SCI Apresiasi Restrukturisasi LNSW, Dorong Penguatan Peran Orkestrator Sislognas

- Pewarta

Monday, 22 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi

Maritim Indonesia – Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengapresiasi Menteri Keuangan dalam penataan organisasi dan tata kerja Lembaga National Single Window (LNSW) melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 86 Tahun 2025. Peraturan yang ditetapkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 8 Desember 2025 dan diundangkan pada 18 Desember 2025 itu sekaligus mencabut aturan sebelumnya, yakni PMK No. 78/PMK.01/2022.

Restrukturisasi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa fungsi National Single Window tidak lagi terbatas pada fasilitasi ekspor-impor, melainkan telah berkembang menjadi instrumen strategis dalam penguatan sistem logistik nasional (sislognas) serta ekosistem dan transformasi layanan pemerintah berbasis digital.

SCI menilai kebijakan ini relevan dengan tantangan kinerja logistik Indonesia di tingkat global. Berdasarkan Logistics Performance Index (LPI) 2023 yang dirilis oleh World Bank, Indonesia berada di peringkat 63 dari 139 negara dengan skor 3,0.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

LPI Indonesia tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN utama seperti Singapura (peringkat 1), Malaysia (31), Thailand (37), Philippines (47), dan Vietnam (50). Komponen LPI Indonesia yang relatif lemah mencakup customs (skor 2,8), infrastructure (2,9), serta logistics competence & quality (2,9).

Pergeseran pendekatan proses bisnis LNSW dari berbasis alur perdagangan (ekspor-impor) menjadi berbasis fungsi layanan dinilai sebagai langkah yang tepat dan progresif.

Pembentukan Subdirektorat Efisiensi Proses Bisnis Logistik, terpisah dari fasilitas dan perizinan, menunjukkan pemerintah mulai menempatkan isu efisiensi logistik sebagai agenda tersendiri. Perubahan ini semakin memperkuat evolusi penting LNSW dari sekadar trade facilitation platform menjadi logistics facilitation platform, yang sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kinerja logistik Indonesia.

Pemekaran Direktorat Teknologi Informasi LNSW, khususnya pemisahan fungsi pengembangan sistem logistik dari fasilitas dan perizinan, juga dinilai strategis untuk menjawab persoalan integrasi sistem digital logistik. Penguatan arsitektur sistem logistik nasional menjadi prasyarat utama peningkatan kinerja logistik Indonesia, terutama pada aspek kepabeanan, keandalan layanan logistik, dan ketepatan waktu (timeliness).

SCI juga mengapresiasi pembentukan unit Kepatuhan Internal, Hukum, serta Komunikasi dan Layanan Informasi di lingkungan LNSW. Penguatan tata kelola internal ini penting untuk menjamin konsistensi kebijakan, kepastian hukum, dan kepercayaan publik, yang memengaruhi persepsi dan kinerja logistik nasional di mata pelaku usaha dan mitra dagang internasional.

Namun demikian, SCI menekankan bahwa restrukturisasi organisasi perlu diikuti dengan penguatan mandat dan peran LNSW dalam tata kelola logistik nasional secara menyeluruh. Tanpa kejelasan peran LNSW sebagai koordinator dan clearing house proses serta data logistik lintas kementerian dan lembaga, upaya perbaikan kinerja logistik akan kurang optimal.

SCI mendorong agar restrukturisasi LNSW ini dimanfaatkan sebagai momentum percepatan integrasi sistem, penyederhanaan proses, dan orkestrasi kebijakan logistik nasional. Dalam perbaikan kinerja logistik nasional, LNSW memiliki posisi dan peran penting. (ire djafar)

Berita Terkait

Indonesia Mulai Persiapan Ratifikasi Konvensi Hong Kong 2009, Perkuat Keselamatan Pelayaran dan Industri Maritim Nasional
Sinergi Pelindo dengan Kemenko Perekonomian Salurkan Bantuan Pasca Bencana di Aceh
Perkuat Akses dan Nadi Perekonomian Banggai Laut, ASDP Buka Lintasan Perintis Banggai–Paisulamo–Dungkean
Awal 2026, Pelindo Terminal Petikemas Ambon Salurkan TJSL: Sembako, Santunan, Pendidikan hingga Bantuan Rumah Ibadah
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Bantuan Banjir untuk Warga Tanjung Priok
Terminal Peti Kemas Bitung Tumbuh Solid di 2025, Kinerja Lampaui Target dan Optimistis Hadapi 2026
Persekutuan Oikumene Pelindo Group Area Makassar Rayakan Natal 2025
Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen

Berita Terkait

Friday, 16 January 2026 - 03:50 WIB

Indonesia Mulai Persiapan Ratifikasi Konvensi Hong Kong 2009, Perkuat Keselamatan Pelayaran dan Industri Maritim Nasional

Thursday, 15 January 2026 - 13:57 WIB

Sinergi Pelindo dengan Kemenko Perekonomian Salurkan Bantuan Pasca Bencana di Aceh

Thursday, 15 January 2026 - 11:43 WIB

Perkuat Akses dan Nadi Perekonomian Banggai Laut, ASDP Buka Lintasan Perintis Banggai–Paisulamo–Dungkean

Thursday, 15 January 2026 - 10:20 WIB

Awal 2026, Pelindo Terminal Petikemas Ambon Salurkan TJSL: Sembako, Santunan, Pendidikan hingga Bantuan Rumah Ibadah

Thursday, 15 January 2026 - 04:36 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Bantuan Banjir untuk Warga Tanjung Priok

Berita Terbaru