Maritim Indonesia– TPK Perawang mencatat pertumbuhan arus petikemas yang positif sepanjang 2025. Sepanjang tahun tersebut, terminal membukukan realisasi arus petikemas sebesar 150.010 TEUs, melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 sebesar 131.574 TEUs.
Capaian tersebut juga meningkat dibandingkan realisasi tahun 2024 yang tercatat sebesar 129.910 TEUs. Dengan demikian, arus petikemas TPK Perawang pada 2025 tumbuh sekitar 15,5 persen secara tahunan (year-on-year), mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik di wilayah Riau serta kinerja operasional terminal yang relatif stabil.
Peningkatan arus petikemas terutama didorong oleh permintaan jasa kepelabuhanan dari sektor industri dan perdagangan di Riau dan sekitarnya. Optimalisasi proses bongkar muat, perbaikan perencanaan sandar kapal, serta pemanfaatan peralatan terminal turut berkontribusi terhadap kelancaran operasional sepanjang tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terminal Head TPK Perawang, Dida Darojat, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil penguatan operasional serta koordinasi yang lebih intensif dengan para pengguna jasa.
“Pertumbuhan arus petikemas ini tidak terlepas dari upaya peningkatan kinerja operasional dan konsistensi dalam menjalankan program transformasi,” ujar Dida.
Sepanjang 2025, TPK Perawang menjalankan sejumlah program transformasi yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional, penguatan tata kelola, digitalisasi sistem, serta pengembangan sumber daya manusia. Program-program tersebut dinilai berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas terminal dan keandalan layanan.
Ketua DPC INSA Pekanbaru–Tanjung Buton, Marwan, menyampaikan apresiasi atas kinerja TPK Perawang yang dinilai menunjukkan perbaikan layanan dan kinerja operasional.
“Kami mengapresiasi capaian arus petikemas TPK Perawang yang tumbuh signifikan sepanjang 2025 hingga mencapai 150.010 TEUs. Peningkatan ini mencerminkan komitmen pengelola terminal dalam menjaga keandalan layanan, efisiensi operasional, serta memberikan kepastian bagi perusahaan pelayaran,” ujarnya.
Marwan berharap proses pengadaan quay container crane (QCC) pada 2026 dapat berjalan tepat waktu, disertai perbaikan fasilitas pendukung lainnya. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat, menurunkan waktu sandar kapal (port stay), dan pada akhirnya menekan biaya logistik.
Memasuki 2026, TPK Perawang menyiapkan langkah lanjutan melalui peningkatan produktivitas bongkar muat, optimalisasi fasilitas dan peralatan, penguatan digitalisasi layanan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Terminal juga memperluas kolaborasi dengan perusahaan pelayaran, perusahaan logistik, dan pemilik barang guna menjaga pertumbuhan arus petikemas yang berkelanjutan.
TPK Perawang optimistis kinerja terminal dapat terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi regional dan penerapan sistem operasional berbasis digital, termasuk penggunaan Terminal Operating System (TOS) Nusantara. (ire djafar)







