SCI Nilai Tingkat Permintaan Jenuh, Arahkan KA Kilat Pajajaran ke Sektor Logistik Jabar, ini Analisanya!

- Pewarta

Tuesday, 2 December 2025 - 23:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IFounder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi

IFounder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi

Maritim Indonesia – Pemprov Jawa Barat dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menjalin kesepakatan untuk mengembangkan kereta cepat Jakarta-Bandung “Kilat Pajajaran”. Kereta api (KA) dengan rencana waktu tempuh sekitar 1,5 jam tersebut dapat menjadi alternatif baru untuk mobilitas penumpang secara lebih cepat.

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengapresiasi berbagai program peningkatan layanan transportasi, namun rencana KA Kilat Pajajaran itu kurang memiliki kelayakan permintaan penumpang di tengah persaingan yang sudah sangat ketat. Segmentasi pasar penumpang sudah jenuh, sehingga layanan baru yang serupa tidak tepat dari sisi ekonomi maupun efisiensi jaringan transportasi.

Konektivitas penumpang Jakarta-Bandung telah dilayani berbagai moda dan operator, antara lain KA Parahyangan yang menjadi pilihan karena akses langsung di pusat kota Jakarta, kereta cepat Whoosh dengan waktu tempuh paling kompetitif, serta layanan travel dan shuttle yang dominan secara point-to-point.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Tol Jakarta-Cikampek II (Japek II) dengan perkiraan waktu tempuh 1,5 jam juga akan menarik pengguna kendaraan pribadi, di samping layanan travel dan shuttle menjadi makin kompetitif.

Tambahan layanan seperti KA Kilat Pajajaran tidak akan mendapatkan permintaan yang memadai dan berisiko membebani operator KA tanpa nilai tambah yang signifikan. Selain itu, dengan kepemilikan saham terbesar secara tidak langsung KAI di KCIC (Whoosh), akan terjadi kompetisi tiga layanan serupa (KA Parahyangan, Whoosh, dan Kilat Pajajaran) yang semuanya “dimiliki” KAI.

Penguatan Logistik Industri Jawa Barat

Setijadi menjelaskan Jawa Barat merupakan basis industri manufaktur terbesar di Indonesia, meliputi sektor otomotif, elektronik, tekstil, pangan, dan kimia, yang membutuhkan dukungan sistem logistik yang cepat, handal, dan terintegrasi.

Rencana KA Kilat Pajajaran sebaiknya dialihkan ke penguatan logistik berbasis kereta api untuk lebih mengefisienkan industri di Jawa Barat. Pada tahun 2024, di provinsi itu terdapat 8.239 perusahaan manufaktur skala menengah dan besar, serta 38 kawasan industri.

Salah satu bentuk potensi dukungan penting adalah pengembangan container yard (CY) KAI di Cikarang, Klari, Cibungur, dan Bandung, yang dapat menjadi peluang bisnis logistik KAI dan berdampak positif untuk industri di Jawa Barat.

Analisis Tim Riset SCI menunjukkan volume ekspor Tanjung Priok berasal dari Bekasi (sebesar 32 persen), Karawang (29 persen), Purwakarta (8 persen), Bandung (6 persen), Tangerang (14 persen), Bogor (4 persen), serta Cilegon dan Serang (8 persen). Sementara, tujuan impor adalah Bekasi (23 persen), Karawang (36 persen), Purwakarta (9 persen), Bandung (6 persen), Tangerang (14 persen), Bogor (4 persen), serta Cilegon dan Serang (3 persen).

Sejumlah CY itu berpotensi menjadi lokasi strategis pintu ekspor-impor di masing-masing wilayah, sehingga ekspor-impor tidak harus langsung dan menumpuk di Tanjung Priok. Hal ini dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing industri, mengurangi kemacetan jalan dengan pemindahan sebagian pengangkutan dari jalan ke rel, serta menghindarkan praktik pengangkutan secara overdimension & overload (ODOL).

(ire djafar)

Berita Terkait

Perkuat Standar Keamanan Objek Vital Nasional, IPC TPK Jalani Asesmen BNPT
Pelindo Perkuat Sinergi dengan Jamdatun, Dukung Aksi Korporasi yang Patuh Hukum dan Bernilai Tambah
Pelindo Terminal Petikemas Bekali Keterampilan Anak Binaan LPKA Kelas I Blitar
Dari Pelabuhan, TPK Koja Tanamkan Semangat Generasi Emas di SMA Negeri 8 Yogyakarta
Empat Prajurit Pushidrosal Terima Penghargaan Kasal
PJM Perkuat Kolaborasi dan Keselamatan Kerja melalui Program SAIL di Kalimantan
Pelindo FC Raih Gelar Champion Pada FIFCO World Corporate Champions Cup 2026
Kedepankan Transparansi Pelaporan, IPC TPK Sabet Platinum Award di Ajang IARA 2026

Berita Terkait

Friday, 30 October 2026 - 08:20 WIB

Perkuat Standar Keamanan Objek Vital Nasional, IPC TPK Jalani Asesmen BNPT

Thursday, 29 October 2026 - 18:35 WIB

Pelindo Perkuat Sinergi dengan Jamdatun, Dukung Aksi Korporasi yang Patuh Hukum dan Bernilai Tambah

Wednesday, 28 October 2026 - 14:20 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Bekali Keterampilan Anak Binaan LPKA Kelas I Blitar

Wednesday, 28 October 2026 - 14:03 WIB

Dari Pelabuhan, TPK Koja Tanamkan Semangat Generasi Emas di SMA Negeri 8 Yogyakarta

Wednesday, 28 October 2026 - 13:46 WIB

Empat Prajurit Pushidrosal Terima Penghargaan Kasal

Berita Terbaru

Berita

Empat Prajurit Pushidrosal Terima Penghargaan Kasal

Wednesday, 28 Oct 2026 - 13:46 WIB