Membentuk Sirkular Ekonomi Serta Kemandirian Nasional dengan Mengolah Sampah Plastik

- Pewarta

Monday, 15 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah plastik yang menjadi isu lingkungan global, keberadaan limbah plastik yang terus menumpuk dan belum terutilisasi secara optimal masih menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak. Selain berpotensi mencemari lingkungan, akumulasi sampah plastik juga dapat mengganggu ekosistem darat maupun perairan serta menurunkan kualitas hidup masyarakat apabila tidak dikelola secara bertanggungjawab.

Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan yang lebih inovatif dalam pengelolaan sampah, tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi dan manfaat sosial bagi masyarakat. Sebagai bagian dari komitmen terhadap implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pembangunan berkelanjutan, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC) berkolaborasi bersama Rappo Indonesia dengan mengolah limbah sampah kantong plastik menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi.

Program ini mengedepankan konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah plastik menjadi berbagai produk souvenir bernilai guna dan bernilai ekonomi yang dapat dipasarkan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat khususnya kaum perempuan yang telah menjadi bagian dari pemberdaayaan dengan total sejumlah 16 perempuan (Makassar dan Depok).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui kolaborasi pengelolaan sampah plastik ini, sebanyak 19,05 kilogram limbah plastik yang setara dengan sekitar 1.732 lembar kantong plastik bekas berhasil diolah menjadi berbagai produk fungsional dan bernilai ekonomi. Dari jumlah tersebut, dihasilkan 100 tas laptop, 40 card holder, journal book, serta reusable bag yang tidak hanya memiliki nilai guna tinggi, tetapi juga menjadi simbol transformasi limbah menjadi produk yang mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, IPCC tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi timbunan sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam menciptakan dampak berkelanjutan melalui prinsip Creating Shared Value (CSV), di mana keberhasilan program lingkungan berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat. Lebih dari sekadar pengelolaan limbah, program ini mencerminkan penerapan prinsip ekonomi sirkular yang mendorong pemanfaatan kembali material, memperpanjang siklus hidup produk, serta menciptakan nilai bersama bagi lingkungan dan masyarakat secara berkelanjutan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa sampah plastik yang selama ini kerap berakhir sebagai pencemar lingkungan dapat diubah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi beban lingkungan.

Rappo Indonesia lahir dari semangat untuk mengubah sampah menjadi produk bernilai sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Berawal dari inisiatif pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, hari ini Rappo telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan, komunitas, dan institusi untuk menghadirkan merchandise dan hampers ramah lingkungan yang berdampak. Kami berharap kolaborasi dengan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dapat menjadi langkah awal dari kerja sama yang lebih luas dalam menciptakan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.

Akmal Idrus, Founder dan CEO Rappo Indonesia mengatakan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk atas kepercayaannya memilih produk Rappo sebagai bagian dari kegiatan perusahaan. Bagi kami, setiap merchandise bukan sekadar produk, tetapi juga media untuk menyampaikan nilai, kepedulian, dan dampak positif kepada masyarakat serta lingkungan.”

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam mendorong praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,“ tambahnya.

Sementara itu, Endah Dwi Liesly, Sekretaris Perusahaan IPCC menyampaikan, pendekatan yang IPCC dan Rappo ambil bukan sekadar pengurangan sampah, melainkan transformasi limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah.

“Ketika sampah plastik dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, maka tercipta siklus manfaat yang memperkuat kesadaran lingkungan, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendukung terciptanya ekonomi sirkular yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Endah.

Dikatakan juga, program ini mencerminkan komitmen IPCC untuk terus menciptakan nilai jangka panjang melalui kolaborasi dan inovasi dengan harapan inisiatif ini dapat menjadi katalis untuk pertumbuhan gerakan bersama dalam pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

“Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi katalis bagi tumbuhnya gerakan bersama dalam pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, sehingga keberhasilan bisnis dapat berjalan selaras dengan terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri dan lingkungan yang lebih lestari,” pungkas Endah Dwi Liesly. (ire djafar)

Berita Terkait

PTP Nonpetikemas Bagikan Strategi ESG dan DEI serta Komunikasi yang Berdampak pada IDEAS Conference 2026
Wadanpushidrosal Lepas Kontingen Pushidrosal Berlaga pada Poral Tahun 2026
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja
KSO TPK Koja Dukung Pemusnahan Barang Impor Longstay Berstatus BDN dan BTD untuk Optimalkan Arus Logistik Nasional
Momemtum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat
Pushidrosal Perkuat Langkah Pembentukan Jabatan Fungsional Hidrografer Nasional Bersama Kementerian PANRB
Pushidrosal Gelar Helideck Party di KRI Canopus-936
Pelindo, BNN, dan BPBD Kota Surabaya Ajak Anak Kenal Pelabuhan, Hidup Sehat, dan Siaga Bencana Lewat Portground Vol. 1

Berita Terkait

Friday, 10 July 2026 - 20:54 WIB

PTP Nonpetikemas Bagikan Strategi ESG dan DEI serta Komunikasi yang Berdampak pada IDEAS Conference 2026

Thursday, 9 July 2026 - 13:13 WIB

Wadanpushidrosal Lepas Kontingen Pushidrosal Berlaga pada Poral Tahun 2026

Thursday, 9 July 2026 - 13:08 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja

Wednesday, 8 July 2026 - 11:11 WIB

KSO TPK Koja Dukung Pemusnahan Barang Impor Longstay Berstatus BDN dan BTD untuk Optimalkan Arus Logistik Nasional

Wednesday, 8 July 2026 - 10:02 WIB

Momemtum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

Berita Terbaru