Gunakan CIT, Hot Sliding Test Hari Kedua di Jalur KCJB Terlaksana dengan Baik

- Pewarta

Saturday, 20 May 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia — Pada Sabtu (20/5) KCIC melalui Kontraktor Kereta Api Cepat Jakarta Bandung melakukan Hot Sliding Test kembali pada jalur KCJB. Berbeda dengan sebelumnya, pengecekan kali ini dilakukan dengan menggunakan Comprehensive Inspection Train (CIT).

Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti mengatakan, pengujian kali ini merupakan lanjutan dari hot sliding test yang telah dilakukan pada Jumat (19/5). Berdasarkan evaluasi hari pertama, pengetesan berjalan lancar dan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan CIT hari ini untuk kembali memastikan kesiapan seluruh jaringan Overhead Catenary System (OCS).

“Kali ini hot sliding test dilakukan dengan menggunakan rangkaian kereta inspeksi yang dijalankan dari Depo Tegalluar hingga ke Stasiun Halim dengan kecepatan terbatas rata-rata 60 km/jam. Dengan peralatan yang lebih lengkap, pada tahap ini kereta inspeksi digunakan untuk melakukan assessment terhadap OCS di jalur KCJB,” ujar Emir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan menggunakan CIT maka aliran listrik yang ada di jaringan OCS dapat diukur dengan lebih mendetail baik kemampuan dan kestabilannya dalam memberikan tenaga untuk sarana KCJB. CIT atau kereta inspeksi ini memang didesain untuk mengukur berbagai kondisi prasarana KCJB mulai dari kelistrikan, kondisi jalur, persinyalan, dan berbagai fasilitas operasi KCJB lainnya.

Setelah dilakukan tes, KCIC bersama para kontraktor dan konsultan yang ditunjuk akan melakukan berbagai evaluasi atas data-data yang didapatkan. Secara bertahap, pengetesan akan dilanjutkan ke fase pengujian untuk semua sistem secara terintegrasi.

Pada tahap tersebut KA Cepat akan dijalankan secara rutin untuk mengecek integrasi sistem persinyalan, telekomunikasi, OCS, stasiun, dan berbagai subsistem lainnya. Perjalanan sarana KCJB juga secara bertahap akan ditingkatkan kecepatannya hingga mencapai kecepatan teknis maksimalnya yaitu 385 km/jam.

Setelah seluruh tahapan tersebut dilalui dengan baik, maka akan dilanjutkan dengan sertifikasi laik operasi dari Kementerian Perhubungan dan pelaksanaan trial run KCJB.

Emir menambahkan, selama masa pengujian berbagai sarana dan prasarana KCJB ini masyarakat diminta untuk tetap berhati-hati karena jumlah perjalanan KA Cepat mulai meningkat.

“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap perjalanan perdana KA Cepat di sepanjang jalur KCJB. KCIC berharap, masyarakat tetap dapat berhati-hati, menjaga jarak, tidak bermain layangan, dan beraktivitas di dalam jalur KCJB.” tutup Emir. (ym/idj)

 

Berita Terkait

Perkuat Layanan Pemanduan, Pelindo Marine Operasikan Dua Kapal Baru di Tarakan dan Tenggarong
IPCC Dorong Transfer Knowledge Melalui Kunjungan Akademik
PELNI Perkuat Bisnis Komersial, Sukses Angkut Perdana 55 Ribu Ton Batubara
PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu Perdana Operasikan Layanan Drop Tank Curah Cair di Pulau Baai
TNI AL Sambut KRI Canopus-936, Perkuat Kedaulatan Maritim Indonesia
Dorong UMKM Naik Kelas, ASDP Ramaikan Inabuyer 2026
Ditjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Melalui Kolaborasi Global
Sinergi TPK Berlian dan Koperasi TKBM Tanjung Perak, Tingkatkan Kompetensi 835 Pekerja Wujudkan Operasional Pelabuhan yang Aman dan Andal

Berita Terkait

Tuesday, 12 May 2026 - 10:39 WIB

Perkuat Layanan Pemanduan, Pelindo Marine Operasikan Dua Kapal Baru di Tarakan dan Tenggarong

Tuesday, 12 May 2026 - 05:57 WIB

IPCC Dorong Transfer Knowledge Melalui Kunjungan Akademik

Tuesday, 12 May 2026 - 03:06 WIB

PELNI Perkuat Bisnis Komersial, Sukses Angkut Perdana 55 Ribu Ton Batubara

Tuesday, 12 May 2026 - 02:10 WIB

PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu Perdana Operasikan Layanan Drop Tank Curah Cair di Pulau Baai

Monday, 11 May 2026 - 14:06 WIB

TNI AL Sambut KRI Canopus-936, Perkuat Kedaulatan Maritim Indonesia

Berita Terbaru

Berita

IPCC Dorong Transfer Knowledge Melalui Kunjungan Akademik

Tuesday, 12 May 2026 - 05:57 WIB