Pelindo Terminal Petikemas: Tak Ada Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Waktu Tunggu Kapal Masih Dalam Batas Normal

- Pewarta

Tuesday, 3 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – PT Pelindo Terminal Petikemas meluruskan kabar adanya antrean kapal hingga 6 hari di sejumlah terminal yang dikelola perseroan khususnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan pelayanan bongkar muat peti kemas di TPK Lamong, TPS Surabaya, TPK Nilam dan TPK Berlian berjalan sesuai dengan perencanaan. Menurutnya, tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

“Kami pastikan tidak ada kapal antre hingga 6 hari lamanya untuk menunggu pelayanan di terminal peti kemas yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak,” tegas Widyaswendra, Senin (2/2).

Lebih jauh disampaikan, setiap kapal yang akan melakukan kegiatan di terminal peti kemas telah memiliki jadwal kedatangan yang terencana atau berthing window system. Selain itu, pelayanan terhadap kapal diberikan berdasarkan kebijakan operasional terminal dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas, keselamatan, kondisi lapangan, serta kelancaran arus kapal secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada periode tertentu, lanjutnya, seringkali terjadi kepadatan aktivitas di terminal peti kemas, seperti yang terjadi saat mendekati perayaan hari besar keagamaan. Meningkatnya jumlah muatan dan kunjungan kapal tak jarang berdampak pada pelayanan bongkar muat. Dalam kondisi demikian, pengelola terminal tetap berupaya memberikan pelayanan yang optimal bagi para pengguna jasa.

“Menunggu layanan ini dapat disebabkan beberapa faktor, bisa karena waktu kedatangan kapal yang lebih cepat atau juga bisa terlambat, jumlah muatan yang meningkat saat hari besar keagamaan, kecepatan bongkar muat dan kesiapan alat, ada juga karena faktor alam seperti cuaca ataupun menunggu air pasang,” ungkap Widyaswendra.

Widyaswendra menyebut sebagian besar kapal tiba sesuai dengan jadwal kedatangan dan dapat langsung menerima layanan dari terminal peti kemas. Pihaknya tak menepis jika ada beberapa keterlambatan layanan sehingga kapal harus menunggu. Namun demikian, waktu tunggu layanan  masih berkisar antara 15 sampai 30 jam.

Di sisi lain, Widyaswendra mengaku perseroan terus melakukan perbaikan berkelanjutan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pengguna jasa. Pihaknya mencontohkan pada tahun 2026 ini akan ada 4 unit alat baru jenis QCC dan 14 unit rubber tyred gantry (RTG) yang akan tiba di TPS Surabaya. Demikian halnya dengan TPK Berlian yang akan dilengkapi dengan 2 unit QCC yang diperkirakan tiba pada pertengahan tahun 2026.

“Kami akui dalam hal pelayanan kami terus berbenah, perbaikan kami lakukan di seluruh wilayah kerja mulai dari Belawan hingga Merauke,” lanjutnya.

Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya Stenven Handry Lesawengan mengatakan pihaknya sempat menerima laporan keterlambatan penanganan bongkar muat peti kemas di TPK Berlian akibat kesiapan alat. Pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi dengan pengelola terminal untuk mengatasi permasalahan yang ada. Menurutnya, pengelola terminal cukup terbuka dan kooperatif mencari jalan keluar yang terbaik untuk semua pihak dan tidak pernah ada antrean di terminal peti kemas hingga berhari-hari.

“Kami ada beberapa kesepakatan dengan terminal jika pada saat pelayanan ada kendala yang terjadi, sehingga kegiatan bongkar muat tetap dapat berjalan,” kata Stenven.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur Sebastian Wibisono meminta kepada pengelola terminal untuk melakukan peremajaan alat bongkar muat. Menurutnya dengan keberadaan alat yang baru dapat memberikan kualitas dan jaminan terhadap kecepatan pelayanan bongkar muat peti kemas. Wibi menilai peralatan yang ada saat ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan ukuran kapal dan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak yang semakin meningkat.

“Kami sudah mendengar rencana kedatangan alat baru di TPS Surabaya, harapan kami hal serupa juga dapat dilakukan di terminal peti kemas yang lainnya, khususnya di TPK Berlian,” kata Wibi. (ire djafar)

Berita Terkait

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional
PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT untuk Dukung Konektivitas Nasional
Inovasi Baru Terminal Teluk Lamong : Luncurkan Lamong Cukur, Terobosan Baru Program TJSL
PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Keselamatan Masyarakat Pesisir
IPCM Perluas Pasar, Perkuat Operasional di Balikpapan dan Tarakan
Danpushidrosal Beri Penghargaan Prajurit Berprestasi
Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo
SIMOLI V2 dan Otomatisasi VTS Percepat Layanan Navigasi di Tanjung Priok

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 18:20 WIB

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional

Friday, 9 October 2026 - 10:43 WIB

PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT untuk Dukung Konektivitas Nasional

Thursday, 8 October 2026 - 22:32 WIB

Inovasi Baru Terminal Teluk Lamong : Luncurkan Lamong Cukur, Terobosan Baru Program TJSL

Thursday, 8 October 2026 - 13:28 WIB

PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Keselamatan Masyarakat Pesisir

Thursday, 8 October 2026 - 13:17 WIB

IPCM Perluas Pasar, Perkuat Operasional di Balikpapan dan Tarakan

Berita Terbaru