Proyek New Priok Terminal dan Bali Maritime Tourism Hub menjadi sorotan pada AIPF 2023

- Pewarta

Saturday, 9 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan gambar: Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).

Maritim Indonesia — Dalam ajang flagship ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) 2023 kemarin, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memaparkan empat proyek strategis di depan para mitra global yang turut hadir pada sesi Business Matching di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.

Salah satu dari keempat proyek yang dipaparkan adalah New Priok Terminal di Jakarta, sebagai perluasan dari Pelabuhan Tanjung Priok eksisting yang utilisasinya telah mencapai ±70%. Perluasan ini diperlukan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menjaga performanya sebagai pintu gerbang utama Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terminal New Priok tahap I telah beroperasi sejak 2016, yaitu New Priok Container Terminal 1 (NPCT1) yang dioperasikan melalui kemitraan Pelindo dengan mitra global Mitsui, PSA dan NYK Line. Realisasi pencapaian throughput pada tahun 2022 mencapai 1,2 juta TEUs, naik sebesar 7% jika dibandingkan dengan tahun 2021 sebanyak 1,1 juta TEUs.

Saat ini, tengah dibangun infrastruktur dasar Container Terminal 2 dan 3 (CT2 dan CT3) serta Product Terminal 1 dan 2 (PT1 & PT2) yang sesuai standar internasional dengan panjang dermaga 800 meter per terminal, kedalaman hingga -20 mLWS, dan lapangan penumpukan petikemas seluas 32 Ha per terminal sehingga mampu menampung hingga 1,5 juta TEUs per tahun per terminal. Sedangkan PT1 dan PT2 masing-masing memiliki luas 24 Ha dengan kapasitas 500 ribu m3 per terminal.

“Untuk CT2 dan PT1 ditargetkan dapat mulai beroperasi di tahun 2026, sementara untuk pengoperasian CT3 dan PT2 akan disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas tambahan Pelabuhan Tanjung Priok ke depannya,” terang Direktur Strategi Pelindo, Prasetyo dalam pemaparannya.

Prasetyo menambahkan Terminal ini juga akan dilengkapi dengan akses jalan khusus New Priok Eastern Access (NPEA), jalan terusan dari Jalan Tol Cibitung Cilincing (JTCC) yang saat ini telah beroperasi secara penuh sepanjang 34 km. Akses ini bersama-sama dengan akses eksisting akan membantu kelancaran arus barang keluar masuk Terminal New Priok ketika nantinya beroperasi penuh.

Selama ini, truk-truk kontainer melewati Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui Cikunir Ramp dan Jakarta Outer Ring Road (JORR) Seksi E2 dan E3 menuju Cilincing. Waktu tempuhnya pada saat normal hanya 1 jam, tapi pada jam sibuk bisa sampai 2-3 jam.

Dengan adanya akses JTCC, waktu tempuh perjalanan dari kawasan industri di wilayah timur Jakarta dapat dipangkas menjadi hanya sekitar 30 menit. Hal ini menjadi bagian komitmen dari Pelindo dalam mengurangi emisi karbon di sekitar pelabuhan guna mendukung konsep green port.

“Potensi kerja sama yang ditawarkan pada proyek New Priok Terminal ini adalah kerja sama investasi pengembangan dan pengoperasian pelabuhan dengan skema bisnis Joint Venture jangka panjang hingga lebih dari 20 tahun,” jelas Prasetyo.

Proyek selanjutnya yang menarik bagi para investor yang hadir adalah Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Prasetyo menjelaskan bahwa BMTH ini disiapkan untuk menjadi jangkar dalam membangun konektivitas pariwisata di Indonesia. Sebagai titik utama marine tourism di Indonesia, BMTH terkoneksi dengan jalur pariwisata domestik maupun internasional. Sebagai contoh; Lombok, Labuan Bajo, dan Raja Ampat yang merupakan koneksi ke arah timur. Sebaliknya ke arah Barat, terdapat Surabaya, Banyuwangi, Probolinggo, Semarang, Jakarta dan berbagai wilayah Sumatera. Sedangkan konektivitas internasional yaitu ke wilayah ASEAN dan Australia.

Pada Development Area 1 akan dibangun Marina dengan luasan sekitar 27 ribu m2 yang mampu menampung 275 yacht, dilengkapi dengan zona penunjang marina seluas 44 ribu m2 dan juga taman. Terdapat juga area Ritel atau komersial dengan luas total 32 ribu m2.

Di samping itu, panjang dermaga Cruise Terminal BMTH dirancang mencapai 828 meter di sisi timur untuk regular/turnaround cruise dan 614 meter di sisi selatan untuk home port cruise dengan kedalaman masing-masing hingga -12 mLWS.

Potensi kerja sama yang ditawarkan di proyek BMTH ini adalah kerja sama investasi pengembangan bisnis melalui skema Strategic Partnership.

“Pelindo terbuka dengan mitra global yang membawa nilai tambah bagi Indonesia, baik terminal operatorshipping linecruise/yacht owner, maupun pihak lainnya sebagai kontribusi dalam membangun sektor maritim dan memperkuat peran Indonesia sebagai pilar episentrum pertumbuhan ekonomi di ASEAN,” tutup Prasetyo. (ire djafar)

 

 

 

Berita Terkait

Kereta Api Petani dan Pedagang Siap Dioperasikan, Tarif Hanya Rp3 Ribu, Ini Syarat dan Ketentuan Penggunanya
Tingkatkan Kelancaran Penyeberangan Jelang Nataru, ASDP Operasikan Layanan Kapal Express Melalui Dua Dermaga di Merak-Bakauheni
Komitmen Implementasi Prinsip Keberlanjutan, IPCM Raih Tiga Penghargaan pada ESG Initiative Awards 2025
ASDP Jaga Denyut Mobilitas dan Bantu Pemulihan Bencana di Sumatera di Situasi Cuaca Ekstrem
IFBEX 2025 Resmi Dibuka: Sinergi Franchise dan Teknologi Digital Dorong Lahirnya Wirausaha Masa Depan
Pelindo Regional 4 Terima Penyerahan Izin Operasi dari Kemenhub
Danpushidrosal Tinjau Pembangunan KRI Canopus-936 di Galangan Abeking dan  Rasmussen, Jerman
Indonesia Resmi Terpilih Sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2026–2027

Berita Terkait

Sunday, 30 November 2025 - 13:47 WIB

Kereta Api Petani dan Pedagang Siap Dioperasikan, Tarif Hanya Rp3 Ribu, Ini Syarat dan Ketentuan Penggunanya

Sunday, 30 November 2025 - 13:37 WIB

Tingkatkan Kelancaran Penyeberangan Jelang Nataru, ASDP Operasikan Layanan Kapal Express Melalui Dua Dermaga di Merak-Bakauheni

Sunday, 30 November 2025 - 08:05 WIB

Komitmen Implementasi Prinsip Keberlanjutan, IPCM Raih Tiga Penghargaan pada ESG Initiative Awards 2025

Saturday, 29 November 2025 - 15:36 WIB

ASDP Jaga Denyut Mobilitas dan Bantu Pemulihan Bencana di Sumatera di Situasi Cuaca Ekstrem

Saturday, 29 November 2025 - 15:22 WIB

IFBEX 2025 Resmi Dibuka: Sinergi Franchise dan Teknologi Digital Dorong Lahirnya Wirausaha Masa Depan

Berita Terbaru