Modul INAOPS: Inovasi Baru untuk Modernisasi Pelayanan Pelabuhan di Indonesia

- Pewarta

Thursday, 17 October 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut secara resmi meluncurkan dan mensosialisasikan Modul Inaportnet As Operator (INAOPS) di Movenpick Hotel Jakarta City Centre, Kamis (17/10).

INAOPS merupakan modul yang termasuk dalam Inaportnet untuk menstandarisasi pelayanan Badan Usaha Pelabuhan agar kualitas sistem dan pelayanan yang dihasilkan seragam dan terintegrasi.

Acara ini dilaksanakan secara hybrid dihadiri oleh lebih dari 700 peserta yang mengikuti secara luring dan daring, terdiri dari perwakilan kementerian/lembaga terkait, serta perwakilan Badan Usaha Pelabuhan, unit pelaksana tugas perhubungan laut dan perwakilan tersus/TUKS dari seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Urgensi diluncurkannya INAOPS ini adalah eskalasi dari arahan Stranas Pencegahan Korupsi (Stranas PK) yang mendeteksi bahwa banyak BUP yang belum memiliki sistem yang terintegrasi dengan INAPORTNET dalam menjalankan layanannya sehingga kualitas outputnya berbeda-beda. Untuk itu, kami ingin menstandarisasi hal tersebut melalui modul INAOPS,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi.

Antoni mengungkapkan, INAOPS merupakan wujud konkret dari Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020. Peraturan tersebut memuat tentang penataan ekosistem logistik nasional, dimana digitalisasi layanan pelabuhan menjadi prioritas dalam meningkatkan efisiensi dan pengawasan.

Yang membedakan dengan sistem INAPORTNET sebelumnya adalah INAOPS memang difokuskan untuk memberikan kemudahan kepada para BUP yang belum memiliki sistem terintegrasi dengan INAPORTNET untuk dapat menghasilkan data yang valid dan terstandarisasi.

“Launching ini bertujuan untuk memperkenalkan INAOPS sebagai inovasi terbaru dalam sistem pelabuhan Indonesia. Modul ini dirancang untuk mendukung transformasi digital di pelabuhan dan mempercepat layanan serta meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi operasional di pelabuhan Indonesia,” jelas Capt. Antoni.

Lebih lanjut Antoni menambahkan, implementasi INAOPS juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelabuhan nasional di kancah internasional serta meminimalkan kesalahan operasional yang sering terjadi dalam proses manual.

“Kita terus berkomitmen untuk mendorong pelabuhan-pelabuhan di Indonesia agar mampu bersaing secara global. Melalui INAOPS, kami berharap dapat meningkatkan kualitas layanan pelabuhan sehingga lebih cepat, efektif, efisien, dan transparan,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya juga mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam mensukseskan transformasi digital sistem pelabuhan yang sedang diupayakan oleh pemerintah saat ini.

“Ditjen Perhubungan Laut sangat terbuka dengan adanya masukan dan kritik yang konstruktif dari para Badan Usaha Pelabuhan. Kritik dan masukan tersebut akan memberikan kami insight bagaimana kami haurs berbenah dan menyempurnakan sistem ini kedepannya,” tutup Antoni.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Hartanto, menekankan bahwa penerapan INAOPS akan menjadi standar baru dalam pelayanan pelabuhan di Indonesia. Sistem ini diyakini dapat menciptakan ekosistem logistik yang lebih terintegrasi antara BUP dan para pemangku kepentingan lainnya, serta mendukung efisiensi proses bisnis di pelabuhan.

Dengan peluncuran resmi INAOPS, diharapkan seluruh Badan Usaha Pelabuhan di Indonesia akan segera mengadopsi standar pelayanan yang seragam, memanfaatkan teknologi digital demi pelayanan yang lebih baik dan berkelanjutan.

“INAOPS merupakan langkah penting dalam transformasi digital sektor maritim Indonesia, yang juga mendukung visi pemerintah dalam mengadopsi teknologi untuk memodernisasi layanan publik,” tandas Hartanto.

Pada peluncuran ini juga turut hadir Tenaga Ahli madya Stranas PK, Febriantoro yang menekankan bahwa upaya ini dapat mendorong keseragaman sistem pada badan usaha pelabuhan yang akan memberikan dampak positif bagi kemudahan pelayanan di Pelabuhan. (fa)

idj / idj

Berita Terkait

Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, GIBEI FEB UNJ Selami Bisnis Logistik Otomotif Lewat Kunjungan Industri ke IPCC
Pelindo Regional 2 Banten Peduli Lingkungan Laut: Gelar Program TJSL, Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar
Sambut HUT ke-13, IPC TPK Bukukan Peningkatan Kinerja Arus Peti Kemas 7 Persen
Pelindo Sambut Menteri Transportasi Arab Saudi, Bahas Potensi Kerja Sama Kepelabuhanan dan Logistik
Konsisten Terapkan ASRI, IPCC Raih Penghargaan Green and Smart Port 2026
Dari Hari Jadi untuk Sesama, IPC TPK Himpun 128 Kantong Darah
Pelindo Terminal Petikemas Raih 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026
Modernisasi Alat, IPC TPK Panjang Resmi Operasikan QCC 004

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 13:45 WIB

Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, GIBEI FEB UNJ Selami Bisnis Logistik Otomotif Lewat Kunjungan Industri ke IPCC

Friday, 17 July 2026 - 13:02 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Peduli Lingkungan Laut: Gelar Program TJSL, Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar

Friday, 17 July 2026 - 08:13 WIB

Sambut HUT ke-13, IPC TPK Bukukan Peningkatan Kinerja Arus Peti Kemas 7 Persen

Friday, 17 July 2026 - 07:57 WIB

Pelindo Sambut Menteri Transportasi Arab Saudi, Bahas Potensi Kerja Sama Kepelabuhanan dan Logistik

Thursday, 16 July 2026 - 11:33 WIB

Konsisten Terapkan ASRI, IPCC Raih Penghargaan Green and Smart Port 2026

Berita Terbaru