Maritim Indonesia — PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 mencatat pergerakan penumpang dan kendaraan selama periode angkutan Lebaran 2026 di wilayah operasionalnya berjalan relatif terkendali. Distribusi arus yang tersebar di sejumlah terminal penumpang menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran layanan selama masa mudik dan arus balik.
Berdasarkan data operasional Pelindo Regional 2, selama periode 21 Maret hingga 31 Maret 2026, total pergerakan penumpang mencapai lebih dari 196 ribu orang, yang terdiri dari 151.828 penumpang embarkasi dan 44.878 penumpang debarkasi, dengan dukungan hampir 300 call kapal di berbagai pelabuhan.
Plh Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, mengatakan bahwa secara umum kondisi operasional terminal penumpang selama Lebaran tahun ini berjalan lancar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Secara umum, arus mudik dan balik di wilayah Pelindo Regional 2 dapat terkelola dengan baik. Distribusi pergerakan tidak terpusat di satu titik, sehingga mampu mengurangi tekanan di pelabuhan utama,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, Pelabuhan Ciwandan di Banten masih menjadi simpul utama dengan volume pergerakan tertinggi mencapai 108.971 penumpang, seiring perannya sebagai penghubung utama jalur penyeberangan di Selat Sunda.
Sementara itu, berdasarkan komposisi trafik penumpang di seluruh wilayah operasional, Pelabuhan Tanjung Priok mencatat kontribusi terbesar sebesar 48,26%, diikuti oleh Pangkal Balam 17,66%, Pontianak 13,29%, dan Teluk Bayur 12,81%. Adapun pelabuhan lain seperti Panjang (10,48%), Tanjung Pandan (5,11%), serta cabang lainnya berada pada kisaran di bawah 5%.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat pelabuhan dengan dominasi trafik tertentu, secara keseluruhan arus penumpang tetap terdistribusi di berbagai cabang, sehingga tidak menimbulkan penumpukan ekstrem di satu titik layanan.
Selain pergerakan penumpang, aktivitas kendaraan juga menunjukkan dinamika yang tinggi selama periode Lebaran. Arus sepeda motor, kendaraan pribadi, hingga truk logistik tetap terlayani dengan baik, seiring penguatan koordinasi lintas instansi serta penerapan pengaturan operasional di masing-masing terminal.
Kesiapan operasional juga diperkuat melalui optimalisasi layanan kepelabuhanan, termasuk dukungan kapal tunda dan pandu di sejumlah cabang strategis yang beroperasi secara intensif selama periode angkutan Lebaran.
“Tidak hanya penumpang, kami juga memastikan kelancaran distribusi logistik tetap terjaga. Ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan barang selama periode Lebaran,” tambahnya.
Pelindo Regional 2 juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari operator kapal, otoritas pelabuhan, hingga aparat keamanan.
Menurut Budi, keberhasilan pengelolaan arus mudik tahun ini tidak terlepas dari kesiapan fasilitas, optimalisasi alur layanan, serta koordinasi yang intensif antar pemangku kepentingan.
“Kami terus memastikan seluruh terminal penumpang dalam kondisi optimal, baik dari sisi sarana prasarana maupun kesiapan personel,” jelasnya.
Ke depan, Pelindo Regional 2 akan terus melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan kualitas layanan.
Melalui pengelolaan yang terintegrasi dan kolaboratif, Pelindo berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik nasional. (ire djafar)







