Maritim Indonesia — Jakarta International Container Terminal (JICT) menjadi ruang dialog strategis antara pelaku logistik Indonesia dan delegasi Pemerintah Provinsi Hebei, Republik Rakyat Tiongkok, dalam membahas perkembangan perdagangan global dan tantangan rantai pasok internasional yang terus berubah.
Kunjungan delegasi Hebei dipimpin langsung oleh Executive Vice Governor People’s Government of Hebei Province, Zhao Chenxin, bersama Executive Deputy Secretary-General People’s Government of Hebei Province, Lu Jian, serta Deputy Director Hebei Provincial Development & Reform Commission, Zhai Zengjun. Delegasi juga diikuti unsur dunia usaha dan pelayaran, termasuk perusahaan pelayaran COSCO.
Rombongan diterima oleh CEO Hutchison Ports Indonesia, Seto Baskoro; bersama Operations & Engineering Director JICT, Doni Budiono; dan jajaran manajemen JICT di terminal petikemas yang menjadi salah satu pintu utama perdagangan internasional Indonesia tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan seputar perkembangan industri logistik global, konektivitas pelayaran, hingga transformasi peran pelabuhan modern dalam mendukung arus perdagangan dunia.
Dalam sesi pemaparan, JICT memperkenalkan kapabilitas operasional terminal, pengelolaan arus petikemas, pengembangan layanan, hingga penerapan teknologi dan penguatan engineering reliability guna menjaga kelancaran logistik nasional maupun internasional.
CEO Hutchison Ports Indonesia, Seto Baskoro, mengatakan bahwa pelabuhan kini memegang peranan yang jauh lebih luas dibanding sekadar fasilitas bongkar muat.
“Pelabuhan modern saat ini menjadi bagian penting dari jaringan perdagangan global. Karena itu, dialog dan keterhubungan antar pelaku logistik, pemerintah, dan dunia usaha menjadi sangat penting untuk membangun rantai pasok yang efisien dan adaptif terhadap dinamika perdagangan internasional,” ujar Seto di JICT Jakarta, Senin (25/5).
Menurutnya, interaksi langsung seperti ini membuka ruang pertukaran perspektif sekaligus memperkuat pemahaman bersama terkait peluang dan tantangan sektor logistik global ke depan.
Sementara itu, Operations & Engineering Director JICT, Doni Budiono, menegaskan bahwa daya saing terminal modern tidak hanya bergantung pada kapasitas, tetapi juga konsistensi layanan dan keandalan operasional.
“JICT terus memperkuat operational excellence melalui peningkatan reliability, penguatan engineering capability, dan pemanfaatan teknologi agar pelayanan tetap aman, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan maupun perkembangan perdagangan global,” kata Doni.
Ia menambahkan, konektivitas perdagangan internasional membutuhkan terminal yang mampu menjaga standar layanan tinggi sekaligus adaptif terhadap perubahan pola logistik dunia yang semakin dinamis.
Kunjungan delegasi Hebei ditutup dengan sesi diskusi dan peninjauan singkat area operasional terminal. Melalui pertemuan tersebut, JICT kembali menegaskan posisinya sebagai bagian penting dalam jaringan logistik global yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai pusat perdagangan dunia. (ire djafar)







