Safety Jadi Prioritas, IPC TPK Perkuat Budaya Kerja Aman

- Pewarta

Thursday, 21 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Di balik tingginya aktivitas bongkar muat di terminal petikemas, keselamatan kerja menjadi aspek yang tidak dapat ditawar. Bagi IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), operasional yang produktif dan andal hanya dapat tercapai apabila seluruh aktivitas kerja dijalankan dengan budaya keselamatan yang kuat oleh seluruh insan pelabuhan, termasuk mitra kerja yang sehari-hari beroperasi di area terminal.

Komitmen tersebut ditegaskan IPC TPK melalui penyelenggaraan Sharing Session: Safety Awareness 2026 yang digelar secara hybrid di Aula Gedung Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok (30/4), beberapa waktu lalu.

Mengangkat tema “Peran Kesehatan dan Behavior Based Safety dalam Pencegahan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Kantor dan Lapangan”, kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan kerja secara menyeluruh di lingkungan terminal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Forum ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya stakeholder pelabuhan, tetapi juga momentum untuk menyamakan kesadaran bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama. IPC TPK memandang bahwa setiap pekerja yang berada di area terminal, baik pegawai internal maupun mitra kerja perusahaan bongkar muat, memiliki peran penting dalam menjaga operasional pelabuhan tetap aman dan lancar.

Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana, menegaskan bahwa tidak ada pencapaian operasional yang sebanding dengan risiko kehilangan nyawa akibat kecelakaan kerja. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional terminal.

“Melihat kinerja yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, kami menghimbau seluruh pekerja untuk terus mengubah behabior agar lebih mengutamakan safety dan  peduli terhadap kondisi kerja. Kita bekerja tidak lain datang selamat dan pulang selamat,” ujar Guna.

Ia menambahkan, kecelakaan kerja tidak hanya menimbulkan kerugian moril dan materiil, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap terganggunya kegiatan operasional terminal dan rantai logistik di pelabuhan. Karena itu, perusahaan terus mendorong penguatan budaya safety agar menjadi kebiasaan dan kesadaran kolektif seluruh pihak yang bekerja di area terminal.

Dengan aktivitas operasional yang berlangsung 24 jam dan melibatkan alat berat serta mobilitas tinggi, IPC TPK menilai pendekatan Behavior Based Safety (BBS) menjadi langkah penting untuk membangun perilaku kerja yang lebih disiplin, waspada, dan peduli terhadap risiko kerja.

Hadir sebagai narasumber utama, Pakar Kesehatan Okupasi dr. Muhammad Ilyas, Sp. OK, yang menyoroti pentingnya perubahan perilaku dalam menekan angka kecelakaan kerja di lingkungan pelabuhan. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar insiden kerja dipicu oleh perilaku tidak aman, rendahnya awareness terhadap risiko, hingga kondisi kelelahan kerja (fatigue) yang kerap tidak disadari pekerja.

Menurutnya, penerapan fatigue management, pola hidup sehat, serta peningkatan kesadaran keselamatan menjadi faktor penting untuk meminimalisir human error dalam aktivitas operasional terminal petikemas yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra, mitra perusahaan bongkar muat, dan jajaran manajemen IPC TPK. Kehadiran para stakeholder tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam membangun budaya keselamatan yang lebih kuat dan berkelanjutan di lingkungan pelabuhan.

Melalui Safety Awareness 2026, IPC TPK menegaskan komitmennya untuk terus menggiatkan budaya keselamatan sebagai fondasi utama operasional perusahaan. Perusahaan meyakini bahwa terminal yang produktif hanya dapat tercipta apabila seluruh pekerja dapat menjalankan aktivitas secara aman, sehat, dan selamat.

“Harapan ke depannya, mari sama-sama kita lakukan perbaikan-perbaikan untuk terus mengutamakan safety baik pekerja lapangan maupun back office,” tutup Guna. (ire djafar)

Berita Terkait

Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok
Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi
Danpushidrosal Terima Alexander Dalrymple Award 2026, Pengakuan atas Kontribusi Hidrografi Indonesia
Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman
Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional
PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT untuk Dukung Konektivitas Nasional
Inovasi Baru Terminal Teluk Lamong : Luncurkan Lamong Cukur, Terobosan Baru Program TJSL
PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Keselamatan Masyarakat Pesisir

Berita Terkait

Wednesday, 14 October 2026 - 18:18 WIB

Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok

Wednesday, 14 October 2026 - 11:45 WIB

Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi

Tuesday, 13 October 2026 - 17:29 WIB

Danpushidrosal Terima Alexander Dalrymple Award 2026, Pengakuan atas Kontribusi Hidrografi Indonesia

Monday, 12 October 2026 - 17:05 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

Sunday, 11 October 2026 - 18:20 WIB

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional

Berita Terbaru

Berita

Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi

Wednesday, 14 Oct 2026 - 11:45 WIB