Kondisi Pelabuhan Tanjung Priok di Hari Pertama Pembatasan Angkutan Barang: Operasional Lancar, Pelindo Beri Insentif bagi Pelaku Usaha

- Pewarta

Monday, 24 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Hari pertama penerapan kebijakan pembatasan operasional angkutan barang di Pelabuhan Tanjung Priok yang dimulai pada 24 Maret 2025 pukul 00.00 WIB berlangsung lancar tanpa hambatan. Seluruh terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok tetap beroperasi sesuai jam layanan yang berlaku, dengan kapasitas lapangan penumpukan masih dalam batas optimal.

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok terus berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, KPU Bea Cukai Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, serta seluruh instansi terkait guna memastikan kelancaran aktivitas pelabuhan. Hingga hari pertama pembatasan, rata-rata Yard Occupancy Ratio (YoR) terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok tercatat pada angka wajar, yaitu sekitar 70% untuk domestik dan 60% untuk internasional.

“Sebagai bagian dari kesiapan menghadapi lonjakan arus barang selama periode Lebaran 2025, kami memastikan operasional di seluruh terminal tetap berjalan 24 jam, 7 hari dalam seminggu,” kata Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, lanjutnya, pemantauan kapasitas lapangan penumpukan dilakukan secara real-time guna memastikan kelancaran pelayanan kapal, bongkar muat, serta layanan pendukung lainnya.

Adi Sugiri menambahkan, sebagai bentuk dukungan bagi pelaku usaha ekspor-impor yang terdampak kebijakan pembatasan angkutan barang selama arus mudik Lebaran, Pelindo memberikan insentif berupa diskon 50% untuk tagihan penumpukan bongkar/impor barang dan peti kemas isi selama periode 24 Maret hingga 8 April 2025. Selain itu, khusus pada periode puncak H-2 hingga H+2 Lebaran, diskon penumpukan ditingkatkan menjadi 60%.

“Dengan kebijakan ini, Pelindo berharap dapat meringankan beban pelaku usaha sekaligus memastikan efisiensi dalam pengelolaan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok selama periode Lebaran 2025,” pungkas Adi Sugiri. (ire djafar)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Api Berpotensi Menunda Arus Ekspor-Impor Melalui Soekarno-Hatta Hingga USD168 Juta
Antisipasi Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pangkalan PLP Tanjung Priok Siagakan Tiga Kapal Patroli
TPK Koja Apresiasi Kesabaran Pengemudi Truk, Optimistis Layanan Segera Normal
Dari Mangrove hingga Kopi Liberika, IWTL Perkuat Pemberdayaan dan Menumbuhkan Harapan Masyarakat Pesisir Cilacap
Pelindo Marine Latih 73 Nakhoda Kapal Tunda untuk Perkuat Budaya Keselamatan
Perkuat Rantai Pasok di Tanjung Priok, PT Lestari Wijaya Abadi Resmi Kantongi Izin PDPLB
Gelombang Kedua, KM Tidar Turunkan Barang Bantuan di Pelabuhan Lorens Say Maumere
Bersama PELITA 2026, IPCC Rawat Tumbuh Kembang Generasi Bangsa

Berita Terkait

Monday, 7 September 2026 - 13:30 WIB

Erupsi Gunung Api Berpotensi Menunda Arus Ekspor-Impor Melalui Soekarno-Hatta Hingga USD168 Juta

Sunday, 6 September 2026 - 14:40 WIB

Antisipasi Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pangkalan PLP Tanjung Priok Siagakan Tiga Kapal Patroli

Friday, 4 September 2026 - 13:54 WIB

TPK Koja Apresiasi Kesabaran Pengemudi Truk, Optimistis Layanan Segera Normal

Friday, 4 September 2026 - 13:29 WIB

Dari Mangrove hingga Kopi Liberika, IWTL Perkuat Pemberdayaan dan Menumbuhkan Harapan Masyarakat Pesisir Cilacap

Thursday, 3 September 2026 - 13:38 WIB

Pelindo Marine Latih 73 Nakhoda Kapal Tunda untuk Perkuat Budaya Keselamatan

Berita Terbaru