Industri Maritim Dituntut Adaptif, SDM dan Digitalisasi Jadi Penentu

- Pewarta

Friday, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pengawas Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin) dan Pengamat Maritim,  Dr. Chandra Motik Yusuf dan Dewan Pembina Pramarin Leon Muhammad

Dewan Pengawas Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin) dan Pengamat Maritim, Dr. Chandra Motik Yusuf dan Dewan Pembina Pramarin Leon Muhammad

Maritim Indonesia – Upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim terus didorong melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan percepatan transformasi digital di sektor kemaritiman. Kedua aspek ini dinilai menjadi fondasi utama dalam meningkatkan daya saing industri maritim nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat. Hal tersebut mengemuka dalam forum nasional para praktisi maritim, yang tergabung dalam Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin) di Jakarta, Kamis (16/4).

Forum tersebut menyorot urgensi peningkatan kompetensi SDM seiring perubahan lanskap industri dan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi disrupsi teknologi sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi maritim saat ini.

Dewan Pengawas Pramarin yang juga merupakan Pengamat Kemaritiman Indonesia, Dr. Chandra Motik Yusuf, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi maritim yang sangat besar, namun membutuhkan SDM unggul untuk dapat mengelolanya secara optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita ini negara maritim besar, tetapi kekuatan itu tidak akan maksimal tanpa didukung SDM yang kompeten dan adaptif. Transformasi digital harus kita jadikan momentum untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sektor maritim Indonesia,” ujar Chandra.

Menurutnya, perubahan yang terjadi di sektor maritim saat ini bersifat fundamental, sehingga memerlukan respons yang terstruktur dan berkelanjutan, terutama dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja.

“Ke depan, daya saing tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur pelabuhan atau armada, tetapi oleh kualitas manusianya. SDM yang inovatif dan profesional akan menjadi kunci dalam membawa sektor maritim kita naik kelas,” tegasnya.

Sementara itu, Dewan Pembina Pramarin, Leon Muhammad, menekankan bahwa penguatan sektor maritim Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi lintas sektor.

“Digitalisasi harus menjadi enabler dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi di sektor maritim. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita membangun kolaborasi yang solid antar pemangku kepentingan,” ujarnya.

Leon juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas profesional dalam membangun ekosistem maritim yang kuat.

“Indonesia tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh orkestrasi yang baik agar seluruh potensi maritim bisa terintegrasi dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa adaptasi terhadap perubahan menjadi kunci utama dalam menghadapi era digital.

“Siapa yang cepat beradaptasi dengan teknologi, dia yang akan memimpin. Ini berlaku juga di sektor maritim,” tambah Leon.

Forum ini juga menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang konkret dan berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan kompetensi SDM, pemanfaatan teknologi digital dalam operasional, serta peningkatan kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan langkah yang terarah dan kolaboratif, sektor maritim Indonesia diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional sekaligus mendorong terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia. (ire djafar)

Berita Terkait

Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan
IPCC Raih Trusted & Popular Brand 2026 untuk Kategori Pengelola Infrastruktur Logistik & Transportasi
107 Prajurit Pushidrosal Naik Pangkat, Danpushidrosal Tekankan Amanah dan Tanggung Jawab
Sistem Buatan Sqiva Indonesia Dukung Operasional Singapore Cruise Centre
PSM Percepat Transisi Energi Lewat Pelatihan Pemeliharaan Alat Bongkar Muat Elektrik
IPCC Catat Kinerja Positif hingga Agustus 2026, Terminal Satelit Terus Diperkuat
TTL dan OOCL Perkuat Kolaborasi Dukung Konektivitas Logistik Indonesia Timur
Pushidrosal Launching S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di Teluk Jakarta

Berita Terkait

Saturday, 3 October 2026 - 10:03 WIB

Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan

Friday, 2 October 2026 - 16:48 WIB

IPCC Raih Trusted & Popular Brand 2026 untuk Kategori Pengelola Infrastruktur Logistik & Transportasi

Thursday, 1 October 2026 - 15:38 WIB

107 Prajurit Pushidrosal Naik Pangkat, Danpushidrosal Tekankan Amanah dan Tanggung Jawab

Thursday, 1 October 2026 - 10:44 WIB

Sistem Buatan Sqiva Indonesia Dukung Operasional Singapore Cruise Centre

Friday, 25 September 2026 - 18:04 WIB

PSM Percepat Transisi Energi Lewat Pelatihan Pemeliharaan Alat Bongkar Muat Elektrik

Berita Terbaru