Operasikan Pelabuhan 24 Jam, ASDP Perkuat Konektivitas dan Logistik di Kawasan Timur

- Pewarta

Wednesday, 25 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Di balik bentangan laut yang menghubungkan pulau-pulau di Indonesia Timur, terdapat denyut mobilitas masyarakat yang kian meningkat setiap musim mudik Lebaran. Dalam momentum ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) hadir bukan sekadar sebagai operator penyeberangan, tetapi sebagai penghubung utama yang memastikan kehidupan tetap bergerak, ekonomi terus berdenyut, dan masyarakat dapat pulang dengan aman dan nyaman.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa peningkatan pergerakan penumpang dan kendaraan di Wilayah Timur direspons dengan kesiapan yang adaptif, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan lapangan. Kesiapan tersebut mencakup penguatan operasional, peningkatan layanan, hingga koordinasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Wilayah Timur memiliki peran strategis dalam menjaga konektivitas nasional, terutama saat mudik Lebaran. Kami memastikan tidak hanya kapasitas yang memadai, tetapi juga layanan yang responsif dan selaras dengan dinamika di lapangan,” ujar Heru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari itu, berbagai upaya peningkatan layanan yang dilakukan ASDP di wilayah cabang Timur telah memberikan dampak nyata. Salah satunya melalui penerapan operasional pelabuhan 24 jam selama periode Angkutan Lebaran, yang terbukti mampu meningkatkan kelancaran arus penumpang dan kendaraan, meminimalisir antrean, serta memberikan fleksibilitas waktu perjalanan bagi masyarakat. Kebijakan ini juga berkontribusi pada terjaganya distribusi logistik dan aktivitas ekonomi antarwilayah yang tetap berjalan optimal selama masa libur panjang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan pola operasional 24 jam di sejumlah lintasan strategis. Di lintasan Hunimua–Waipirit, layanan penuh diberlakukan pada 17–18 Maret serta saat arus balik pada 28–29 Maret 2026. Langkah ini menjadi kunci dalam menjaga arus penyeberangan tetap tertib, lancar, dan terkendali di tengah lonjakan mobilitas.

Kelancaran Mobilitas

Data ASDP Cabang Ambon mencatat, sejak H-10 hingga H+2 Lebaran, lebih dari 102 ribu penumpang dan sekitar 25 ribu unit kendaraan telah terlayani di lintasan tersebut, dengan dukungan operasional KMP Terubuk dan KMP Rokatenda. Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi indikator keberhasilan optimalisasi layanan yang berdampak langsung pada kelancaran mobilitas masyarakat.

Optimalisasi serupa juga dilakukan di lintasan Tampo–Torobulu. Dengan dukungan KMP Nuku, KMP Teluk Cendrawasih II, dan KMP Pulau Rubiah, layanan 24 jam diberlakukan untuk mengakomodasi sekitar 2.987 penumpang pejalan kaki dan 8.075 kendaraan sejak H-7 hingga H+2. Untuk menjaga kelancaran, dilakukan pula pengalihan operasional KMP Bahteramas II dari lintasan perintis Kamaru–Wanci ke lintasan komersial Labuan–Amolengo.

General Manager ASDP Cabang Baubau, Sullivan Ramadhana Miraza, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi antisipatif menghadapi arus balik.

“Kami memproyeksikan lonjakan signifikan pada arus balik. Oleh karena itu, KMP Bahteramas II tetap dioperasikan di lintasan Labuan–Amolengo hingga H+5 sebelum kembali ke lintasan awal,” jelasnya.

Selain itu, pada lintasan Bastiong–Rum di Ternate, frekuensi layanan ditingkatkan dari tiga menjadi empat trip per hari sebagai langkah responsif dalam mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik. Selanjutnya, pada lintasan Bastiong–Sofifi, penambahan frekuensi layanan juga dilakukan hingga sebanyak 60% dibandingkan periode sebelumnya, dengan total mobilisasi selama periode mudik sebanyak 1.747 penumpang pejalan kaki dan sekitar 823 unit kendaraan. Upaya ini dilakukan sebagai upaya strategis untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan serta menjaga kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Melalui berbagai langkah tersebut, ASDP menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran, ketertiban, dan kenyamanan layanan penyeberangan di Wilayah Timur. Operasional 24 jam tidak hanya menjadi strategi teknis, tetapi juga representasi kehadiran negara dalam memastikan konektivitas tetap terjaga, memperkuat integrasi wilayah, serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih pasti, aman, dan manusiawi bagi seluruh pengguna jasa. (jagad)

 

— idj / idj —

 

Berita Terkait

Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi
Danpushidrosal Terima Alexander Dalrymple Award 2026, Pengakuan atas Kontribusi Hidrografi Indonesia
Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional
PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT untuk Dukung Konektivitas Nasional
Inovasi Baru Terminal Teluk Lamong : Luncurkan Lamong Cukur, Terobosan Baru Program TJSL
PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Keselamatan Masyarakat Pesisir
IPCM Perluas Pasar, Perkuat Operasional di Balikpapan dan Tarakan
Danpushidrosal Beri Penghargaan Prajurit Berprestasi

Berita Terkait

Wednesday, 14 October 2026 - 11:45 WIB

Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi

Tuesday, 13 October 2026 - 17:29 WIB

Danpushidrosal Terima Alexander Dalrymple Award 2026, Pengakuan atas Kontribusi Hidrografi Indonesia

Sunday, 11 October 2026 - 18:20 WIB

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional

Friday, 9 October 2026 - 10:43 WIB

PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT untuk Dukung Konektivitas Nasional

Thursday, 8 October 2026 - 22:32 WIB

Inovasi Baru Terminal Teluk Lamong : Luncurkan Lamong Cukur, Terobosan Baru Program TJSL

Berita Terbaru

Berita

Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi

Wednesday, 14 Oct 2026 - 11:45 WIB