Melalui Anak Usahanya, Kinerja Pandu Tunda Kapal Pelindo Jasa Maritim Tumbuh Signifikan di Semester 1 Tahun 2024

- Pewarta

Thursday, 25 July 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM), bagian dari Pelindo Group, membukukan peningkatan kinerja pemanduan dan penundaan kapal pada periode semester I atau sampai dengan Juni 2024.

Hal ini diraih oleh anak usaha SPJM yaitu PT Jasa Armada Indonesia Tbk, yang mendapatkan pelayanan di wilayah pelimpahannya di Cirebon, Palembang, dan Patimban. Selain itu, pertumbuhan ini diraih SPJM Group seiring upayanya untuk terus memperkuat layanan melalui standarisasi proses bisnis dan pelayanan di pelabuhan.

Pemanduan sampai dengan Juni 2024 ini tercapai sebesar 10% dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2023 tercatat sebanyak 7.345 gerakan sedangkan tahun 2024 sebanyak 8.098 gerakan.
Pemanduan sampai dengan Juni 2024 ini tercapai sebesar 10% dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2023 tercatat sebanyak 7.345 gerakan sedangkan tahun 2024 sebanyak 8.098 gerakan.

Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim, Tubagus Patrick mengatakan, “Bila dibandingkan YoY maka terdapat peningkatan kinerja pemanduan sebesar 10 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sedangkan untuk penundaan, tumbuh lebih tinggi 4,46% dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2024 sebesar 98.320.018 GT-Jam,” tambahnya.

Dikatakan juga, secara YoY, penundaan di tahun 2024 tumbuh 4,46% lebih besar dibanding tahun 2023.

Patrick menyampaikan kembali bahwa Pelindo Jasa Maritim merupakan satu dari empat subholding Pelindo yang memiliki visi sebagai pemimpin jasa kemaritiman yang terintegrasi dan berkelas dunia. Sehingga selain menyediakan layanan di bidang marine, SPJM juga menyediakan layanan peralatan pelabuhan (equipments), jasa galangan (docking), pengerukan (dredging solution), dan jasa utilitas pelabuhan (port utilities) lainnya.

Capaian atas layanan pemanduan dan penundaan tersebut merupakan kontributor terbesar terhadap pendapatan dan laba Perusahaan dari berbagai jasa yang dilayani oleh SPJM.

“Untuk mendukung layanan kepelabuhanan, selain jasa marine, kami juga menjadi penyedia jasa pendukungnya antara lain peralatan pelabuhan serta jasa-jasa utilitas, yang semuanya diharapkan dapat menjaga kinerja pelabuhan di Indonesia,” lanjut Patrick.

Untuk diketahui, sampai dengan Juni 2024, distribusi gas meningkat 1,57% secara YoY, tercapai sebesar 6.262.761 MMBTU. Melampaui capaian pada tahun 2023 yang sebesar .6.156.683 MMBTU. Layanan distribusi gas diberikan oleh cicit usaha SPJM, yaitu PT Lamong Nusantara Gas, yang merupakan usaha joint venture dari Pelindo Energi Logistik (PEL) dan PT PGN LNG. PEL sendiri adalah anak usaha dari PT Pelindo Marine Service.

“Untuk kinerja listrik, SPJM Group menembus sebesar 100.692.956 KWH, naik 16,89% dari tahun lalu. Pada periode yang sama tahun lalu terealisir sebesar 86.142.684 KWH. Layanan listrik diberikan oleh dua anak usaha SPJM, yaitu PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) dan PT Lamong Energi Indonesia (LEGI),” ungkap Patrick.

“Kinerja peralatan juga menunjukkan performa yang positif. Availabilitas atau kesiapan peralatan meningkat 0,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakan, capaian tersebut juga menunjukkan efektivitas dari pengelolaan operasional yang tersentralisasi dan terstandarisasi di setiap pelabuhan, antara lain dukungan teknologi terbaru Phinnisi, yang merupakan platform sistem operasi layanan kapal end-to-end, yang menjadi salah satu pilar dalam mewujudkan tujuan National Logistic Ecosystem (NLE), telah berhasil memberikan dampak signifikan terhadap industri pelayaran dan logistik, efisiensi biaya dan waktu pelayanan yang signifikan.

“Dengan terus menjaga availlabilitas peralatan, pelabuhan dapat berperan penuh untuk menurunkan port stay (lamanya waktu menunggu kapal di pelabuhan) dan cargo stay (lamanya waktu yang dibutuhkan muatan ketika di pelabuhan),” tutur Patrick.

“Dua hal ini sangat berkontribusi pada performansi logistik nasional yang tentu saja berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi bangsa.” pungkasnya. (Rida)

 

 

idj / idj

 

Berita Terkait

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda
KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026
Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026
PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket
Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar
Arus Petikemas TTL Tumbuh 12,54 Persen, Tembus 2,29 Juta TEUs hingga September 2026
IPCC dukung Honda Racing Indonesia di Mandalika Festival of Speed 2026
Transformasi green dan smart terminal, TTL raih dua penghargaan internasional

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 23:31 WIB

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda

Tuesday, 20 October 2026 - 12:54 WIB

KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026

Tuesday, 20 October 2026 - 12:19 WIB

Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026

Monday, 19 October 2026 - 18:10 WIB

PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket

Monday, 19 October 2026 - 14:12 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Berita Terbaru