Dorong Wisata Berkelanjutan Karimunjawa, Pelindo Petikemas Terapkan Teknologi Terumbu Buatan APR

- Pewarta

Tuesday, 16 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi biru dan pariwisata berkelanjutan dengan menerapkan teknologi terumbu buatan Artificial Patch Reef (APR) di kawasan Karimunjawa, Jawa Tengah.

Berkolaborasi dengan Universitas Diponegoro (Undip), PT Pelindo Terminal Petikemas menyerahkan empat unit APR dengan kapasitas sekitar 600 koloni karang kepada kelompok nelayan “Omah Karang”. Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekosistem terumbu karang sekaligus menjadi daya tarik wisata bahari yang ramah lingkungan.

Peresmian pemasangan APR dilakukan di Dukuh Nyamplungan, Desa Karimunjawa, dan dihadiri oleh masyarakat nelayan, pemerintah desa dan kecamatan, serta perwakilan Balai Taman Nasional Karimunjawa, pada 10 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menyampaikan bahwa penerapan teknologi APR dirancang untuk memberikan manfaat lingkungan sekaligus sosial-ekonomi bagi masyarakat pesisir.

“Kami berharap teknologi APR ini dapat memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam menikmati manfaat pariwisata Karimunjawa secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sebelumnya, kelompok nelayan Omah Karang telah mengembangkan wisata adopsi karang dengan metode konvensional. Melalui penerapan APR–Coral Adoption, pengelolaan wisata menjadi lebih terstruktur dan terukur, sekaligus meminimalkan potensi kerusakan terumbu karang alami.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat, PT Pelindo Terminal Petikemas juga menyalurkan bantuan 10 set peralatan selam skin diving serta mesin vacuum untuk pengemasan olahan ikan teri. Selain wisata bahari, aktivitas penangkapan ikan tradisional seperti ikan teri juga berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan sebagai oleh-oleh khas Karimunjawa.

Widyaswendra menambahkan bahwa program TJSL ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Program TJSL ini tidak hanya difokuskan pada pelestarian ekosistem laut, tetapi juga pada upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Kolaborasi dengan akademisi dan masyarakat lokal menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Wisata adopsi karang sendiri semakin diminati, terutama di kalangan generasi muda, sebagai bentuk wisata berkelanjutan yang menggabungkan rekreasi dan edukasi lingkungan. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan bawah laut, tetapi juga dilibatkan langsung dalam proses restorasi terumbu karang.

Sementara itu, Prof. Dr. Munasik, inventor teknologi APR dari Pusat Penelitian Ekonomi Biru Undip sekaligus koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa teknologi APR memberikan kemudahan dalam pengelolaan wisata adopsi karang.

“Penerapan APR memungkinkan penyediaan stok karang yang terkelola dengan baik serta mendukung atraksi transplantasi karang yang sesuai dengan prinsip konservasi di kawasan lindung,” ujarnya.

Selain penerapan teknologi, program TJSL SPTP juga menitikberatkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia. Para nelayan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi SCUBA Diving, mulai dari Open Water Diver hingga Rescue Diver, serta pelatihan pengelolaan APR–Coral Adoption.

Sementara itu, ibu-ibu nelayan di Dusun Nyamplungan juga memperoleh pelatihan pengolahan hasil perikanan dari Departemen Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip.

Melalui program ini, PT Pelindo Terminal Petikemas berharap Karimunjawa dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata bahari unggulan yang mengedepankan kelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan ekonomi lokal. (ire djafar)
 

Berita Terkait

Gempa M5,0 Guncang Sumba Barat, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gerak Cepat Pemulihan Bencana Sumatera: KMP Jatra II Angkut 50 Ton Bahan Pokok dan 7 Excavator Menuju Sibolga
Sambut HAKORDIA 2025, PTP Nonpetikemas Berkolaborasi dengan KPK dalam Sosialisasi Pencegahan Korupsi
Dua Kapal Survei RI–Australia Jalani Sea Phase CHSE 2025, Fokus pada Penguatan Keamanan Navigasi
Menjaga Warisan Majapahit, Pelindo Marine Gerakkan Generasi Muda Peduli Laut
Wujudkan Kepedulian Sosial, TPK Koja Dorong Budaya Donor Darah di Lingkungan Kerja
SPJM All Out Terapkan Prinsip 5 NO’s, Wujudkan Pelabuhan Bebas Korupsi
Melalui ESPERO 87 Peduli, IWTL Hadirkan Solusi Sederhana Berdampak Nyata Bagi UMKM

Berita Terkait

Tuesday, 16 December 2025 - 12:38 WIB

Dorong Wisata Berkelanjutan Karimunjawa, Pelindo Petikemas Terapkan Teknologi Terumbu Buatan APR

Saturday, 6 December 2025 - 02:01 WIB

Gempa M5,0 Guncang Sumba Barat, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Saturday, 6 December 2025 - 01:33 WIB

Gerak Cepat Pemulihan Bencana Sumatera: KMP Jatra II Angkut 50 Ton Bahan Pokok dan 7 Excavator Menuju Sibolga

Wednesday, 3 December 2025 - 09:17 WIB

Sambut HAKORDIA 2025, PTP Nonpetikemas Berkolaborasi dengan KPK dalam Sosialisasi Pencegahan Korupsi

Saturday, 15 November 2025 - 00:42 WIB

Dua Kapal Survei RI–Australia Jalani Sea Phase CHSE 2025, Fokus pada Penguatan Keamanan Navigasi

Berita Terbaru