PMT Layani Pelayaran Langsung Perdana CMA CGM dari Kuala Tanjung ke China Selatan

- Pewarta

Saturday, 23 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Prima Multi Terminal (PMT) sambut kedatangan Kapal MV CMA CGM FUJI milik CMA CGM melalui anak perusahaannya CNC dengan layanan BBX3, di Pelabuhan Kuala Tanjung Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara.

PT Prima Multi Terminal (PMT) sambut kedatangan Kapal MV CMA CGM FUJI milik CMA CGM melalui anak perusahaannya CNC dengan layanan BBX3, di Pelabuhan Kuala Tanjung Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara.

Maritim Indonesia – Upaya menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai simpul logistik internasional di pesisir timur Sumatera mulai menunjukkan perkembangan baru. PT Prima Multi Terminal (PMT) untuk pertama kalinya melayani pelayaran internasional langsung milik perusahaan pelayaran global asal Perancis, CMA CGM melalui anak perusahaannya CNC, yaitu dengan layanan BBX3 CNC yang menghubungkan Kuala Tanjung dengan sejumlah pelabuhan utama di Asia Tenggara dan China Selatan.

Kapal MV CMA CGM FUJI sandar di dermaga Kuala Tanjung pada Senin (11/5/2026). Kapal sepanjang 185 meter dengan kapasitas 25.283 gross ton itu mengangkut sekitar 250 TEUs peti kemas pada pelayaran perdananya dari Kuala Tanjung.

Layanan tersebut melayani rute Kuala Tanjung–Singapura–Port Klang–Da Nang–Nghi Son–Haiphong–Nansha– Shekou–Chittagong sebelum kembali ke Kuala Tanjung. Kehadiran jalur pelayaran langsung ini dinilai membuka alternatif distribusi logistik baru bagi kawasan industri dan eksportir di Sumatera Utara yang selama ini masih bergantung pada pelabuhan transshipment di luar wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Operasi dan Teknik PT PMT Wahyudi mengatakan, masuknya layanan BBX3 CNC menjadi momentum penting bagi pengembangan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan hub internasional di Selat Malaka.

“Kedatangan CMA CGM FUJI bukan sekadar kunjungan kapal perdana, tetapi menjadi indikator bahwa Kuala Tanjung mulai diperhitungkan dalam jaringan pelayaran global,” kata Wahyudi di sela penyambutan kapal.

Selama ini, lanjutnya, banyak arus barang dari Sumatera Utara yang harus melalui pelabuhan lain terlebih dahulu sebelum masuk ke jaringan internasional. Dengan adanya direct call ini, rantai distribusi menjadi lebih singkat.

“Direct call ini, mempersingkat rantai distribusi, waktu pengiriman lebih efisien, dan biaya logistik berpotensi ditekan,” ujar Wahyudi.

Menurut dia, PMT saat ini terus memperkuat kesiapan operasional untuk mendukung peningkatan arus peti kemas internasional, mulai dari efisiensi waktu sandar kapal (port stay), dan waktu barang di Pelabuhan (cargo stay), serta percepatan dwelling time.

“Kami ingin memastikan Kuala Tanjung mampu memberikan standar pelayanan yang kompetitif dibanding pelabuhan internasional lain di kawasan Asia Tenggara,” ungkap Wahyudi.

“Ke depan, kami menargetkan lebih banyak kapal dengan kapasitas besar melakukan direct call ke Kuala Tanjung. Ini penting untuk memperkuat posisi Sumatera Utara dalam rantai pasok global,” tambahnya.

Dikatakan juga, keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki posisi strategis karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia. Potensi tersebut, menurut Wahyudi, harus dioptimalkan agar kawasan industri di hinterland Sumatera Utara memperoleh akses logistik yang lebih efisien menuju pasar ekspor.

President Director CMA CGM Indonesia, Ikram Ghazali mengatakan, layanan BBX3 akan beroperasi secara dua mingguan (bi-weekly) dan difokuskan untuk memperkuat konektivitas perdagangan dari Sumatera Utara menuju Singapura, Malaysia, Vietnam, dan China Selatan.

“Kami bangga menjadi lini pelayaran pertama yang menawarkan direct call yang menghubungkan Kuala Tanjung dengan pasar strategis di Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Tiongkok Selatan melalui layanan BBX3 kami. Pencapaian ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami dalam memperkuat rantai pasok yang efisien dan tangguh, serta mendukung pertumbuhan ekonomi melalui jaringan maritim yang lebih terkoneksi di Indonesia,” kata Ikram.

Menurut dia, layanan tersebut juga membuka akses yang lebih luas bagi kawasan industri di sekitar Kuala Tanjung, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, untuk terhubung langsung dengan jaringan logistik global CMA CGM tanpa ketergantungan penuh pada pelabuhan penghubung utama.

Kehadiran direct call internasional itu dinilai penting di tengah upaya pemerintah menekan biaya logistik nasional yang masih relatif tinggi dibanding sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara.

Berdasarkan berbagai kajian industri logistik nasional, konektivitas pelabuhan dan efisiensi rantai distribusi menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing ekspor Indonesia.

Acara penyambutan pelayaran perdana CMA CGM FUJI turut dihadiri perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kuala Tanjung, Bea Cukai Kuala Tanjung, Pelindo Group, asosiasi pelayaran, serta sejumlah pemilik barang dan pelaku industri di kawasan hinterland Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei.

Bagi PMT, masuknya CMA CGM menjadi sinyal awal bahwa Kuala Tanjung mulai bergerak menuju fase baru sebagai gerbang logistik internasional di bagian barat Indonesia. Pelabuhan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi titik bongkar muat domestik, tetapi juga berkembang sebagai pusat distribusi ekspor-impor yang terintegrasi dengan jaringan perdagangan global. (ire djafar)

Berita Terkait

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional
PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT untuk Dukung Konektivitas Nasional
Inovasi Baru Terminal Teluk Lamong : Luncurkan Lamong Cukur, Terobosan Baru Program TJSL
PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Keselamatan Masyarakat Pesisir
IPCM Perluas Pasar, Perkuat Operasional di Balikpapan dan Tarakan
Danpushidrosal Beri Penghargaan Prajurit Berprestasi
Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo
SIMOLI V2 dan Otomatisasi VTS Percepat Layanan Navigasi di Tanjung Priok

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 18:20 WIB

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional

Friday, 9 October 2026 - 10:43 WIB

PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT untuk Dukung Konektivitas Nasional

Thursday, 8 October 2026 - 22:32 WIB

Inovasi Baru Terminal Teluk Lamong : Luncurkan Lamong Cukur, Terobosan Baru Program TJSL

Thursday, 8 October 2026 - 13:28 WIB

PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Keselamatan Masyarakat Pesisir

Thursday, 8 October 2026 - 13:17 WIB

IPCM Perluas Pasar, Perkuat Operasional di Balikpapan dan Tarakan

Berita Terbaru