Wagub Lemhannas Terima Gelar Honoris Causa, Tekankan Peran Ekonomi Biru untuk Masa Depan Indonesia

- Pewarta

Monday, 22 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub Lemhannas RI, Laksdya TNI Erwin S  Aldedharma menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara, Jumat (19/6).

Wagub Lemhannas RI, Laksdya TNI Erwin S Aldedharma menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara, Jumat (19/6).

Dianugerahi gelar Doktor Kehormatan oleh Unsrat, Wagub Lemhannas RI  Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma, dorong penguatan Ekonomi dan Ketahanan Maritim menuju Indonesia Emas 2045
Dianugerahi gelar Doktor Kehormatan oleh Unsrat, Wagub Lemhannas RI Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma, dorong penguatan Ekonomi dan Ketahanan Maritim menuju Indonesia Emas 2045

Maritim Indonesia – Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma, menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara, dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (19/6).

Penganugerahan gelar kehormatan tersebut diberikan langsung oleh Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng, di hadapan sivitas akademika, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, serta para tamu undangan.

Dalam orasi ilmiahnya, Laksdya Erwin yang merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Laut kelahiran Surabaya tahun 1970 memaparkan pandangannya mengenai pentingnya implementasi konsep ekonomi biru sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai potensi maritim Indonesia harus dioptimalkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Potensi Maritim Indonesia harus dioptimalkan melalui langkah-langkah strategis yang berkelanjutan,” kata Laksdya Erwin.

Menurutnya, transformasi logistik maritim menjadi salah satu agenda utama yang perlu dipercepat. Sistem logistik yang modern, efisien, dan terintegrasi dinilai penting untuk menekan biaya distribusi sekaligus meningkatkan daya saing nasional. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan konektivitas antarpulau, modernisasi pelabuhan, digitalisasi layanan logistik, hingga pengembangan industri galangan kapal dalam negeri.

Selain itu, Laksdya Erwin juga menekankan pentingnya membangun kedaulatan maritim berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Di tengah dinamika global, kekuatan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam maupun jumlah armada, tetapi juga kemampuan mengembangkan riset dan teknologi.

“Karena itu, pengembangan bioteknologi kelautan, energi terbarukan berbasis laut, serta pemetaan data bawah laut perlu terus didorong melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, lembaga riset, dan TNI,” jelasnya.

Aspek ketahanan serta mitigasi maritim juga menjadi perhatian dalam paparannya. Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi membutuhkan stabilitas dan keamanan yang kuat, terutama di wilayah perairan. Berbagai tantangan seperti perubahan iklim, bencana pesisir, hingga kejahatan lintas negara, termasuk penangkapan ikan ilegal, perompakan, dan perdagangan manusia, memerlukan sistem pengawasan serta kapasitas penanganan yang semakin baik.

Untuk itu, lanjut Laksdya Erwin, Indonesia perlu memperkuat keamanan maritim yang mampu berperan di tingkat regional melalui peningkatan sistem pengawasan laut, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta sinergi antara unsur pertahanan dan masyarakat pesisir.

Dalam kesempatan tersebut, Erwin menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya. Ia berharap gelar kehormatan tersebut menjadi amanah untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

“Semoga penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga nama baik Universitas Sam Ratulangi melalui pengabdian dan karya nyata bagi Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mendedikasikan gelar tersebut kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Laut yang selama ini bertugas menjaga kedaulatan negara, serta kepada masyarakat pesisir yang berperan penting dalam menggerakkan sektor ekonomi maritim nasional. (ire djafar)

Berita Terkait

Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur
Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional
Pascagempa NTT, Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan
EPI Perkuat Keandalan Layanan OPS melalui SLA-SLG, Dukung Transformasi Green Port Tanjung Priok
Tekankan Profesionalisme dan Integritas Perwira Hidrografi, Danpushidrosal Bekali Pasis Dikspespa Hidros, Mahasiswa S1 dan S2 STTAL Hidros
Perkuat Budaya K3, IPCC Bekali TKBM dengan Sertifikasi Basic K3
KM Tidar Kirimkan Barang Bantuan TJSL PELNI Group
PELNI Mulai Angkut Bantuan untuk Korban Gempa NTT dengan KM Tidar

Berita Terkait

Saturday, 22 August 2026 - 21:58 WIB

Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

Saturday, 22 August 2026 - 14:17 WIB

Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional

Friday, 21 August 2026 - 21:54 WIB

Pascagempa NTT, Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan

Thursday, 20 August 2026 - 12:02 WIB

EPI Perkuat Keandalan Layanan OPS melalui SLA-SLG, Dukung Transformasi Green Port Tanjung Priok

Wednesday, 19 August 2026 - 04:23 WIB

Tekankan Profesionalisme dan Integritas Perwira Hidrografi, Danpushidrosal Bekali Pasis Dikspespa Hidros, Mahasiswa S1 dan S2 STTAL Hidros

Berita Terbaru