, Cilacap. Tahun ini, gerakan tersebut kembali dilanjutkan dengan mengusung pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi.

Menjaga Alam, Menguatkan Masyarakat
Segara Anakan memiliki bentang alam yang khas. Kawasan ini merupakan laguna yang berada di antara daratan Pulau Jawa dan Pulau Nusa Kambangan. Ekosistem mangrove yang tumbuh di kawasan tersebut menjadi bagian penting dari lingkungan pesisir sekaligus ruang kehidupan bagi masyarakat Kampung Laut.

Di tengah keindahan alam tersebut, masyarakat pesisir menjalani kehidupan yang tidak terpisahkan dari kondisi lingkungan. Karena itu, menjaga ekosistem Segara Anakan bukan hanya persoalan kelestarian alam, tetapi juga menyangkut keberlanjutan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Semangat itulah yang coba dibangun melalui kegiatan konservasi bersama. Para peserta tidak hanya datang untuk menanam, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat, menyusuri kawasan mangrove, menikmati bentang alam Segara Anakan, sekaligus melihat secara langsung kehidupan masyarakat pesisir.

Bagi Susana, kebersamaan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal batas organisasi maupun latar belakang.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelestarian lingkungan hidup di sekitar kita. Alam ini milik kita bersama, sehingga wajib kita jaga dan rawat bersama,” katanya.

Kolaborasi tersebut melibatkan Kayuwangi Foundation, Kopassus Cilacap, Patrapala Pertamina, IWTL, BKSDA, Salatiga Peduli, Jaga Tirta, Wekacala UKSW, SMAN 3 Salatiga, SMAN 1 Salatiga, SMANSSA90, IKA ITL Trisakti, IKA Trisakti, ULBI, IA UPN Veteran Yogyakarta, UIN Salatiga, PBS, serta Menwa Mahakarta.

Bagi IWTL, perjalanan lima tahun dalam kegiatan konservasi menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan membutuhkan konsistensi dan kebersamaan. Apa yang dilakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, hanya menyusuri hutan mangrove dan menanam bibit. Namun, dari langkah-langkah kecil itulah kepedulian terhadap alam dan harapan bagi masyarakat dapat terus tumbuh.

Dari Segara Anakan, pesan itu kembali digaungkan: alam bukan sekadar tempat untuk dinikmati, tetapi warisan yang harus dirawat bersama.

“Siapa kita? Indonesia. Indonesia hebat, wajib kita jaga,” ujar Susana. (ire djafar)

Berita Terkait

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda
KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026
Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026
PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket
Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar
Arus Petikemas TTL Tumbuh 12,54 Persen, Tembus 2,29 Juta TEUs hingga September 2026
IPCC dukung Honda Racing Indonesia di Mandalika Festival of Speed 2026
Transformasi green dan smart terminal, TTL raih dua penghargaan internasional

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 23:31 WIB

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda

Tuesday, 20 October 2026 - 12:54 WIB

KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026

Tuesday, 20 October 2026 - 12:19 WIB

Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026

Monday, 19 October 2026 - 18:10 WIB

PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket

Monday, 19 October 2026 - 14:12 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Berita Terbaru