Pelindo Regional 4 Kolaborasi dengan Dinas Sosial Gelar Sosialisasi untuk Asongan dan Tenaga Kerja Bagasi

- Pewarta

Friday, 13 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Dalam rangka meningkatkan ketertiban, kenyamanan, dan kesejahteraan para pedagang asongan dan tenaga kerja (TK) bagasi di lingkungan Pelabuhan Makassar, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 menggelar sosialisasi di Terminal Penumpang Anging Mammiri, Kamis (12/6/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan atas kolaborasi Pelindo Regional 4 dengan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, yang menurunkan tim penyuluh profesional untuk memberikan pemahaman kepada para pedagang asongan dan TK bagasi mengenai pentingnya tertib aktivitas, etika pelayanan, hingga alternatif pemberdayaan ekonomi yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Yusida M. Palesang, Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Badaruddin Manaf, Staf Pratama II (PFSO) Pelindo Regional 4 Makassar, Abdul Halid, serta Tim Penyuluh dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan yang menangani Rehabilitasi Sosial yaitu Abdul Halid, Pekerja Sosial Ahli Madya, Maghfiran Raiman, Penyuluh Sosial Ahli Muda, Rifka Ahlan, Pekerja Sosial Ahli Muda, dan Sumarni, Pekerja Sosial Ahli Muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Yusida M. Palesang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial Pelindo dalam mewujudkan pelabuhan sebagai ruang publik yang aman, ramah, dan tertib.

“Kami menyadari bahwa pedagang asongan dan TK bagasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pelabuhan. Namun, perlu ada pemahaman bersama mengenai batasan dan tata tertib yang harus dijaga demi kelancaran operasional dan kenyamanan penumpang. Sosialisasi ini juga kami arahkan sebagai langkah awal menuju pembinaan dan pemberdayaan ke depannya,” ungkap Yusida.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa Pelindo tidak dalam posisi menghilangkan mata pencaharian masyarakat, melainkan menertibkan pola interaksi agar selaras dengan standar pelayanan yang berlaku di Pelabuhan Makassar.

Apalagi tambah Yusida, Pelabuhan Makassar akan menjadi pelabuhan hub untuk kegiatan ekspor dan impor. “Oleh karena itu, mari kita jadikan Pelabuhan Makassar menjadi pelabuhan yang lebih baik lagi ke depan,” tukasnya.

Sementara itu, Abdul Halid, Pekerja Sosial Ahli Madya Dinas Sosial Provinsi Sulsel menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi sinergi ini karena sejalan dengan misi pemberdayaan sosial dan pengurangan kerentanan ekonomi masyarakat sektor informal.

“Kami memberikan pemahaman soal etika berdagang di ruang publik, serta memperkenalkan peluang program pemberdayaan yang bisa diakses oleh mereka. Sosialisasi ini bukan hanya bicara aturan, tapi juga solusi dan kesempatan yang bisa diraih jika mereka ingin beralih atau mengembangkan usahanya,” ujar Abdul Halid.

Para pedagang asongan dan TK bagasi pun menyambut baik sosialisasi ini dan berharap ada tindak lanjut yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan mereka.

Salah satu pedagang asongan yang telah cukup lama berjualan di Pelabuhan Makassar mengakui bahwa kegiatan ini membuatnya merasa diperhatikan.

“Biasanya kami cuma dengar ada penertiban saja, tapi kali ini kami diberikan penjelasan dengan baik. Saya berharap kalau ada pelatihan atau bantuan usaha, kami juga dilibatkan,” katanya.

Senada, salah seorang tenaga kerja bagasi Pelabuhan Makassar juga mengaku antusias mendapatkan sosialisasi langsung dari pihak Pelindo dan Dinas Sosial.

“Melalui sosialisasi ini, kami bisa lebih mengetahui aturan dan cara kerja yang lebih aman dan sesuai prosedur. Kami siap ikut kalau ada pelatihan ke depannya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 4 berharap tercipta ekosistem pelabuhan yang tertib, aman, dan manusiawi bagi seluruh pihak yang terlibat, serta memperkuat sinergi antara pengelola pelabuhan, instansi pemerintah, dan masyarakat sekitar dalam membangun masa depan pelabuhan yang inklusif. (aljinan)

 

— idj / idj — 

Berita Terkait

Kakorlantas Tinjau Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Kesiapan Mudik Lebaran ASDP Diperkuat
Pemerintah Perkuat Sinergi Nasional Hadapi Angkutan Lebaran 2026, Sulawesi Selatan Jadi Simpul Strategis Transportasi Indonesia Timur
Sambut Mudik Lebaran, PELNI Tingkatkan Kualitas Layanan Penumpang
Belum Nikmati Diskon Tiket Lebaran? ASDP Jamin Refund Selisih Tarif
DPRD Barru Dorong Penerapan Timbangan di Pelabuhan Garongkong, Pelindo Regional 4 Siap Berkolaborasi
Kunjungan Perdana Direktur Utama Pelindo ke Kijing, PTP Nonpetikemas Tegaskan Komitmen Perkuat Logistik Kalbar
PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Tangani Ekspor Perdana Wind Mill Tower Tujuan Kanada
PTP Nonpetikemas Sukses Layani Bongkar 3.100 Sapi Impor di Pelabuhan Tanjung Priok

Berita Terkait

Monday, 2 March 2026 - 15:39 WIB

Kakorlantas Tinjau Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Kesiapan Mudik Lebaran ASDP Diperkuat

Monday, 2 March 2026 - 12:25 WIB

Pemerintah Perkuat Sinergi Nasional Hadapi Angkutan Lebaran 2026, Sulawesi Selatan Jadi Simpul Strategis Transportasi Indonesia Timur

Monday, 2 March 2026 - 10:59 WIB

Sambut Mudik Lebaran, PELNI Tingkatkan Kualitas Layanan Penumpang

Monday, 2 March 2026 - 10:54 WIB

Belum Nikmati Diskon Tiket Lebaran? ASDP Jamin Refund Selisih Tarif

Monday, 2 March 2026 - 10:45 WIB

DPRD Barru Dorong Penerapan Timbangan di Pelabuhan Garongkong, Pelindo Regional 4 Siap Berkolaborasi

Berita Terbaru