Elektrifikasi Peralatan Pelabuhan, Wujudkan Green Port

- Pewarta

Tuesday, 6 December 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – PT Pelindo Jasa Maritim, Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group melalui anak usahanya PT Equiport Inti Indonesia (EII) di tahun ini telah melakukan elektrifikasi pada enam terminal milik Pelindo.

“Elektrifikasi adalah salah satu langkah kita untuk terus mendorong pengoperasian pelabuhan dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sebagai bagian dari green port,” ujar Direktur Utama Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM), Prasetyadi.

Menurutnya, elektrifikasi juga merupakan salah satu inisiatif strategis yaitu pengembangan green marine service yang menjadi komitmen SPJM yang ditargetkan berjalan dari tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prasetyadi mengatakan bahwa pasca penggabungan atau merger Pelindo dan terbentuknya SPJM, pihaknya berupaya untuk memberikan value creation bagi perusahaan dan pemakai jasa.

“Bukan hanya itu, bisnis yang dijalankan senantiasa kita selaraskan dengan kesadaran untuk memperhatikan keberlangsungan lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, sebagai anak usaha SPJM yang bergerak di bidang bisnis pemeliharaan peralatan, juga pembangunan dan pemeliharaan fasilitas pelabuhan utamanya yang dikelola oleh Pelindo, PT Equiport Inti Indonesia terus berupaya menunjukkan performa yang positif melalui pencapaian target kinerja yang ditetapkan.

Direktur Utama PT Equiport Inti Indonesia (EII), Muhammad Ayub Rizal mengatakan, dalam rangka implementasi program green port, tahun ini pihaknya telah melaksanakan program elektrifikasi di Terminal Petikemas Bitung (TPB).

“Yakni empat unit alat container crane (CC) di TPB,” sebut Ayub.

“Di tahun depan Pelindo grup rencananya menargetkan untuk tetap melanjutkan program elektrifikasi yakni pada alat Quayside Container Crane (QCC) dan Ruber Tyred Gantry (RTG) pada beberapa terminal yang dikelola Pelindo Grup,” ujarnya.

Ayub berharap agar program elektrifikasi yang akan dilakukan tahun depan juga bisa berjalan dengan lancar dan dapat rampung sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan, sehingga pihaknya dapat terus berkontribusi dalam memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Dia menambahkan bahwa elektrifikasi yang dilakukan pada empat unit Container Crane di Terminal Petikemas Bitung atau TPB adalah salah satu inisiatif strategis dari SPJM untuk menyumbang value creation bagi Pelindo Gruop dengan meningkatkan efisiensi terhadap penggunaan biaya bahan bakar minyak (fossil fuel), meningkatkan efesiensi terhadap biaya pemeliharaan dan meningkatkan pelayanan yang handal bagi pelanggan, serta sebagai upaya untuk mengambil bagian dari program green port.

Dia juga berharap ke depannya, PT Equiport Inti Indonesia yang telah memiliki pengalaman untuk kegiatan eletrifikasi dapat dipercayakan kembali untuk melakukan kegiatan eletrifikasi pada unit QCC dan RTG pada pelabuhan-pelabuhan lainnya.

Sebagai informasi, Green Port merupakan suatu konsep dalam pengembangan pelabuhan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek kelestarian lingkungan, konservasi energi, community development, dan kepentingan ekonomi dari pelabuhan itu sendiri. Konsep green port telah menjadi komitmen pelabuhan-pelabuhan di dunia untuk mengurangi emisi karbon.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menuju green port ialah elektrifikasi. Elektrifikasi merupakan proses repowering pada suatu komponen dengan menggunakan listrik. Elektrifikasi Quay Container Crane (QCC) dilakukan dengan mengubah sumber energi utama yang awalnya bersumber dari Generator Set yang berbahan dasar listrik menjadi sumber listrik PLN. (idj)

Berita Terkait

Konsisten Terapkan ASRI, IPCC Raih Penghargaan Green and Smart Port 2026
PTP Nonpetikemas Bagikan Strategi ESG dan DEI serta Komunikasi yang Berdampak pada IDEAS Conference 2026
Wadanpushidrosal Lepas Kontingen Pushidrosal Berlaga pada Poral Tahun 2026
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja
KSO TPK Koja Dukung Pemusnahan Barang Impor Longstay Berstatus BDN dan BTD untuk Optimalkan Arus Logistik Nasional
Momemtum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat
Pushidrosal Perkuat Langkah Pembentukan Jabatan Fungsional Hidrografer Nasional Bersama Kementerian PANRB
Pushidrosal Gelar Helideck Party di KRI Canopus-936

Berita Terkait

Thursday, 16 July 2026 - 11:33 WIB

Konsisten Terapkan ASRI, IPCC Raih Penghargaan Green and Smart Port 2026

Friday, 10 July 2026 - 20:54 WIB

PTP Nonpetikemas Bagikan Strategi ESG dan DEI serta Komunikasi yang Berdampak pada IDEAS Conference 2026

Thursday, 9 July 2026 - 13:13 WIB

Wadanpushidrosal Lepas Kontingen Pushidrosal Berlaga pada Poral Tahun 2026

Thursday, 9 July 2026 - 13:08 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja

Wednesday, 8 July 2026 - 11:11 WIB

KSO TPK Koja Dukung Pemusnahan Barang Impor Longstay Berstatus BDN dan BTD untuk Optimalkan Arus Logistik Nasional

Berita Terbaru