Pasca Gempa NTT, PELNI Pastikan Operasional Kapal di Maumere Tetap Berjalan

- Pewarta

Saturday, 15 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia– PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memastikan operasional kapal dari dan menuju Pelabuhan Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berjalan pascagempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8).

Dalam pelaksanaannya, PELNI melakukan sejumlah penyesuaian kegiatan operasional dengan mengutamakan keselamatan penumpang, awak kapal, serta kelancaran proses embarkasi dan debarkasi.

Direktur Utama PELNI, Budi Setyawan Wijaya mengatakan bahwa keselamatan penumpang, awak kapal dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasional menjadi prioritas utama PELNI dalam menghadapi kondisi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyampaikan simpati dan duka cita atas kejadian gempa di NTT. PELNI akan memastikan operasional kapal tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan, dan secara intensif berkoordinasi dengan otoritas kepelabuhanan dan pihak terkait untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal,” ujar Budi.

Akibat gempa bumi Sabtu pagi tadi, sejumlah fasilitas embarkasi dan debarkasi di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere turut terdampak. Untuk sementara, kapal PELNI yang melakukan kegiatan sandar di Maumere akan menggunakan Dermaga 2, menggantikan Dermaga 4 yang sebelumnya menjadi lokasi sandar kapal.

PELNI bersama pengelola pelabuhan dan otoritas setempat terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi dan kesiapan fasilitas pelabuhan, termasuk melakukan penyesuaian terhadap kegiatan pelayanan penumpang. Sebagai bagian dari upaya penanganan, evakuasi terhadap fasilitas tangga darat yang terjatuh ke laut juga akan segera dilakukan guna memastikan tidak mengganggu keselamatan dan kelancaran operasional kapal.

PELNI memastikan setiap penyesuaian kegiatan sandar dan pelayanan penumpang dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan, baik bagi kapal, penumpang, awak kapal, maupun seluruh pihak yang terlibat dalam proses embarkasi dan debarkasi.

Budi menambahkan bahwa PELNI akan terus memonitor perkembangan kondisi di lapangan dan menyesuaikan operasional berdasarkan arahan otoritas terkait.

“Kami terus berkoordinasi dan memonitor perkembangan kondisi di Maumere bersama otoritas terkait dan Pelindo. Setiap penyesuaian operasional akan kami lakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penumpang,” tambah Budi.

Adapun bagi penumpang yang terdampak gempa dan memilih untuk membatalkan perjalanan, PELNI memberikan kebijakan pengembalian dana atau refund sebesar 100 persen sebagai bentuk penanganan kondisi force majeure. Proses pengembalian dana tersebut akan dimaksimalkan paling lambat H+2 dari jadwal keberangkatan kapal.

PELNI turut mengimbau kepada seluruh calon penumpang dan pengguna jasa untuk mengikuti informasi resmi terkait jadwal serta pelayanan kapal melalui kanal resmi Perusahaan. PELNI akan menyampaikan perkembangan operasional lebih lanjut sesuai dengan kondisi dan arahan dari otoritas terkait. (ire djafar)

 

Berita Terkait

TPK Koja Apresiasi Kesabaran Pengemudi Truk, Optimistis Layanan Segera Normal
Dari Mangrove hingga Kopi Liberika, IWTL Perkuat Pemberdayaan dan Menumbuhkan Harapan Masyarakat Pesisir Cilacap
Pelindo Marine Latih 73 Nakhoda Kapal Tunda untuk Perkuat Budaya Keselamatan
Perkuat Rantai Pasok di Tanjung Priok, PT Lestari Wijaya Abadi Resmi Kantongi Izin PDPLB
Gelombang Kedua, KM Tidar Turunkan Barang Bantuan di Pelabuhan Lorens Say Maumere
Bersama PELITA 2026, IPCC Rawat Tumbuh Kembang Generasi Bangsa
Wujud Syukur dan Kepedulian Lingkungan, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
TPK Koja Pastikan Kelancaran Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Terjaga

Berita Terkait

Friday, 4 September 2026 - 13:54 WIB

TPK Koja Apresiasi Kesabaran Pengemudi Truk, Optimistis Layanan Segera Normal

Friday, 4 September 2026 - 13:29 WIB

Dari Mangrove hingga Kopi Liberika, IWTL Perkuat Pemberdayaan dan Menumbuhkan Harapan Masyarakat Pesisir Cilacap

Thursday, 3 September 2026 - 13:38 WIB

Pelindo Marine Latih 73 Nakhoda Kapal Tunda untuk Perkuat Budaya Keselamatan

Thursday, 3 September 2026 - 07:44 WIB

Perkuat Rantai Pasok di Tanjung Priok, PT Lestari Wijaya Abadi Resmi Kantongi Izin PDPLB

Thursday, 3 September 2026 - 04:55 WIB

Gelombang Kedua, KM Tidar Turunkan Barang Bantuan di Pelabuhan Lorens Say Maumere

Berita Terbaru