Kemenhub dan Pelindo Tandatangani Perjanjian Kerjasama Peningkatan Kapasitas Pelabuhan Makassar New Port

- Pewarta

Monday, 29 January 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia — Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) telah melaksanakan Penandatanganan Addendum II Konsesi Terminal Petikemas Makassar New Port Tahap I. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk meningkatkan kelancaran logistik di Indonesia Timur dan mengurangi biaya logistik di wilayah tersebut.

Acara hari ini merupakan tindak lanjut kerjasama Kementerian Perhubungan dan PT Pelindo selaku Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang mengoperasikan Makassar New Port. Addendum ini melibatkan penambahan ruang lingkup 1B dan 1C tanpa mengubah nilai dan jangka waktu saat ini. Dengan selesainya pembangunan tahap 1B dan 1C, kapasitas terminal peti kemas Makassar New Port meningkat 150 persen, dari 1 juta TEUs menjadi 2,5 juta TEUs.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi, menyatakan komitmen bersama untuk meningkatkan pengelolaan pelabuhan di Indonesia agar lebih profesional, efektif, dan efisien. Makassar New Port diharapkan menjadi pelabuhan utama dan hub distribusi logistik di Indonesia Timur, khususnya untuk ekspor produk andalan seperti cokelat, kopi, dan olahan kayu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan ditandatanganinya Adendum II Konsesi Terminal Petikemas Makassar New Port Tahap I ini, menujukkan komitmen bersama dalam rangka meningkatkan pengelolaan pelabuhan di Indonesia agar terus lebih profesional, efektif dan efisien,” ujar Capt. Antoni saat menyaksikan proses penandatanganan, Senin (29/1).

Dalam konteks ini, tarif kompetitif di Makassar diharapkan akan menarik perusahaan pelayaran, memungkinkan kapal-kapal yang lebih banyak dan berkapasitas besar untuk melayani rute Makassar-Surabaya tanpa perlu sampai ke Sorong atau Ambon.

“Makassar ini akan menjadi lebih menarik, ketika tarif di Makassar kompetitif akan banyak yang melayari Makassar bolak balik Surabaya gak perlu sampai Sorong gak perlu sampai Ambon sehingga dari Makassar akan ada kapal-kapal lain yang melayani. Sehingga ini akan menarik bagi perusahaan pelayaran,” ujar Capt. Antoni.

Proyek Strategis Nasional (PSN) Makassar New Port dicanangkan oleh pemerintah sebagai solusi terhadap kongesti yang akan terjadi di Pelabuhan Soekarno Hatta. Dengan target layanan 200-300 ribu TEUs pada tahun 2024, Makassar New Port diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik dan bersaing dengan negara tetangga.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Strategi Pelindo Prasetyo menekankan peran penting Makassar New Port dalam mendukung distribusi logistik untuk Indonesia Timur. Dengan beroperasinya sejak tahun 2019, pelabuhan ini telah memainkan peran kunci dalam kelancaran arus logistik dan mengurangi logistic cost di wilayah Indonesia Timur.

“Oleh karena itu Makassar New Port terus dikembangkan untuk peningkatan kapasitas dan layanannya. Untuk tahun 2024 ini Makassar New Port kurang lebih melayani sekitar 200 – 300 ribu TEUs dan ke depannya Makassar New Port ini akan difokuskan pada layanan peti kemas di Makassar ini untuk berpindah ke Makassar New Port,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada 2023, awalnya Pelindo Regional 4 menetapkan RKAP arus bongkar muat sebesar 193.287 TEUs. Namun, melihat derasnya arus bongkar muat di awal-awal 2023, Pelindo lalu menaikkan target dalam RKAP Perubahan 2023 menjadi 212.675 TEUs. Sampai akhir 2023, arus bongkar muat di Makassar New Port sudah melewati 257.981 TEUs. (ire djafar)

 

Berita Terkait

PTP Nonpetikemas Gelar Jumat Berkah, Bagikan Snack Box ke Pengguna Jalan
KSOP Satui Apresiasi Aksi Damai TKBM dan Perkuat Koordinasi untuk Kelancaran Arus Barang
Perkuat Jaringan Logistik: CMA CGM Hadirkan Layanan BSX, Batam Singapore Xpress
Sharing Session KUHP: PT Terminal Teluk Lamong dan Kejari Tanjung Perak Sinergi Perkuat GCG
Angkut 1,3 Juta Kendaraan di 19 Lintasan, Jembatan Nusantara Jadi Urat Nadi Logistik Nasional
Pangkalan KPLP Tanjung Priok dan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Perkuat Kerja Sama Hukum
Perkuat Sinergi, EGM Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Hadir di Leaders Talk Bea Cukai
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Terima Kunjungan Delegasi Jade University, Jalin Kerja Sama di Sektor Maritim

Berita Terkait

Friday, 29 August 2025 - 11:24 WIB

PTP Nonpetikemas Gelar Jumat Berkah, Bagikan Snack Box ke Pengguna Jalan

Friday, 29 August 2025 - 05:53 WIB

KSOP Satui Apresiasi Aksi Damai TKBM dan Perkuat Koordinasi untuk Kelancaran Arus Barang

Friday, 29 August 2025 - 05:24 WIB

Perkuat Jaringan Logistik: CMA CGM Hadirkan Layanan BSX, Batam Singapore Xpress

Thursday, 28 August 2025 - 14:18 WIB

Sharing Session KUHP: PT Terminal Teluk Lamong dan Kejari Tanjung Perak Sinergi Perkuat GCG

Thursday, 28 August 2025 - 11:48 WIB

Angkut 1,3 Juta Kendaraan di 19 Lintasan, Jembatan Nusantara Jadi Urat Nadi Logistik Nasional

Berita Terbaru