Maritim Indonesia — Tekanan global, percepatan adopsi artificial intelligence (AI), serta perubahan lanskap persaingan diperkirakan akan mewarnai arah industri Indonesia pada 2026. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga memperkuat ketahanan dan strategi bisnis jangka menengah serta panjang.
Merespons dinamika tersebut, MCorp menggelar MARKET-ing Outlook 2026: Industry Perspective, sebuah forum dialog lintas sektor yang mempertemukan asosiasi industri dengan media nasional. Forum ini membahas arah dan tantangan industri Indonesia di 2026, mulai dari isu struktural hingga peluang strategis lintas sektor.
Diskusi dibuka oleh Taufik, Group CEO of MCorp, yang menekankan bahwa tantangan industri ke depan tidak lagi berdiri sendiri per sektor, melainkan saling terhubung lintas industri dan model bisnis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perubahan industri kini terjadi lintas sektor, semakin cepat, dan semakin kompleks. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami arah besar industri agar strategi yang dijalankan tetap relevan dan berkelanjutan,” ujar Taufik di Jakarta, Selasa (27/1).
Dalam diskusi tersebut, para pelaku industri sepakat bahwa 2026 akan ditandai oleh tekanan efisiensi, perubahan perilaku pasar, serta meningkatnya pengaruh faktor eksternal seperti regulasi, geopolitik, dan perkembangan teknologi, khususnya AI. Transformasi tidak lagi dipahami sebatas digitalisasi, tetapi juga penataan ulang strategi dan operasional bisnis.
Dari sektor perbankan syariah, Executive Director Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) Herbudhi S. Tomo menyampaikan bahwa industri perbankan syariah relatif stabil memasuki 2026, dengan tantangan utama pada penguatan fundamental bisnis.
“Tantangan perbankan syariah ke depan adalah memperkuat tata kelola, inovasi produk, dan pemanfaatan teknologi digital secara tepat, tanpa menghilangkan karakter dan keunikan model bisnis syariah,” ujarnya.
Sementara itu, dari sektor teknologi digital, CEO PT Cipta Teknologi International sekaligus perwakilan Indonesian Digital Association (IDA) Yogi Triharso menilai percepatan adopsi AI akan semakin memengaruhi arah industri pada 2026.
“Generative AI tidak hanya mengubah pengalaman pengguna, tetapi juga menantang industri untuk membangun model monetisasi yang berkelanjutan. AI harus dilihat sebagai enabler, bukan sekadar alat efisiensi,” kata Yogi.
Dari sektor logistik, Wakil Ketua Umum Bidang Maritim & Pelabuhan DPP ALFI/ILFA Harry Sutanto menilai perubahan pola perdagangan global dan dinamika geopolitik semakin menekan industri logistik.
“Persaingan industri logistik kini semakin padat dan bersifat red ocean. Pelaku usaha dituntut lebih agile, adaptif, dan efisien, terutama di tengah tekanan geopolitik yang berpotensi menekan profitabilitas,” ujarnya.
Adapun dari sektor manufaktur otomotif roda dua, Head of Commercial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala menyampaikan bahwa persaingan industri sepeda motor akan semakin ketat pada 2026.
“Pertumbuhan pasar sepeda motor relatif tipis. Karena itu, fokus ke depan tidak hanya pada volume, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan industri,” kata Sigit.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, MCorp juga menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) Program MBA Online Entrepreneurial Marketing bersama Asia e University (AeU) sebagai upaya memperkuat kapabilitas kepemimpinan dan pemasaran yang relevan dengan dinamika industri.
Ke depan, forum ini akan digelar secara rutin setiap bulan sebagai ruang dialog berkelanjutan untuk membaca dinamika industri dan mempertemukan perspektif lintas sektor.
Untuk diketahui, MCorp adalah perusahaan konsultansi pemasaran terdepan di Indonesia yang telah berkiprah sejak tahun 1990. Dengan fokus pada inovasi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia, MCorp berkomitmen untuk mendorong kemajuan dunia bisnis melalui pendekatan pemasaran yang strategis dan
berdampak.
Melalui MarkPlus, Inc., MarkPlus Institute, dan Marketeers, MCorp menjadi mitra terpercaya bagi perusahaan, pemerintah, dan komunitas bisnis dalam menghadapi era transformasi digital dan
ekonomi berkelanjutan. (ire djafar)







