Maritim Indonesia – Indonesia Women in Transportation and Logistics (IWTL) resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Ary Ginanjar (UAG) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di Jakarta baru-baru ini, Jumat tanggal 12 Desember 2025. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia, khususnya di sektor transportasi dan logistik, melalui kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi industri.
MoU tersebut ditandatangani dalam suasana diskusi yang hangat dan produktif, sebagai wujud komitmen bersama untuk membuka ruang pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Dari pihak Universitas Ary Ginanjar, kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UAG, Dyah Utami Aryani, S.S, M.Ed, M.M; Direktur Program Second Generation and Family Business, Mariah, S.E, M.M, serta Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Andi Purnomo, S.Kom, M.Kom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, IWTL diwakili oleh Ketua Umum Susana Riana Sari, S.E, CPSCM, MMTr; Sekretaris Jenderal, Dewi Suprihantini, CMIL, serta Yuni Astuti, S.E mewakili Bidang Kepabeanan.
Ketua Umum IWTL Susana Riana Sari menyampaikan apresiasi atas diskusi dan keterbukaan yang terbangun dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, kerja sama ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi mahasiswa maupun pelaku industri logistik.
“Terima kasih atas diskusi yang luar biasa. Kerja sama ini menjadi awal yang baik untuk membangun ekosistem pembelajaran yang lebih kuat, adaptif, dan berkelanjutan,” ujar Susana.
Adapun fokus kerja sama ke depan meliputi program magang mahasiswa di perusahaan-perusahaan logistik yang tergabung dalam IWTL, kegiatan berbagi pengetahuan dan bedah buku Srikandi IWTL, pengisian dosen tamu untuk mata kuliah kewirausahaan dan supply chain management, pengembangan Halal Centre, serta penguatan Program Second Generation and Family Business.
Melalui kolaborasi ini, IWTL dan Universitas Ary Ginanjar optimistis dapat berkontribusi dalam mencetak generasi profesional logistik yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan industri ke depan.
“Insya Allah semua ikhtiar yang baik ini akan dimudahkan,” tutup Susana. (ire djafar)







