Maritim Indonesia – Terminal Petikemas Banjarmasin atau TPK Banjarmasin mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan total arus petikemas mencapai 569.596 TEUs. Capaian ini meningkat dibandingkan tahun 2024 realisasi sebesar 539.789 TEUs, atau tumbuh 29.807 TEUs setara dengan 5,5%.
Terminal Head TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari program transformasi operasional serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Pertumbuhan arus petikemas di tahun 2025 merupakan hasil dari komitmen kami dalam meningkatkan kinerja operasional secara berkelanjutan. Fokus pada peningkatan produktivitas bongkar muat, efisiensi waktu sandar kapal, serta keandalan fasilitas dan peralatan menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan pengguna jasa,” ujar Sirin Purnomo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sepanjang 2025, TPK Banjarmasin melaksanakan berbagai program transformasi. Mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui training CTO (Container Terminal Operations) yang sudah terselenggara hingga 7 batch, penguatan operasional berbasis planning and control, hingga konsistensi pelaksanaan daily meeting sebagai sarana evaluasi kinerja harian, pengendalian risiko operasional, serta penguatan koordinasi lintas fungsi. Langkah-langkah tersebut terbukti mampu menjaga kelancaran arus petikemas di tengah dinamika tantangan operasional.
Capaian positif TPK Banjarmasin tersebut juga mendapat perhatian dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin. Faisal Akly, ST, MM, selaku Kepala Bidang Penguatan dan Pengembangan Perdagangan, menyampaikan bahwa pertumbuhan arus peti kemas memberikan dampak nyata terhadap sektor perdagangan dan perindustrian daerah.
“Bagi Kota Banjarmasin, peningkatan kinerja TPK ini berdampak positif terhadap kelancaran distribusi barang, stabilitas pasokan, serta mendukung aktivitas perdagangan dan perindustrian daerah. Keandalan layanan pelabuhan turut membantu menjaga ketersediaan kebutuhan masyarakat, menekan biaya logistik, serta memperkuat posisi Banjarmasin sebagai simpul perdagangan regional,” ujar Faisal Akly.
Lebih lanjut, Faisal Akly menyampaikan harapannya agar peningkatan kinerja tersebut dapat terus berlanjut.
“Ke depan, kami berharap transformasi operasional dan peningkatan kinerja Terminal Petikemas Banjarmasin dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat antara pengelola pelabuhan, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Terminal Petikemas Banjarmasin mampu meningkatkan daya saing perdagangan daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Banjarmasin dan Kalimantan Selatan,” tutupnya.
Sementara itu, memasuki tahun 2026, TPK Banjarmasin akan terus memperkuat peningkatan kinerja operasional dan melanjutkan program transformasi yang sudah berjalan. Salah satunya dengan menerapkan digitalisasi dan sistemisasi yang terintegrasi menggunakan TOS Nusantara yang mendorong perencanaan operasional lebih optimal dan efisiensi di lapangan. Dari sisi fasilitas, TPK Banjarmasin juga melakukan penguatan peralatan dengan penambahan 4 unit e-RTG yang diestimasikan mulai beroperasi pada Triwulan II tahun ini.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, TPK Banjarmasin diharapkan dapat terus menjadi simpul logistik yang andal serta berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah, khususnya di Kalimantan Selatan. (ire djafar)







